Muatan STEAM pada Pembelajaran Anak Usia Dini

PAUDPEDIA—Ayah Bunda dan Sobat PAUD, apakah pernah mendengar istilah STEAM untuk anak usia dini? STEAM merupakan singkatan dari Science, Technology, Engineering, Art dan Mathematic. Muatan STEAM pada pembelajaran artinya pembelajaran yang ayah bunda berikan pada anak dapat menstimulasi science, technology,  engineering, art dan mathematic tersebut, seperti apakah itu? Yuk kita simak penjelasan berikut ini: 

Science: Proses mencari tahu tentang dunia dan cara kerjanya dengan mengeksplorasi, mengumpulkan data, mencari hubungan dan pola, serta menghasilkan penjelasan dan ide dengan menggunakan bukti. Sains ini erat kaitannya dengan bagaimana seorang anak  menemukan sesuatu, mengamati, mengidentifikasi, tentang perubahan-perubahan yang terjadi dan bagaimana mereka berpartisipasi dan berkontribusi dalam kegiatan-kegiatan menjaga lingkungan sekitar.

Technology: Alat-alat yang telah dirancang untuk memenuhi kebutuhan manusia seperti alat digital komputer dan tablet. Teknologi pada pembelajaran anak usia dini artinya guru dan orang tua dapat mengenalkan teknologi sederhana pada anak dan mendorong anak agar dapat memiliki kemampuan menggunakan dan mengembangkannya berdasarkan kebutuhan, minat dan idenya sendiri melalui alat dan bahan yang telah disiapkan.

Engineering: Proses merancang alat, sistem, dan struktur yang membantu manusia memenuhi kebutuhannya atau memecahkan masalah. Contoh: melalui bermain balok, lego, kardus-kardus, papan-papan dan lain sebagainya anak dapat menyusun atau merangkai menjadi bentuk mobil atau bentuk lainnya.

Art: Merupakan kegiatan anak bermain yang memfasilitasi kebebasan untuk anak untuk memanipulasi material yang  beragam dengan cara yang yang berbeda pada setiap anak sesuai dengan imajinasinya dan tidak terstruktur sehingga memungkinkan anak untuk bereksplorasi dan eksperimen untuk menghasilkan suatu karya.

Mathematic: Mengenalkan konsep matematika antara lain tentang besaran (berapa banyak atau berapa jumlah), struktur (bentuk), ruang (sudut dan jarak), pola, bilangan, dan lain sebagainya. Contoh: anak bermain untuk mengenal konsep “lebih banyak dan lebih sedikit”.

Ketika anak bereksplorasi maka anak akan mengamati, mengajukan pertanyaan, merancang, memprediksi, menguji, dan memecahkan masalah. Oleh karena itu STEAM ini merupakan pembelajaran yang melibatkan anak secara aktif untuk menstimulasi aspek perkembangannya.

 

PERAN GURU

Merancang Kegiatan Anak

Pembelajaran pada anak di sekolah harus dengan cara yang menyenangkan, maka guru harus mampu merancang pembelajaran dengan sebaik mungkin,

Menyediakan alat, bahan dan media yang menarik

Guru harus menyiapkan media yang menarik, metode yang tepat dan pengaturan ruang bermain yang mendukung.

Fasilitator / Mendampingi Anak

Menyediakan berbagai aktivitas bermain untuk dimainkan anak, memberikan anak kesempatan memilih dan menyalurkan ide kreatifnya, merespon, memberikan penguatan, memberikan tantangan dan memberi semangat kepada anak untuk bermain serta memberi pujian atas apa yang anak lakukan dan hasil karya anak

 

PERAN ORANG TUA

Fasilitator / Mendampingi Anak

Menyediakan berbagai aktivitas bermain untuk dimainkan anak, mendampingi dan memberikan penguatan, merespon positif, memberi semangat kepada anak untuk bermain dan memberi pujian bila anak melakukan hal positif.

 

Tips Belajar Bermuatan STEAM

Gunakan alat dan bahan serta metode pembelajaran yang bervariasi, orangtua dan guru bisa menggunakan beragam metode, bahan/material dan alat yang beragam, serta tidak perlu terpaku pada satu petunjuk/bahan.

Selalu mengapdate diri untuk terus belajar, orangtua dan guru juga harus sering membaca perkembangan metode dan pola belajar anak usia dini yang tepat dan terbaru dari beragam sumber.

Lakukan pembelajaran melalui kegiatan bermain, orang tua bisa mulai menerapkan muatan STEAM dalam kegiatan bermain anak. Kegiatan bermain dengan pendekatan project dapat dilakukan, misalnya bermain membuat jembatan dari alat dan bahan alam atau habis pakai, membuat mainan kesukaan menggunakan playdough, bermain pasir, balok, lego dan lain-lain. Anak diberikan kesempatan untuk berekprimen sesuai imajinasinya untuk melalui kegiatan bermain tersebut.

Dengan demikian anak dapat membangun ide dan mengaktifkan indera mereka untuk mengamati, mengajukan pertanyaan, merancang, memprediksi, menguji, dan memecahkan masalah.

 

Penulis            : Ifina Trimuliana, M. Pd

Kuraor           : Dona Paramita, S.Psi, M.Pd

 

Referensi

Engaging Children in STEM.2014. http://resourcesforearlylearning.org/educators/module/20/16/

Siti Latifah Firdaus.2020.Implementasi Stem Paud Yang Efektif Untuk Adaptasi Masa Normal Baru. Webinar diretorat PAUDKemdikbud

 

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar