4000 Siswa PAUD dan Sekolah Dasar di 12 Kecamatan di Bellu, NTT Kesulitan PJJ

PAUDPEDIA -- Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (Sesditjen Paudasmen), Sutanto menilai bahwa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) merupakan suatu adaptasi yang mau tidak mau diselenggarakan di masa pandemi. Meskipun ia menyadari, tidak semua wilayah di Indonesia terjangkau teknologi, terutama di daerah 3T.

Ia menilai, banyak daerah masih kurang tersentuh teknologi dan infrastruktur, sehingga masih terkendala dalam pelaksanaan PJJ. Untuk mengatasi hal tersebut, Kemendikbud telah menyediakan bantuan bahan ajar berbentuk elektronik agar dapat diunduh. Selain itu, khusus untuk wilayah yang masih mengalami keterbatasan infrastruktur, Kemendikbud juga menyiapkan modul bentuk fisik yang dapat dipakai belajar di daerah tanpa listrik.

Setditjen Paudasmen memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Danone Indonesia yang telah memfasilitasi penyediaan modul pembelajaran terutama di daerah NTT untuk siswa, orang tua, dan guru-guru.  “Modul ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kita di sana. Kami juga berharap, pemberian modul semacam ini dapat diperluas ke daerah dan untuk jenjang lainnya,” kata Soetanto di Jakarta, Rabu (3/3) disela penandatangan Perjanjian Kerjasama Kemitraan antara Kemdikbud dengàn Danone Indonesia.

Sementara itu, Direktur Sekolah Dasar, Ditjen Pauddasmen, Sri Wahyuni, mengonfirmasi bahwa salah satu daerah yang mengalami kesulitan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) daring adalah Kabupaten Belu di Provinsi NTT.  “Kabupaten Belu belum terjangkau listrik dan jaringan internet. Terdapat empat ribu lebih siswa yang tersebar di 12 kecamatan yang tidak dapat mengakses PJJ. Sementara, PJJ luring membutuhkan modul pembelajaran yang sesuai bagi siswa, guru, dan orang tua,” jelas Sri.

Jenjang SD menjadi yang paling terdampak akibat pelaksanaan PJJ. Hal ini disebabkan jumlah SD cukup banyak, dan kemampuan masing-masing satuan pendidikan itu beragam, maka butuh pendampingan.

Pada kesempatan ini pula, Sri mengucapkan rasa terima kasih kepada Danone Indonesia yang sudah memberikan dukungan penggandaan, pencetakan, dan distribusi modul pembelajaran, khususnya bagi daerah yang sulit diakses tersebut. Kemendikbud siap bermitra dan mendorong Danone Indonesia, maupun pihak-pihak lain dalam mendukung upaya peningkatan kualitas belajar dan layanan pendidikan di seluruh satuan pendidikan dan jenjang pendidikan.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus berupaya meringankan beban pembelajaran di berbagai daerah, termasuk berkolaborasi dengan masyarakat dan pihak swasta untuk meminimalkan risiko hilangnya minat belajar (loss of learning) pada siswa akibat pandemi Covid-19.

Guna memaksimalkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara luring (offline), Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Ditjen Paudasmen), Kemendikbud menjalin kemitraan berupa Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Sarihusada Generasi Mahardhika dan PT Tirta Investama, sebagai representasi dari Danone Indonesia, terkait Pemberian Modul Pendidikan Jarak Jauh Luar Jaringan Jenjang Sekolah Dasar Bagi Siswa, Guru, dan Orang Tua  yang akan didistribusikan di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Menjawab kebutuhan tersebut, Vice President General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto menguraikan bahwa Danone telah menggandakan sebanyak 33.480 buah modul pembelajaran untuk pendidikan jenjang SD bagi peserta didik, guru, dan orang tua dan akan didistribusikan untuk 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Belu, Provinsi NTT.

Selain itu, Danone Indonesia juga memperkaya program edukasi dengan memberikan materi tambahan untuk anak-anak, guru dan orang tua, yang mencakup tema: hidrasi sehat, pengembangan potensi peserta didik, gizi seimbang, dan pengolahan sampah. Danone Indonesia juga memperkaya program edukasi dengan memberikan materi tambahan untuk anak-anak, guru dan orang tua, yang mencakup tema: hidrasi sehat, pengembangan potensi peserta didik, gizi seimbang, dan pengolahan sampah.

 

Penulis  : Eko

Editor    : Hammam Izzuddin

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar