Kunci Perubahan Karakter Bangsa Dimulai Sejak Anak Usia Dini

PAUDPEDIA -- Kunci perubahan paling mendasar dan permanen karakter suatu bangsa dimulai sejak anak usia dini. Indonesia tidak akan mampu bersaing diera globalisasi dunia jika tidak segera memberikan perhatian yang lebih  pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), terutama bagaimana membentuk karakter manusia Indonesia unggul dan berkarakter dimasa depan sejak dini.

Hal itu dikatakan Direktur Pendidikan Anak Usia Dini, Muhammad Hasbi dalam Webinar serial ketiga kerjasama Direktorat PAUD dengàn Institut Pertanian Bogor, akhir pekan lalu.

Penerapan pendidikan karakter pada anak usia dini, kata Hasbi, dapat dituangkan dalam program harian, yaitu tentang kepribadian anak, kemandirian, kedisiplinan, dan tanggung jawab sehingga anak siap mengikuti pada jenjang pendidikan selanjutnya dan masa dewasanya. "Kita siapkan generasi emas anak Indonesia lebih baik dengan karakter manusia Indonesia yang memiliki nilai luhur dan kuat jatidirinya sebagai bangsa Indonesia," ujarnya.

Namun, lanjut Hasbi, harus diakui, selama pandemic Covid-19, terjadi kesenjangan capaian pendidikan dan capaian pembelajaran anak secara akademik. Bahkan, menurutnya, dalam diskusi dengan sejumah guru yang lakukan secara virtual,  terungkap bahwa karakter peserta didik juga mengalami deviasi.

“Ini yang menjadi pekerjaan rumah kita bersama," ujarnya.

Webinar serial ketiga ini mengusung tema Strategi Penguatan Pendidikan Karakter Melalui PAUD. Pembicara lain dalam acara itu Direktur Penguatan Pendidikan Karakter Kemdikbud, Dr Hendarman, pakar pendidikan UPI, Prof Dr Kamil Abdul Hakam.

"Fenomena baru yang terjadi ini harus segera dicarikan solusinya oleh para pendidik. Perubahan perilaku atau karakter yang terjadi dimasa pandemi ini saya harapkan lewat webinar ini dapat dirumuskan bagaimana strategi yang tepat yang dapat diambil dan segera diimplementasikan dilapangan. Saya rasa ini menjadi tanggungjawab kita bersama untuk memberikan perhatian terhadap hal ini," ujarnya.

 

Penulis : Eko BH

Editor    : Yanuar Jatnika

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar