Tahun 2021, BOP PAUD Rp 4,01 Triliun untuk 6, 6 Juta Siswa

Paudpedia-Pada tahun 2021 ini, pemerintah telah menganggarkan sebanyak Rp 4,01 triliun untuk Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) terhadap 6,6 juta siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).  Pemerintah juga telah menganggarkan Dana Alokasi Khusus (DAK)Fisik untuk jenjang PAUD sebesar Rp398 miliar dengan sasaran 3.808 satuan PAUD.

Hal itu dikatakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim, dalam Taklimat Media awal Tahun 2021 secara virtual pada Selasa, 5 Januari  2021.

Anggaran BOP itu merupakan bagian dari DAK non fisik bidang pendidikan yang dikelola Kemendikbud sebesar Rp 116,6 triliun. Penggunaan DAK Non Fisik lainnya yakni akan dipakai untuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dengan targetnya 44,6 juta siswa dengan anggaran Rp 53,4 triliun.

Selain itu, juga untuk Tunjangan Profesi Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD) dengan sasaran 1,08 juta guru. Pagu anggaran yang disiapkan sebesar Rp 55,36 triliun. Sementara itu, untuk Tambahan Penghasilan (Tamsil) PNSD ditargetkan sebesar 127.734 guru dengan anggaran Rp 454 miliar. Kemudian Tunjangan Khusus Guru (TKG) PNSD sebesar 34.555 guru dengan pagu Rp 1,98 triliun.

Baca juga :

Berikutnya, kata Nadiem, untuk BOP Kesetaraan ditargetkan 719.547 peserta dengan pagu Rp 1,19 triliun. Selain itu untuk BOP Museum dan Taman Budaya targetnya 132 tempat dengan alokasi pagu anggaran Rp 136 miliar.

Pada DAK Fisik, juga dialokasikan untuk jenjang SD dengan target 33.857 SD dengan pagu Rp 7 triliun. Sedangkan SMP ditargetkan 15.336 yang pagunya Rp 4,6 triliun. Lalu untuk Sanggar Kegiatan Belajar sebanyak 442 dengan anggaran Rp 110 miliar, SMA sebanyak 6.024 sekolah dengan pagu Rp 2,4 triliun dan SMK sebanyak 3.728 sekolah dengan anggaran Rp 3 triliun.


Anggaran Kemendikbud Rp81, 5 triliun

Sebelumnya, Nadiem menjelaskan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kebagian sekitar Rp81,5 triliun dari anggaran pendidikan yang sebesar Rp550 triliun atau 20 persen dari APBN 2021.

Ditegaskan Nadiem, anggaran sebesar Rp 81, 5 triliun tersebut akan digunakan untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan hingga meningkatkan SDM berkualitas dan berdaya saing. Yanuar Jatnika

 

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar