Tahapan Penilaian Perkembangan Anak

PAUDPEDIA—Ayah, Bunda, dan Sobat PAUD, penilaian perkembangan dapat membantu guru untuk mendapatkan informasi tentang perkembangan anak. Namun sebelum melakukan penilaian guru perlu mengetahui beberapa tahapan agar informasi yang didapatkan lebih akurat. Berikut adalah tahapan yang dapat dilakukan oleh guru:

Menentukan Usia Anak yang Menjadi Sasaran Penilaian

Usia anak menentukan format penilaian. Setiap usia memiliki tahapan perkembangan yang berbeda, misalnya, anak usia empat tahun akan sulit menjelaskan siklus hidup kupu-kupu, tetapi bagi anak-anak yang lebih besar seperti usia 5-6 tahun dapat mengungkapkan pemahaman mereka terkait hal tersebut, baik melalui cerita maupun gambar. Demikian pula, anak-anak yang lebih besar mampu berkonsentrasi untuk jangka waktu yang lama untuk menyelesaikan pembelajaran yang lebih lama dan lebih kompleks dibandingkan anak-anak yang lebih muda. Oleh karena itu penting bagi guru menentukan sasaran usia anak sehingga dapat menyesuaikan kisi-kisi instrument yang digunakan untuk melakukan penilaian.

Orang dewasa yang melakukan penilaian harus memiliki hubungan yang sudah ada sebelumnya dengan anak tersebut. Idealnya penilai adalah pendidik atau guru yang mengetahui tentang proses perkembangan anak selama pembelajaran.

Menentukan Aspek Perkembangan yang Menjadi Sasaran Penilaian

Setelah menetukan usia, maka guru juga perlu menentukan aspek apa yang akan dinilai, lakukan analisa terhadap aspek tersebut. Penilaian hendaknya selaras dengan tujuan dan pendekatan instruksional. Jenis penilaian yang berbeda memiliki tujuan yang berbeda pula. Penting untuk terlebih dahulu menentukan apa yang akan diukur; kemudian temukan program penilaian yang paling baik menilai tujuan tersebut. Misalnya apa saja tingkat capaian perkembangan anak usia 5-6 tahun, dengan begitu akan memudahkan guru dalam memetakan kemampuan anak. 

Memilih Metode Atau Teknik Pengumpulan Data yang Tepat

Melakukan penilaian juga perlu menentukan metode yang tepat. Metode yang akan dipilih harus memperhatikan sasaran penilaian yang akan dicapai. Setiap metode yang digunakan harus dapat memberikan data atau informasi  secara maksimal mengenai aspek yang dinilai, metode observasi, dokumentasi dan wawancara atau percakapan dengan anak.

Penilaian itu "asli" atau otentik. Penilaian harus dilakukan dalam lingkungan normal anak. Penilaian harus mencerminkan hubungan dan pengalaman sehari-hari. Ini harus dilakukan dalam situasi dan pengaturan yang alami, baik di ruang kelas dan ketika anak berkegiatan.

Menentukan indikator perkembangan yang akan dicapai dan kriteria penilaian

Penilaian yang akan dilakukan lebih terencana jika guru merancang indikator perkembangan yang akan dicapai dan kriteria penilaian terlebih dahulu. Kriteria penilaian yaitu ukuran atau acuan yang menjadi dasar penilaian. Guru dapat merancang indikator perkembangan yang akan dicapai namun guru tidak boleh terpaku pada rancangan capaian indikator perkembangan yang sudah ditetapkan. Guru harus mengamati, mencatat semua capaian perkembangan yang muncul ketika anak berkegiatan dalam segala situasi.

Baca juga :

Gunakan berbagai sumber informasi. Semakin banyak sumber informasi yang digunakan maka data semakin dapat dipercaya, oleh karena itu guru sebaiknya menggabungkan beberapa sumber informasi yang berbeda ketika menarik kesimpulan tentang kebutuhan perkembangan anak. misalnya menanyakan kepada orang tua atau pengasuh anak. artinya penilaian itu dilakukan secara komprehensif, observasi harus dilakukan pada berbagai aktivitas anak dan terus menerus dilakukan untuk melihat perkembangan seorang anak secara utuh

Mengolah Hasil Penilaian, informasi atau data yang telah didapatkan oleh guru, kemudian diolah sehingga data tersebut dapat memperlihatkan gambaran perkembangan masing-masing anak, misalnya dari hasil pengamatan guru menemukan bahwa ada beberapa anak yang perlu mendapatkan perhatian khusus terkait kemampuan berbahasa.

Menyusun Program Pembelajaran yang Tepat, setelah guru mendapatkan data perkembangan anak, selanjutnya guru perlu Menyusun program yang tepat. Program tersebut disusun sesuai dengan kondisi perkembangan anak yang terlihat dari berbagai aspek.

Misalnya, merancang pembelajaran yang mendorong anak untuk banyak berkomunikasi seperti bermain peran untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak.

Mengkomunikasikan Hasil Penilaian, selanjutnya guru harus mengkomunikasikan hasil penilaian kepada orang tua atau pengasuh anak dengan menggunakan bahasa sederhana yang mudah dipahami oleh orang tua. Tujuannya yaitu agar dapat membangun komitmen Bersama untuk meningkatkan perkembangan anak

Mendokumentasikan Hasil-Hasil Penilaian, pada akir kegiatan penilaian, guru perlu mendokumentasikan semua proses penilaian baik secara manual maupun menggunakan computer sebagai arsip yang mungkin dibutuhkan di kemudian hari.

Penting diketahui oleh guru, bahwa penilaian itu adalah sebuah siklus, jadi prosesnya berulang kembali dari tahap awal sampai tahap akhir dan kemudian kembali ke tahap awal. Pada setiap tahapan memungkinkan guru membuat perubahan pada kurikulum mereka untuk melayani anak dengan lebih baik dalam program mereka.

 

 

Penulis                        : Ifina Trimuliana, M. Pd

 

Referensi

Hapidin. 2015. Asesmen dan Evaluasi Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta. Lembaga Pengembangan Pendidikan UNJ.

Brain building in progress. 2014. Early Childhood Assessment. http://resourcesforearlylearning.org/fm/early-childhood-assessment/

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar