Selama Pandemi Covid-19, Kemendikbud Lakukan 12 Terobosan

Paudpedia- Sepanjang tahun 2020, dunia pendidikan di Indonesia merasakan dampak yang luar biasa menyusul terjadinya pandemi Covid-19 yang melanda nyaris seluruh belahan dunia.  

Salah satu dampak itu berupa dihentikannya seluruh proses pembelajaran secara normal atau tatap muka dan digantikan dengan Proses Pembelajaran jarak Jauh (PJJ). Hal itu dilakukan melalui Program Belajar Dari Rumah (BDR) untuk semua jenjang pendidikan, mulai PAUD sampai perguruan tinggi.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem A Makarim, selama pandemi Covid-19, Kemendikbud telah melakukan sejumlah terobosan yang dilakukan secara terukur, cepat dan masif. “Pandemi bukan penghalang bagi kita untuk terus melakukan terobosan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.” Hal itu dikatakan Nadiem dalam Taklimat Media Tahun 2021 yang dilakukan secara virtual di Jakarta, Selasa, 5 Januari kemarin.

Baca juga :

Beberapa terobosan yang sudah dilakukan, menurut menteri termuda di Kabinet Indonesia Maju itu, yakni :

  1. Memberikan bantuan Dana BOS Afirmasi dan BOS Kinerja bagi sekolah negeri dan swasta.Hal itu dilakukan untuk mengurangi dampak keterpurukan ekonomi. “BOS Afirmasi dan BOS Kinerja difokuskan dan diprioritaskan untuk daerah yang paling membutuhkan dan yang paling terdampak,” kata Nadiem.
  2. Kemendikbud juga menghadirkan kurikulum dan modul pembelajaran dalam kondisi khusus untuk meringankan kesulitan pembelajaran di masa pandemi Covid-19. “Modul pembelajaran ini mencakup uraian pembelajaran berbasis aktivitas untuk guru, orang tua, dan siswa,” kata Mendikbud.
  3. Di Jenjang perguruan tinggi, Kemendikbud menginstruksikan pemimpin perguruan tinggi untuk dapat memberikan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan/atau memberlakuan UKT baru terhadap mahasiswa terdampak pandemi. Selain itu, mahasiswa tidak wajib membayar UKT jika sedang cuti kuliah atau tidak mengambil SKS sama sekali, misalnya sedang menunggu kelulusan."Ini merupakan bukti bahwa kita mendengar dan berupaya mengurangi beban mahasiswa yang terdampak krisis Covid-19 ini. Kerangka regulasi ini kita berikan agar semua perguruan tinggi negeri bisa segera melakukan keringanan UKT untuk membantu mahasiswanya yang terdampak," tutur Mendikbud. 
  4. Kemendikbud memberikan bantuan UKT atau biaya perkuliahan kepada 410 ribu mahasiswa semester 3, 5 dan 7 kepada PTN dan PTS dengan menggunakan anggaran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah pada Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan.
  5. Kemendikbud juga telah memberikan bantuan subsidi upah kepada 1.634.832 Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK)di jenjang PAUD, Pendidikan Dasar dan Penidikan Menengah, 374,836 PTK Pendidikan Tinggi, dan 48.000 pelaku budaya dan seni.
  6. Kemendikbud juga telah menyalurkan bantuan kuota data internet untuk mendukung belajar dari rumah (BDR) selama masa pandemi Covid-19. Hingga saat ini, sebanyak 35,725 juta peserta didik dan tenaga pendidik telah menerima bantuan kuota data internet yang dikirim setiap bulannya.
  7. Dalam upaya mendukung BDR, Kemendikbud juga telah meluncurkan portal Rumah Belajar. Sampai saat ini, total pengguna baru Rumah Belajar pada tahun 2020 sebanyak 7,79 juta dengan pengunjung portal Rumah Belajar sebanyak 105,532 juta.
  8. Kemendikbud juga telah memberikan bantuan kepada 13 rumah sakit pendidikan sebagai Pusat Penanganan Covid-19 dan telah menghasilkan 1.600 modifikasi produk/inovasi untuk menangani Coivd-19.
  9. Kemendikbud juga telah menerima 20.690 mahasiswa yang bergerak di bidang kesehatan untuk menjadi relawan pengendalian Covid-19.
  10. Kemendikbud juga telah meningkatkan kualitas dan kapasitas Rumah Sakit Pendidikan dan Fakultas Kedokteran yang pada awalnya ditargetkan 26 rumah sakit, namun realisasinya mencapai 66 rumah sakit pendidikan/Fakultas Kedokteran, baik itu di perguruan tinggi negeri maupun swasta.
  11. Melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemendikbud juga telah memfasilitasi 235 institusi untuk menghasilkan alat pelindung diri (APD), reagen dan alat deteksi Covid-19 dengan RT-PCR. 
  12. Pada bidang bahasa, Kemendikbud melalui Badan Pengembangan dan Perlindungan Bahasa telah meluncurkan Pedoman Perubahan Perilaku Protokol Kesehatan 3M dalam 77 Bahasa Daerah. Yanuar Jatnika/Eko BH

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar