Nurharnely: Selalu Melakukan yang Terbaik

Paudpedia-Rada-rada aneh bin  heran, namun juga takjub, tatkala mendengar sebuah taman kanak-kanak mengelola kegiatan mengelola sampah, yakni mengumpulkan sampah-sampah dari rumah peserta didik untuk dikumpulkan di sekolah, lantas dijual ke pengepul sampah.

Namun, itulah yang dilakukan Taman Kanak-kanak Harapan Bangsa-Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten balangan, Kalimantan Selatan. Setiap Hari Sabtu, para peserta didik ditemani orang tuanya membawa bungkusan sampah plastik atau kertas, kardus, aluminium atau sampah jenis lain yang bisa didaur ulang dan tidak berbahaya untuk anak-anak.

Sampah-sampah itu lantas dicatat dan ditimbang oleh pengurus Bank sampah. Uang hasil penjualan sampah itu dimasukan ke rekening tabungan masing-masing anak, sesuai jumlah sampah yang dibawa. Akhir tahun, tabungan anak itu bisa diambil.

Program yang disebut Bank Sampah “Sapu Bersih” itu sudah berlangsung sejak Tahun 2014. Program itu pula yang membuat Kepala Sekolah TK Harapan Bangsa,yaitu Nurharnely memperoleh anugerah Kepala Sekolah Berprestasi si Kabupaten Balangan sebanyak tiga kali, yakni Tahun 2014, 2016, dan 2018 pada Lomba Karya Nyata the best Practice.

Menurut Nurharnely atau yang biasa disapa Bunda Elly, Program Bank Sampah tersebut merupakan bagian dari program pembelajaran anak, yakni menjaga kebersihan lingkungan,  mengenal dan menghargai sumber daya alam yang ada di sekitar. Selain itu, juga membangun dan melatih anak usia dini tentang kewirausahaan dan mengenalkan sikap atau karakter hemat, dan peduli.

"Ini juga membuat kebersamaan orang tua dan anak meningkat, karena mereka bekerjasama untuk mengumpulkan sampah," ucapnya.

Baca Juga :

Penghargaan Kepala Sekolah Berprestasi itu bukan semata-mata karena keberadaan Program Bank Sampah, namun juga berkat profesionalisme Bunda Elly sebagai kepala sekolah. Wanita kelahiran 1968 ini aktif di berbagai kegiatan dan organisasi. Sebut saja, aktif sebagai Master of Ceremony (MC) pada berbagai kegiatan pemerintah, aktif sebagai pengurus Persatuan Bola Voli Indonesia (PBVI) dan di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Balangan.

“Saya ini sejak tahun 2001-2006 aktif sebagai atlet bola voli dan anggota tim bola voli Balangan di Pekan Olah Raga Daerah (PORDA) Kalimantan Selatan, “Kata Bunda Ely.

Keaktifannya di berbagai organisasi dan kegiatan membuat Bunda Elly berkenalan baik dengan hampir semua pejabat daerah, termasuk bupati. “Tahun lalu, Pak Bupati berkunjung ke sekolah untuk memberikan motivasi pada anak-anak usia dini, “kata Bunda Elly penuh kebanggaan.

Pencipta lagu

Uniknya, selain menjadi atlet bola voli, Bunda Elly juga aktif di Dewan Kesenian Kabupaten Balangan. Keaktifan di Dewan Kesenian ini karena Bunda Elly dikenal sebagai pencipta lagu-lagu anak. Tahun 2019 lalu, Bunda Elly dianugerahi Penghargaan Sosok Pegiat PAUD Tokoh Inovasi bidang Cipta Lagu dari Direktorat PAUD Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan. Di tahun yang sama, Ely Kembali menerima penghargaan Himpaudi Award.

Menurut Bunda Ely, kunci keberhasilannya adalah selalu melakukan yang terbaik pada setiap amanah yang diterimanya, dan fokus pada tujuan. “Keaktifan saya di berbagai organisasi dan kegiatan itu hanya sebagai penunjang saya untuki melengkapi portofolio, tapi fokus utama saya tetap di sekolah, bagaimana menyajikan yang terbaik untuk sekolah, “tegas Bunda Elly yang menjadi kepala sekolah sejak tahun 2011.

Soal mencipta lagu, tambah Bunda Elly, selalun diselipkan konten-konten pembelajaran dan penumbuhahn karakter. Menurutnya, setiap mencipta lagu, selalu dikirim ke orang tua untuk kemudian diberikan pada anak-anaknya untuk dipelajari. “Maksudnya agar anak mengenal lagu khusus anak-anak yang sesuai tahapan perkembangannya dari pada lagu untuk dewasa yang tidak sesuai untuk anak-anak, “jelasnya.

Hingga kini, Bunda Elly telah mencipta lagu sebanyak 54 lagu anak dan enam lagu Mars perusahaan dan organisasi.

Bunda  Elly juga selalu menyanyikannya untuk anak didik dan dalam setiap kesempatan bertemu anak-anak usia dini. Tak sekedar mencipta dan menyanyikannya, anak-anak pun diajarkannya hingga hafal. Siswanya juga terlihat antusias dan bersemangat ketika menyanyikan lagu ciptaannya.  

Saat menyanyikan lagunya itu, Ely juga spontan mendiskripsikan isi lagu melalui gerak tubuh, dan ekspresi wajah. Setiap selesai mengajar di kelas, Ely biasanya mengakhirinya dengan nyanyian yang berisi pesan-pesan positif sehingga  membuat anak mengingat dan melakukannya di rumah. Misalnya, tentang bagaimana ucapan salam, bersikap mandiri untuk melepaskan pakaian saat sampai ke rumah masing-masing dan kemudian ditutup doa. Yanuar Jatnika

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar