Yuk Mengenali Tipe-tipe Anak dengan Kecenderungan ADHD

Paudpedia—Ayah Bunda dan sobat PAUD, mungkin diantara Anda ada yang pernah melihat atau mendengar tentang anak yang ngga bisa diam, selalu bergerak, tak bisa konsentrasi, dan perhatiannya selalu berubah-ubah dalam waktu bersamaan. Dalam dunia psikologi, anak seperti itu bisa digolongkan anak berkebutuhan khusus (ABK) kategori ADHD atau Attention Defisit Hyperactivity Disorder.

“Anak dengan kecenderungan ADHD ini memiliki hambatan pemusatan perhatian, mudah teralihkan, hiperaktifitas, dan impulsif dalam perilakunya, yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan sebagian besar aktivitas hidup mereka, ‘kata Leliana Lianty, pengajar pada Program Studi Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta.

Hal itu dikatakan Leliana dalam Bimbingan Teknik (Bimtek) terhadap ratusan lembaga PAUD yang menangani ABK. Kegiatan itu digelar Direktorat PAUD Kemdikbud pada 18 September 2020 lalu.

Ada beberapa istilah yang berkaitan dengan ADHD. Salah satunya adalah ADD atau Attention Defisit Disorder yang berarti gangguan pemusatan perhatian. Dalam bahasa Indonesia, ADHD disebut dengan GPPH yaitu Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktifitas.

Berdasarkan American Psychiatric Assosiation (DSM IV), ADHD dibagi menjadi 3 type, yaitu:

  • ADHD- Inattentive, tanpa hiperaktifitas, yakni anak yang memiliki hambatan atau kesulitan dalam memusatkan perhatiannya.
  • ADHD-hyperactive-impulsive, yakni anak yang memiliki hambatan hiperaktif -impulsif menunjukkan gerakan yang berlebihan. Mereka kesulitan untuk mengontrol dan melakukan koordinasi dalam aktivitas motoriknya. Mereka sulit untuk memberikan prioritas kegiatan, sulit untuk mempertimbangkan atau memikirkan terlebih dahulu perilaku yang akan ditampilkannya.
  • ADHD-kombinasi. Merupakan gabungan dari type ADHD-inattentive dan ADHD- Hyperactive-impulsive

Menurut Leliana, ada enam ciri-ciri yang muncul dalam waktu paling sedikit 6 bulan yang bersifat maladaptive dan inconsistent, yakni :

Kurang konsentrasi

  • Sering gagal memperhatikan hal yang rinci atau ceroboh dalam membuat tugas sekolah dan aktifitas lain.
  • sering sulit memperhatikan perhatian dalam tugas atau bermain
  • sering tampak tidak mendengar ketika diajak berbicara ?
  • sering tidak mengikuti intruksi dan gagal menyelesaikan pekerjaan sekolah atau tugas
  • sering gagal mengorganisir tugas dan aktifitas
  • sering menghindar, tidak suka atau enggan mengerjakan tugas yang memerlukan ketekunan, mudah terganggu oleh stimulasi dari luar
  • Kehilangan atau tertinggal barang-barang penting yang dimilikinya
  • Mudah terganggu atau teralihkan perhatiannya oleh setiap rangsang yang diterimanya seperti matanya harus fokus, badannya perlu tegak untuk menopang kepala, leher serta mata agar tegak dan fokus, tubuhnya diam tidak banyak bergerak.
  • Sering lupa dalam aktivitas sehari-hari.?

Baca juga : 

Pahami Strategi Pendampingan pada Anak dengan Hambatan ADHD

 

Hiperaktif

  • Sering gelisah baik tangan atau kakinya, di tempat duduknya ?
  • Sering meninggalkan bangkunya di sekolah ?
  • Sering lari dan memanjat berlebihan ?
  • Sering sulit bermain dan terlibat aktivitas santai secara tenang ?
  • Sering tampak bertindak bagai didorong    mesin ?
  • Sering bicara berlebihan

Impulsif

  • Sering menjawab sebelum pertanyaan selesai
  • Sulit menunggu giliran
  • Sering menyela atau memotong pembicaraan atau aktivitas orang lain .

Penulis : Ifina Trimuliana

Editor  : Yanuar Jatnika

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar