Perbaikan Kualitas Guru PAUD Harus Jadi Prioritas

PAUDPEDIA --- Memperbaiki mutu guru harus jadi prioritas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam menyusun Peta jalan pendidikan 2020-2035. Hal itu harus dilakukan bila Indonesia mau belajar dari  Finlandia dan Jepang, dua negara dengan Pendidikan terbaik di dunia.

Menurut Sosiolog dan Pengajar Vokasi Universitas Indonesia (UI), Devie Rahmawati, Finlandia menjadi negara dengan pendidikan terbaik di dunia bukan dengan tiba-tiba, tetapi dimulai dari sebuah konsep yang disepakati 40 tahun lalu.

“Melalui legislatif, mereka bersepakat untuk memajukan bangsa melalui bidang sumber daya manusia (SDM) yang dituangkan dalam peta jalan pendidikan dengan fokus memperbaiki mutu guru, “ katanya dalam Rapat Dengar Pendapat Umum Panja Peta Jalan Pendidikan bersama Komisi X DPR, Kamis (12/11)

Menurut Devie, suka atau tidak suka, Indonesia harus belajar dari negara yang sudah berhasil menjawab tantangan-tantangan tersebut. Walaupun bukan berarti kedua negara tersebut tidak ada kekurangan dalam konteks regulasi dan aplikasinya.

Mutu guru, kata  Devie,  perlu dilatih guna memperluas metode pengajaran dan pendampingan terhadap anak. Pasalnya,  guru memiliki peran sebagai motivator dan evaluator, serta mempertajam dan mengarahkan anak. Peran ini tidak dapat digantikan oleh siapa pun untuk membentuk sumber daya manusia berkarakter.

Kata Devie pula, perbaikan mutu guru harus dimulai dari level paling bawah, yakni pendidikan anak usia dini (PAUD) dalam hal membentuk karakter anak. Pasalnya, dengan karakter atau soft skill yang baik, sumber daya manusia Indonesia akan dapat bersaing dan diterima industri.

Devie menjelaskan, karakter diperlukan karena itulah tantangan internal yang dibutuhkan selama ini berdasarkan hasil riset UI dengan responden 50 CEO yang diwawancarai pada 2018 dan 2019 tentang perilaku tenaga kerja muda di mata profesional.

Dari riset tersebut ditemukan fakta, tingkat kreativitas tenaga kerja muda sangat baik. Namun sayangnya, hal ini tidak sejalan dengan perilaku mereka ketika berada di lingkungan kerja. Hal ini membuat industri lebih tertarik untuk mempekerjakan anak Indonesia lulusan luar negeri dan anak dari daerah.

“Problemnya bukan karena sekolah di luar negeri, tetapi lulusan dari perguruan tinggi luar negeri ini mempunyai etos kerja luar biasa. Berbeda dengan lulusan kampus di Indonesia yang menilai dirinya terlalu tinggi, tetapi tidak mampu memberikan yang semestinya sesuai nilai gaji yang diberikan kepada mereka,” ucapnya.

Oleh karena itu, Devie menyebutkan, peran pendidikan sejak dini sangatlah penting. Selanjutnya, menurut dia, pemerintah harus fokus meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia secara bertahap di setiap jenjang sehingga semuanya ditangani dengan baik.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR, Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, kajian dari akademisi akan menjadi rekomendasi dan bahan pertimbangan Panja Peta Jalan Pendidikan Indonesia.

Penulis : Eko BH

Editor : Yanuar Jatnika

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar