TKN Pembina Tanjung Morawa Dekatkan Anak Didik dengan Guru Selama Pandemi

Paudpedia- Bagi anak usia dini, terutama yang sudah masuk ke lembaga PAUD, guru lebih diidolakan daripada orang tuanya. Karena itu, anak usia dini yang sudah masuk lembaga PAUD harus mengenal siapa gurunya, dan harus sering berkomunikasi.

Dengan pemikiran seperti itu, Taman Kanak-Kanak Pembina Negeri Tanjung Morawa, Deli Serdang, Sumatera Utara, memutuskan, bahwa selama pandemi Covid-19, anak-anak didik diwajibkan dapat ke sekolah seminggu sekali dan selama hanya 1,5 jam.

“Tapi kami mulai sejak September sampai sekarang, sebelumnya mengikuti himbauan pemerintah untuk sepenuhnya belajar dari rumah, “kata Siti Khairiantina Sembiring, Kepala Sekolah TKN Pembina Tanjung Morawa, pertengahan November lalu.

Tentunya, anak datang ke sekolah dengan mengikuti protocol kesehatan, seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah masuk kelas, memakai masker dan face shield serta menjaga jarak. “ Anak didik kami ada 53 orang, dan ada 4 kelas. Jadi, setiap hari ada 10 orang anak yang datang ke sekolah, kita bagi empat kelas, jadi masing-masing kelas dua anak didampingi satu guru pendamping dan satu wali kelas. Jadi bergiliran, masing-masing 10 orang dalam sehari, dari Senin sampai Jumat, “tutur Bunda Ina.

Selama satu setengah jam itu, kata Bunda Ina, anak-anak diberi tugas yang dikerjakan di sekolah dan lantas diulang di rumah. “Selama di TK, orang tua tidak boleh mendampingi, bahkan tidak boleh menunggu di sekolah. Nanti saat mau pulang orang tua baru datang dan sebelum pulang, guru memberi panduan pada orang tua tentang apa yang harus dikerjakan di rumah, “jelasnya.

Selama di sekolah itu, kata Bunda Ina,  tidak boleh ada interaksi antar anak, dan tidak ada bermain. Namun tetap ada waktu untuk makan makana ringan, dan tetap ada sholat Dhuha selain proses pembelajaran. Selain itu, setiap hari Jumat, ada pembelajaran melalui komputer.

Namun, TK tersebut juga melakukan  pembelajaran secara daring. Masalahnya, dari 53 anak didik, hanya sebanyak 15 orang anak yang orang tuanya mempunyai hape android. Karena itu, Bunda Ina memutuskan, untuk orang tua yang mempunyai hape android, materi pembelajaran dikirim melalui grup Whatsapp dan orang tua membuat video tentang apa yang dilakukan di rumah dan dikirim ke guru.

Sedangkan untuk orang tua yang tidak mempunyai hape android, komunikasi guru dan orang tua dilakukan melalui Buku penghubung serta dilakukan pertemuan seminggu sehari, yakni di hari Sabtu.

Namun menurut Bunda Ina, orang tua yang mempunyai hape android juga ada masalah, yakni umumnya bekerja dari pagi sampai sore sehingga hanya di malam hari bisa berkomunikasi. “Kami tugaskan wali kelas untuk setiap hari menghubungi orang tua di malam hari melalui telepon, “katanya.

Dikatakan Bunda Ina, tidak ada program home visit atau guru berkunjung ke rumah siswa. “Dulu sempat kami lakukan, tapi kok  kami merasa tidak begitu hygienis, lebih aman kalau di sekolah saja, sehingga program home visit tidak dilanjutkan dan digantikan dengan anak datang ke sekolah sekali dalam seminggu, “ujarnya.

Baca Juga :

 

Mewakili Sumatera Utara Lomba Sekolah Sehat Nasional

Tahun 2019 lalu, TK yang berlokasi Jalan Bandar Labuhan, Limau Manis, Tj. Morawa, Kabupaten Deli Serdang ini meraih juara pertama tingkat propinsi Lomba Sekolah Sehat dan berhak mewakili Propinsi Sumatera Utara untuk mengikuti Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional walaupun pada akhirnya belum meraih juara.

Menurut Bunda Inda, keberhasilannya itu berkat kerjasama dengan semua instansi di Kabupaten Deli Serdan. Dituturkannya, yang pertama dilibatkan adalah tentunya orang tua yang tergabung di Paguyuban Orang tua. Selanjutnya adalah kerjasama dengan Puskesmas dengan melakukan pemeriksaan secara berkesinambungan tiga bulan sekali; kerjasama dengan kantor desa dan penggerak PK dengan pemberian bantuan vitamin  setahun dua kali.

Selain itu juga kerjasama dengan dinas Kesehatan, dinas Pendidikan dan Kementerian agama, dinas perhubungan dan dinas pariwisata melalui pelatihan  pertanaman.

Menurut Bunda Ina, pihaknya membentuk tim yang terdiri atas guru-guru. Masing-masing guru mempunyai tugas masing-masing, seperti ada yang bagian Kesehatan,  bagian kebersihan halaman, bagian pertamanan dan sebagainya.

 

Baca Juga :

 

Pembelajaran IT

Dalam kesempatan itu, Bunda Ina menerangkan, bahwa di TKN Pembina Tanjung Morawa, anak-anak didik sudah mulai diperkenalkan dengan teknologi informasi, yakni melalui penggunaan infocus dalam beberapa pembelajaran. Anak-anak didik juga diperkenalkan pada pembelajaran melalui komputer. “Kami dapat bantuan enam unit komputer dari Ibu Bupati. Jadi anak-anak belajar lewat komputer bergiliran. Pembelajarannya antara lain pengenalan angka, bilangan, hewan, huruf melalui permainan di layar komputer, “kata Bunda Ina.

Madiman, Kepala Seksi Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Deli Serdang, mengatakan, bahwa TKN Pembina Tanjung Morawa menjadi sekolah percontohan Pendidikan Keluarga serta menjadi mitra Fakultas Pendidikan Guru PAUD Universitas Negeri Medan (Unimed). “PG PAUD Unimed menjadikan TKN Pembina Tanjung Morawa sebagai lokasi PKL mahasiswa dan lokasi penelitian, “katanya.  Yanuar Jatnika

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar