Menilai AUD ABK Sesuai Kekhususannya

PAUDPEDIA- Menilai perkembangan seorang anak didik merupakan salah satu komponen dalam proses Pendidikan. Begitu pula halnya dalam proses pendidikan terhadap  anak didik jenjang PAUD dengan kecenderungan berkebutuhan khusus (ABK).

Menurut Leliana Lianty,  staf pengajar pada Program Studi Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta, menilai perkembangan ABK di jenjang PAUD pada dasarnya sama seperti menilaian perkembangan anak lainnya. Namun, hasil penilaiannya tidak dibandingkan dengan STPPA (Standar Tingat Pencapaian Perkembangan Anak Usia Dini) seperti halnya di sekolah umum, tetapi membandingkan perkembangan anak yang sama namun dari suatu kurun waktu ke kurun waktu berikutnya.

Dalam menilai AUD ABK, kata Leliana, STPPA hanya dipergunakan sebagai acuan untuk mengukur seberapa jauh/dekat perkembangan aktual anak dengan perkembangan normatif pada rentang usianya.

Menilai AUd ABK juga tidak bisa dengan membandingkan dengan perilaku anak lain atau pada kriteria standar tertentu.

“Di akhir semester, guru memberikan status perkembangan dengan nilai seperti BB ( Belum Berkembang); MB ( Mulai Berkembang); BSH ( Berkembang Sesuai harapan) ; BSB ( Berkembang Sangat Baik ), “kata Leliana dalam bimbingan Teknik terhadap PAUD yang mempunyai layanan AUD ABK pada pertengahan September 2020 lalu secara virtual.

Begitu pula dengan poin-poin penilaian, menurut Leliani, mencakup semua sasaran yang sama seperti dilakukan pada anak lainnya, namun ditambah dengan kekhususan yang dimiliki oleh anak sebelum dan setelah Proses Pembelajaran Individual (PPI).

Ada beberapa prinsip yang harus dipegang guru dalam menilai AUD ABK, yakni :

  1. Mendidik : Memotivasi, mengembangkan, dan membina anak agar tumbuh dan berkembang secara optimal.
  2. Berkesinambungan ; Terencana, bertahap, dan terus-menerus untuk mendapatkan gambaran tentang pertumbuhan dan perkembangan anak.
  3. Objektif : Prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilai sehingga menggambarkan data atau informasi yang sesungguhnya.
  4. Akuntabel : Sesuai dengan prosedur dan kriteria yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan.
  5. Transparan : Sesuai dengan prosedur dan hasil penilaian dapat diakses oleh orang tua dan semua pemangku kepentingan yang relevan.
  6. Sistematis : Teratur dan terprogram sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan anak dengan menggunakan berbagai instrumen.
  7. Menyeluruh : Mencakup semua aspek perkembangan anak baik moral dan nilai-nilai agama, sosial-emosional, kemandirian, berbahasa, kognitif, fisik/motorik, dan seni, baik pada anak berkebutuhan khusus maupun anak pada umumnya.
  8. Bermakna : Bermanfaat bagi anak, orang tua, guru, dan pihak lain yang relevan

Baca Juga :

Langkah penilaian

Menurut Leliana, menilai AUD ABK harus dilakukan secara otentik. Artinya, berdasarkan fakta, dilakukan saat anak dalam proses pembelajaran, dan dilakukan secara alami dengan kondisi yang direncanakan guru.

 

Langkah pertama, kata Leliana,adalah mengumpulkan data yang terdiri dari :

  1. Catatan anekdot, yakni catatan seluruh perkembangan anak selama mengikuti kegiatan pembelajaran dari waktu ke waktu ;
  2. Hasil karya, yakni hasil kerja anak dapat berupa coretan, gambar, tulisan, lukisan, hasil lipatan, dan sebagainya ; :
  3. Ceklis, yakni memuat indikator pencapaian perkembangan yang sudah ditetapkan di dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH)

 

“Data-data tersebut dikumpulkan secara harian yang lantas diolah atau dianalisa, dibuat kesimpulan, dan terakhir diputuskan yang lantas dilaporkan, baik ke kepala sekolah, guru, dan ke  orang tua siswa, “tambahnya.

Penulis                        : Yanuar Jatnika

 

 

 

 

 

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar