Pahami Strategi Pendampingan pada Anak dengan Hambatan ADHD

Paudpedia- Ayah, Bunda, dan Sobat PAUD, tentunya  pahamkan, bahwa di sekitar kita ada anak yang berkecenderungan ADHD (Attention Defisit Hyperactivity Disorder) atau anak yang memiliki hambatan pemusatan perhatian, mudah teralihkan, hiperaktifitas, dan impulsif dalam perilakunya, yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan sebagian besar aktivitas hidup mereka.

Anak dengan kecenderungan ADHD juga punya hak yang sama dengan anak-anak lainnya, termasuk dalam bidang Pendidikan. Ya…mereka juga punya hak yang sama untuk bisa bersekolah. Bisa di sekolah luar biasa, sekolah umum atau sekolah inklusi.

Tentunya, untuk anak dengan kecenderungan ADHD ada strategi atau metode pembelajaran tersendiri yang berbeda dengan yang biasa diberikan pada anak-anak lainnya.

Menurut Leliana Lianty, pengajar pada Program Studi Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta, strategi pembelajaran yang dapat diterapkan untuk anak dengan hambatan ADHD adalah dengan memvisualkan jadwal kegiatan dalam bentuk foto atau gambar yang jelas.  Di dalam jadwal visual itu, terdapat peraturan yang telah disepakati bersama antara guru dan anak.

“Peraturan yang disepakati harus jelas dan disertakan dengan penghargaan serta sanksinya apabila anak melanggar peratutan yang telah disepakati Bersama, “kata Leliana dalam Bimbingan Teknik (Bimtek) terhadap ratusan lembaga PAUD yang menangani ABK. Kegiatan itu digelar Direktorat PAUD Kemdikbud pada 18 September 2020 lalu.

Baca juga : Yuk Mengenali Tipe-tipe Anak dengan Kecenderungan ADHD

Dalam  penerapan aturan itu, lanjut Leliana, harus hati-hati,  tetapi bersifat langsung (segera setelah kejadian) dan tidak memicu perlawanan dari anak ADHD. “Berikan pemahaman fakta-fakta perilaku melanggar yang telah dilakukan anak tersebut secara jelas, “jelas Leliana.

Ada beberapa panduan yang bisa diterapkan guru dalam melakukan pendampingan terhadap ABK  kategori ADHD di jenjang PAUD, yakni :

  1. Berikan intruksi dengan singkat dan jelas
  2. Hindari pengulangan instruksi
  3. Buatlah daftar perilaku yang menjadi prioritas yang perlu dicapai oleh anak, sebagai contoh: mampu menghindarkan diri dari bahaya, tidak bertindak agresif, menyelesaikan tugas
  4. Fokuskan pada hal-hal positif, hal ini untuk meningkatkan rasa percaya diri anak, beri perhatian lebih pada keunggulan anak dan saat-saat ia melakukan tingkah laku positif.
  5. Berikan reward dan penghargaan atas usaha-usaha yang telah ia lakukan walaupun hasilnya belum sesuai target. 
  6. Menggunakan ‘time out’ ketika anak menunjukkan perilaku yang tidak  sesuai disaat proses pembelajaran berlangsung dengan menempatkan anak pada area tertentu yang telah disiapkan.

Guru juga mesti memahami, bahwa faktor lingkungan memiliki peranan penting dalam mengoptimalkan kemampuan anak ADHD. Karena itu, agar pembelajaran terhadap anak ADHD bisa tepat sasaran, guru dapat memodifikasi lingkungan, seperti penataan ruang, pengaturan waktu, dan penentuan suara dan warna,  serta pemilihan makanan.

Agar potensi anak ADHD bisa berkembang maksimal, maka perlu dilakukan strategi afektif dan fisik, yakni

  • Mengarahkan penyaluran energi yang dimiliki oleh anak ADHD ke arah seni ekspresif (menari, melukis, drama, dan kegiatan lainnya yang diminati oleh anak),
  • Memberikan imaji positif dengan menghindari pemberian label pada anak.
  • Strategi fisik, dengan mengijinkan anak untuk bergerak dengan tepat, mengajarkan keterampilan relaksasi fisik, mengkombinasikan strategi fisik dengan strategi visual yang melibatkan citra kinestetik

 

Prosedur Pembelajaran Anak ADHD

Dalam memberikan pembelajaran untuk anak dengan hambatan ADHD, harus memperhatikan beragam aspek multisensor, artinya melibatkan beragam alat  indranya,  seperti penglihatan, pendengaran, rabaan, penciuman dan rasa, sehingga sinkronisasi dari aktivasi alat sensor tersebut menunjang kebermaknaan pembelajaran pada anak-anak ini.

Anak ADHD juga akan mampu menangkap materi pembelajaran bila dilakukan variasi materi dalam bentuk gambar, video, grafik, peta, rekaman suara, dan sebagainya.

“Yang paling penting, lakukan berdasarkan pada diagnosis yang tepat sesuai dengan kebutuhan siswa, “kata Leliana yang mengutip dari John M. Dunn dan Carol A. Leirschuh.

Menurut Leliana, guru harus menciptakan bagaimana membuat belajar menjadi mudah bagi anak ADHD. Hal itu dapat  dilakukan guru dalam memberikan akomodasi ini dengan mengubah kelas. Manajemen kelas untuk memudahkan anak ADHD dapat dilakukan dengan cara:

  • Tempat duduk anak ADHD dijauhkan dari jendela atau pintu
  • Aturlah tempat duduk anak ADHD di depan meja guru
  • Anak duduk dengan formasi setengah lingkaran dengan fokus pada guru.

Dalam memberikan instruksi, kata Leliana, guru bisa menyampaikan materi berulang-ulangtapi dengan kata atau kalimat yang singkat dan jelas. “Untuk memperkuat instruksi, bisa digunakan bantuan grafik, gambar, kode warna, “ujar Leliana.

Karena anak ADHD punya keterbatasan dalam hal konsentrasi, maka sebaiknya guru mengurangi jumlah tes yang berbatas waktu. Maksudnya, guru tidak membatasi waktu secara ketat pada anak ADHD dalam menyelesaikan tugasnya.

“Guru dapat menerima setiap pekerjaan anak ADHD sesuai dengan kesepakatan waktu yang telah ditetapkan, dan guru harus memberikan nilai terpisah untuk setiap tugas terpisah, “kata Leliana

Penulis  : Ifina Trimuliana

Editor   : Yanuar Jatnika

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar