Strategi Pembelajaran untuk Menyiapkan Ketrerampilan Abad 21 pada Anak

PaudpediaAyah Bunda dan sobat PAUD pesatnya perkembangan teknologi menjadi tantangan tersendiri bagi guru untuk menciptakan pembelajaran yang inovatif. Pada abad 21 kebutuhan teknologi semakin meningkat dan persaingan semakin ketat sehingga menuntut manusia untuk mampu menciptakan inovasi yang baru. Guru memiliki peran penting untuk menyiapkan anak agar siap menghadapi era tersebut. Salah satu peran penting guru yaitu menciptakan strategi pembelajaran yang dapat melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi anak atau yang dikenal dengan HOTS (high order thinking skill). Berikut merupakan beberapa strategi pembelajaran yang dapat diterapkan oleh guru:

Pembelajaran Berpusat pada Anak.

Pembelajaran pada anak usia dini harus berpusat pada anak. Artinya guru harus mampu menciptakan pembelajaran yang memperhatikan minat dan kebutuhan perkembangan anak. Misalnya, menyediakan lingkungan yang mendukung kegiatan seni musik untuk anak yang memiliki minat seni musik.

 

Ciptakan Pembelajaran Kooperatif.

Berikan kesempatan bagi anak untuk bermain dan berinteraksi satu sama lain (misalnya bermain drama, bermain puzzle, bermain boneka, yang dilakukan secara berkelompok). Selain itu juga perlu merancang kegiatan yang dimiliki anak-anak peluang untuk memecahkan masalah dan berinovasi bersama seperti bermain dengan pendekatan project, misalnya bersama-sama membuat pabrik mainan menggunakan alat dan bahan yang disediakan (kardus bekas, pipa bekas, pasir, potongan kayu dan lain sebagainya)

 

Pembelajaran Bersifat Holistik Integratif.

Pembelajaran yang diciptakan dapat menstimulasi aspek perkembangan anak secara terpadu dan menyeluruh baik itu aspek bahasa, kognitif, sosial emosional, fisik motorik maupun aspek nilai agama dan moral anak. Artinya kegiatan pembelajaran tidak hanya mengembangkan satu aspek perkembangan tapi semua aspek tersebut harus dikembangkan secara menyeluruh dan terpadu. Contoh: bermain peran, melalui permainan tersebut guru dapat mengembangkan bahasa anak melalui interaksi anak sesame teman, fisik motoric berkembang ketika anak bergerak aktif sesuai alur permainan, kognitif berkembang ketika anak-anak mampu  memahami konteks permainan, penanaman nilai moral agama dan membangun perkembangan sosial emosional ketika anak bekerjasama, toleransi, mendengarkan pendapat teman lain, mengungkapkan perasaan dll.

 

Integrasikan Teknologi dalam Pembelajaran.

Mengintegrasikan teknologi berarti memanfaatkan minat anak dan memperkuat keterampilan teknis mereka, sambil memberikan kesempatan belajar. Berikan kesempatan pada anak untuk bereksplorasi menggunakan tekhnologi, misalnya guru menyediakan game edukasi untuk mengenalkan konsep angka, mengenalkan huruf maupun bentuk-bentu geometri. Ketika pembelajaran mereka membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang alat yang tersedia, serta refleksi yang bermakna tentang bagaimana menggunakannya, misalnya memanfaatkan IT untuk mencari informasi dan lain sebagainya. 

 

Fleksibelitas.

Bersifat fleksibel, artinya guru harus bersedia menyesuaikan rencana pembelajaran dengan minat dan kebutuhan perkembangan anak. Jika anak-anak senang dengan permainan yang mereka mainkan, maka guru harus mampu mengintegrasikan pembelajaran dan capaian perkembangan sesuai minat tersebut. Contoh: guru merencanakan untuk kegiatan bercerita menggunakan buku cerita yang telah disediakan sebelumnya, namun pada saat yang bersamaan  anak juga ingin membicarakan tentang binatang peliharaannya. Maka di saat itu guru hendaknya mampu menyesuaikan kegiatan dengan minat dan ide anak untuk bercerita dengan tema binatang peliharaan dengan tetap melakukan scaffolding (dukungan), menggali kemampuan anak sesuai dengan perkembangan yang akan dicapai serta dapat “menangkap” kompetensi yang muncul.  

 

Ciptakan peluang untuk mengembangkan keterampilan 4 c

4C ( critical thinking, creative thinking, communicative, collaborative) yaitu keterampilan ini dapat didukung dengan memberikan kesempatan bagi anak untuk bereksplorasi di lingkungannya, memberikan fasilitas permainan yang mendukung perkembangan anak, memberikan kebebasan untuk anak berpendapat, memberikan kesempatan anak untuk memilih kegiatan yang disukai, dll.  

Penulis   : Ifina Trimuliana

Kurator  : Dona Piramita 

 

Referensi

Batelle for kids. 2019. 21 st century learning for earlychildhood guide. http://static.battelleforkids.org/documents/p21/P21EarlyChildhoodGuide.pdf

 

 

 

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar