Selama BDR, Guru,Orang tua dan Masyarakat Harus Terlibat

Paudpedia- Menyusul pandemi Covid-19 yang tidak kunjung usai, berbagai satuan pendidikan, termasuk di jenjang PAUD, di berbagai wilayah di Indonesia melanjutkan proses pembelajaran jarak jauh pada semester genap Tahun Ajaran 2020-2021 yang dimulai pada awal tahun 2021 ini.

Proses pembelajaran jarak jauh atau secara daring (Dalam jaringan/internet) ini tentunya memiliki kelebihan dan kekurangannya dibanding pembelajaran tatap muka. Ada sebagian orang tua yang berharap agar pembelajaran secara daring tetap dilanjutkan untuk melindungi Kesehatan anak. Namun sebagian orang tua berharap pembalajaran secara tatap muka segera dimulai dengan protokol kesehatan yang ketat. Alasannya, anak terbiasa belajar secara tatap muka sehingga pembelajaran secara daring kurang membuat anak semangat.

Menurut pendiri Rumah Psikologi dan Konseling Sekar Tawang, Labuhanbatu, Sumatera Utara, Reni Kartika Ningsih, guru dan orang tua harus mempunyai satu kesepakatan yang baru berkaitan dengan keberlangsungan proses belajar dan mengajar melalui jaringan internet tersebut.

“Ada beberapa hal mendasar yang harus dilakukan oleh para satuan pendidikan, dinas terkait maupun orang tua agar proses pembelajaran dapat dimengerti dan dipahami anak, “kata dosen di Universitas Labuhanbatu, Sumatera Utara tersebut, beberapa waktu lalu  seperti yang dikutip dari gatra.com.

Baca juga :

Menurut Reni, pasti ada dampak bagi anak terkait belajar secara daring. Salah satu penyebabnya, sebelumnya,anak berada di taman kanak- -kanak atau PAUD bersama teman-temannya. Sejak pandemi dan diterapkan BDR, suasana berubah, yakni dari suasana di sekolah menjadi suasana di rumah dimana yang ada hanya orang tua atau anggota keluarga lainnya. "Dampak pasti ada, karena sosialnya kurang dapat," ujar Reni.

Agar semangat anak tidak berkurang dan tetap bergairah untuk terus sekolah, Reni mengusulkan beberapa langkal yang bisa dilakukan sekolah. Misalnya, pihak sekolah mengundang para orang tua guna memberikan ilmu pola dasar sistem pembelajaran terhadap anaknya saat di rumah, mengeluarkan kartu kontrol anak selama masa belajar di rumah.

"Artinya, paling tidak hal mendasar bagaimana cara mengajari, dipahami para orang tua. Kartu kontrol akan bermanfaat mengetahui apa saja tindakan anak selama di rumah, sehingga guru paham perkembangannya," ujarnya.

Selain itu, dinas terkait atau satuan pendidikan yang ada, melakukan kerjasama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dalam hal perbantuan pembelajaran. Orang tua murid, juga mau tidak mau harus mengubah pola kesehariannya di rumah.

“Kalau selama ini sering cakap keras, ya dirubah selembut mungkin, tunjukkan sikap-sikap yang baik. Karena anak diusia itu, selalu melihat apa yang dilakukan orang tuanya. Jadi, semua harus turun tangan, sekolah, dinas, orang tua dan juga masyarakat," pesan Reni.

Orang tua juga perlu dilibatkan saat mengevaluasi sistem pendidikan yang sudah dilakukan, menampung aspirasi, mengevaluasi sistem pendidikan daring antara visual, audio dan praktek serta perlunya dibentuk tim evaluasi sistem pendidikan. Yanuar Jatnika

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar