Bank Dunia : Pemda Hanya Alokasikan 2,6 Persen Anggaran untuk PAUD

Paudpedia-Pemerintah daerah di Indonesia diperkirakan hanya mengalokasikan sekitar Rp 500 ribu per anak atau 2,6 persen dari total anggaran Pendidikan, untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Hal itu dikatakan Ekonom Bank Dunia, Rythia Afkar, dalam Webinar Peluncuran Laporan Bank Dunia tentang Tantangan di Sektor Pendidikan dan Rekomendasinya di Jakarta, pertengahan November 2020 lalu.

Padahal, kata Afkar, pendidikan anak usia dini merupakan salah satu standar pelayanan minimum yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

Afkar berharap kepada pemerintah daerah untuk lebih memprioritaskan layanan untuk PAUD. Salah satunya melalui upaya meningkatkan anggarannya. “Pengalaman di tingkat internasional menunjukkan bahwa anak-anak yang mengikuti PAUD mampu mencapai nilai ujian yang lebih tinggi secara signifikan, “ujarnya.

Menurut dia, stimulasi dini dan pendidikan yang berkualitas bagi anak di usia dini sangat penting untuk membentuk kecerdasan anak di masa depan.

Ucapan Afkar itu memperkuat survei yang dilakukan Programme for International Student Assessment (PISA). Dalam survei pada pertengahan Tahun 2020 lalu, memperlihatkan,  ketika anak menginjakan kaki pertamanya di dunia pendidikan lewat PAUD, maka anak dapat bertumbuh kembang secara holistik dan siap untuk bersekolah. Dampak jangka panjang bagi anak yang mengikuti pendidikan anak usia dini atau PAUD, nilainya lebih tinggi 57 poin, yaitu di atas rata-rata internasional yang 42 poin .

Pada 2017 lalu, Bank Dunia juga mengeluarkan hasil surveinya terkait anak yang belajar di PAUD. Menurut Bank Dunia, anak dari keluarga kurang mampu yang masuk PAUD memiliki peningkatan capaian perkembangan kognitif, bahasa dan emosional yang lebih tinggi daripada anak yang berasal dari dari keluarga mampu yang pernah berpartisipasi di PAUD. Yanuar Jatnika

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar