Orientasi Pembelajaran di PAUD, Antara Proses dan Hasil

Paudpedia—Bagaimana sebetulnya orientasi pembelajaran atau pendidikan di PAUD? Apakah berorientasi pada proses atau hasil? Pertanyaan itu sedang dicari jawabannya oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN) PAUD.

Menurut Ketua BAN PAUD dan PNF 2018-2022, Supriyono, masih terjadi perdebatan tentang hal itu. “Apakah Pembelajaran di PAUD itu berorientasi pada proses, output atau outcome atau bukan ketiga-tiganya?, “ Tanyanya dalam dalam Webinar “Strategi Membangun Ketangguhan Anak Usia Dini : Kolaborasi Lintas Sektoral “ yang digelar Direktorat PAUD bekerjasama dengan FEMA IPB, 22 November lalu.

Maksudnya, lanjut Supriyono, apakah hasil Pendidikan PAUD dinilai sesaat ketika wisuda  atau ketika dewasa?  Kalau dilihat saat wisuda, apakah itu betul-betul intervensi dari Lembaga PAUD.

“Mungkin betul hasil pembelajaran di PAUD. Mungkin benar, ketika anak bisa berjalan lurus dinyatakan sebagai hasil pendidikan.Tapi  dalam kacamata keilmuan pendidikan, perubahan perilaku  seorang anak tidak semata-mata hasil belajar tapi juga bisa karena kematangan si anak. Tetapi bagaimana mempercepat kematangan, belum tentu cocok juga, “jelasnya.

Baca juga : 

Membandingkan dengan pendidikan di SMK atau kursus, kata Supriyono, jelas beda. Pendidikan di SMK dan atau kursus itu jelas orientasinya pada hasil. Termasuk konsep “Merdeka Belajar” yang diusung Menteri Pendidikan dan kebudayaan, Nadiem Anwar Makariem, menurut Supriyono,  orientasi jelas pada hasil kalau hanya diukur dari output Pendidikan. Hal itu bisa dilihat, bahwa dalam konsep Merdeka Belajar itu, peserta didik bisa belajar dimana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja. “Hal itu jelas berorientasi pada hasil dan mengabaikan proses. Di jenjang PAUD, seperti apa,  apakah dilihat dari  hasilnya,  atau kah prosesnya, “tanyanya.

Supriyono mengajak semua pihak untuk mengingat konsep dari Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, bahwa di jenjang anak usia dini perlu dilakukan proses bermain untuk belajar, sehingga Ki Hajar Dewantara menyebutkan taman kanak-kanak. Pengertian taman adalah tempat untuk bermain, bukan bukan tempat belajar.

“Karena itu, saya menyebut PAUD in status nacendi artinya,  dalam proses penjadian. Ki Hajar Dewantara menyebut, pendidikan sebagai long termint, membutuhkan waktu yang panjang untuk melihat hasilnya. Kalau ada beberapa lembaga PAUD menawarkan  output sebagai seling pointnya.  menurut saya itu proses komersialisasi, “katanya. Yanuar Jatnika

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar