Setahun Pandemi, KPAI Imbau Orang Tua Berkomitmen Disiplinkan Penggunaan Gawai Anak

PAUDPEDIA - Setahun sudah  masa pandemi covid 19 terjadi.  Kondisi yang memaksa seluruh anak di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pendidikan dasar dan pendidikan menengah di Indonesia diharuskan untuk beraktifitas dengan gawai, mulai dari belajar, mengerjakan tugas ataupun hanya sekedar mengisi waktu luang atau bermain.

"Bahkan, jika kita lengah dan abai, anak-anak menjadi lebih dekat dengan gawainya dibandingkan dengan kita, orangtuannya. Padahal, bahaya konten negatif karena bermuatan pornografi, kekerasan, dan perliaku negatif lainnya mengintai anak-anak kita. Anak-anak kita pun menjadi rentan terlibat dalam berbabagi bentuk kejahatan siber baik sebagai pelaku maupun korban," ujar Komisioner Bidang Cyber Crime dan Pornografi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Margaret Aliyatul Maimunah dalam keterangan persnya kepada wartawan secara virtual di Jakarta, Rabu (3/3)

Menurut KPAI,  orang tua serta seluruh anggota keluarga tentunya tidak ingin melihat sang anak lebih dekat dengan gawai dibanding memilih bersama main serta bercengkrama dengan anggota keluarga. Karena itu, anak-anak sesungguhnya membutuhkan peran dan pendampingan ayah bunda dalam aktifitasnya dengan gawainya. "Mulai dari sekarang jangan lagi abai, jangan lengah, dan hayuuk bangun komitmen dengan anak terkait dengan aktifitasnya dalam menggunakan gawai dari sekarang,"kata Margaret.

Dalam siaran pers yang dibagikan kepada media, disebutkan sedikitnya terdapat enam komitmen yang harus dibuat orangtua terkait mendisiplinkan anak menggunakan gawai meliputi antara lain:

  1. Komitmen Penggunaan Gawai

Membangun komunikasi yang baik dengan anak adalah hal yang sangat penting dari pengasuhan orangtua. Orangtua harus membuat anak percaya dan nyaman untuk menyampaikan apapun yang dia alami, dia pikirkan, dan dia inginkan. Jika anak meminta gawai, jangan malas melakukan komunikasi terkait dengan untuk apa penggunaannya, berteman dengan siapa aja di media sosial, ngapain aja dengan gawainya, dan lain sebagainya. Bangun tanggungjawab dan keamanan anak dalam penggunaan gawai.

  1. Komitmen Waktu Penggunaan Gawai

Membangun komitmen terkait dengan pengaturan waktu penggunaan gawai. Misalnya orangtua dan anak dapat bersepakat untuk membolehkan penggunaan gawai hanya pada saat belajar secara daring, atau membolehkan penggunaannya di luar belajar daring selama 1 (satu) jam perhari, atau hanya membolehkan penggunannya di luar belajar hanya pada saat hari libur sabtu-minggu selama 2 (dua) jam per harinya. Penggunaan gawai tidak boleh mengganggu kegiatan lain, seperti waktu ibadah, makan, mandi, atau family time.

  1. Komitmen Tempat Penggunaan Gawai

Membangun kesepakatan tentang lokasi penggunaan gawai. Misalnya, anak diperbolehkan menggunakan gawai di ruang keluarga sesuai waktu yang telah disepakati. Sebisa mungkin menghindarkan anak menggunakan gawai di kamar tanpa pendampingan atau pengawasan.

  1. Komitmen Konten Gawai

Orang tua perlu membangun komitmen dengan anak terkait konten apa saja yang boleh diakses oleh anak. Orang tua memberikan pemahaman secara logis mengenai konten-konten apa saja yang tidak boleh diakses oleh anak. Dalam hal anak pada usia fase awal dimana menggunakan gawai untuk bermain game online, maka orang tua perlu melihat atau menseleksi terlebih dahulu game online yang akan dimainkan oleh anak. Hal ini dimaksudkan agar anak terhindar dari konten-konten negatif karena bermuatan pornografi, kekerasan, dan perilaku negatif lainnya dalam game online tersebut.

  1. Komitmen Platfom

Dalam hal anak telah mengakses media sosial, orang tua perlu membangun komunikasi dan kesepakatan terkait dengan platfom media sosial apa saja yang boleh digunakan oleh anak. Hal ini dimaksudkan agar orang tua mudah untuk melihat aktifitas anak di dunia siber.

  1. Komitmen Pendampingan dan pengawasan

Komitmen berikutnya adalah kesepakatan tentang pendampingan dan pengawasan orang tua kepada anak terkait dengan aktifitas anak dalam penggunaan gawainya. Orang tua perlu membangun komitmen dengan anak terkait dengan pengawasan. Orang tua perlu memberikan pemahaman kepada anak bahwa suatu saat orangtua akan melakukan pengecekan berkala terhadap gawai yang digunakan agar anak terlindungi dari berbagai konten negatif maupun kejahatan siber. Berkaitan dengan hal ini, orang tua perlu membangun kesepakatan dengan anak agar gawai anak tidak dipassword, atau jika gawainya dipassword, maka orang tua harus diberitahu passwordnya. Selain itu, orang tua juga perlu menjadi teman di media sosial anak.

 

Penulis : Eko

Editor   : Hammam Izzuddin

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar