Kenali, Apakah Anak Anda Siap untuk Bersekolah

Paudpedia-- Ayah Bunda dan sobat PAUD, kesiapan bersekolah bagi anak usia dini  sangat penting diperhatikan oleh orang tua sebelum memasukkan anaknya ke sekolah dasar. Pada dasarnya, ada tiga komponen atau lingkup dalam kesiapan bersekolah, yaitu  lingkup anak, keluarga dan kesiapan sekolah menerima anak.

Berikut ini akan kita bahas kesiapan bersekolah dari lingkup anak itu sendiri.  Kesiapan anak bersekolah akan membantu anak untuk beradaptasi menerima lingkungan belajar. Biasanya kesiapan ini dapat dilihat dariaspek kognitif, aspek sosial emosional, bahasa dan aspek perkembangan lainnya.

Kesiapan anak bersekolah menyiratkan anak bersiap untuk berhasil di sekolah  yang ditentukan oleh berbagai perilaku dan kemampuan dasar sebagaimana berikut ini:

Perkembangan kognitif mengacu pada bagaimana proses berpikir, kecerdasan dan bahasa berubah seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan anak. 

Bahasa, seperti:

  • Memahami ucapan atau instruksi dari guru
  • Mengungkapkan keinginannya dengan menggunakan kata-kata

Kemampuan Memecahkan Masalah, seperti:

  • Menyelesaikan masalah dengan yakin dan percaya diri berdasarkan hasil telaah atau kajian dari pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh sebelumnya
  • Mengetahui dan memahami fungsi suatu benda, serta menggunakan sesuai dengan aturan berdasarkan informasi yang diperolehnya.

Kemampuan Berpikir Logis, seperti:

  • Mengenal perbedaan
  • Mengklasifikasi dan mengurutkan benda
  • Mengenal pola minimal 4 jenis
  • Mengenal sebab akibat
  • Menunjukkan inisiatif
  • Menyusun perencanaan

Kemampuan Berpikir Simbolik, seperti:

  • Memahami dan menggunakan simbol yang mana banyak terlihat saat bermain peran, seperti menggunakan sapu sebagai kuda
  • Menyebutkan lambang bilangan secara urut
  • Menggunakan lambang bilangan untuk menghitung, mencocokkan dan menuliskannya.
  • Mengenal berbagai macam lambang huruf, dan merangkai beberapa huruf menjadi kata.
  • Merepresentasikan berbagai macam benda dalam bentuk gambar atau tulisan

 

Baca juga :

 

Perkembangan Fisik dan Senso-motorik

Perkembangan fisik dan senso-motorik merupakan proses perkembangan yang berkesinambungan pada pembentukan tulang, tumbuh kembang gerakan otot-otot dan saraf sesuai dengan rentang usianya yang akan memengaruhi keterampilan anak dalam bergerak.

Aspek perkembangan ini mencakup dua keterampilan, yaitu: keterampilan motorik kasar dan motorik halus. Tujuan dikembangkannya aspek fisik dan senso-motorik adalah agar anak siap untuk menjalankan kegiatan.

Keterampilan Motorik Kasar, seperti:

  • Duduk tegak
  • Berjalan lurus dan bervariasi
  • Lari dan lompat
  • Melempar dan menangkap bola
  • Menggunakan tongkat untuk memukul bola

 Keterampilan Motorik Halus, seperti:

  • Menulis dengan tiga jari
  • Membuat garis vertikal, horizontal, lengkung kiri/kanan, miring kiri/kanan, dan lingkaran
  • Menggunting sesuai pola

 

Perkembangan Sosial-Emosional

Perkembangan sosial emosional mengacu pada kemampuan anak untuk memahami, mengelola dan mengekspresikan emosi secara lengkap namun tidak berlebihan, baik emosi positif maupun emosi negatif, mampu menjalin hubungan dengan anak lain dan orang dewasa di sekitarnya, serta secara aktif belajar mengeksplorasi lingkungan 

Kesiapan Sosial, seperti:

  • Menunjukkan perilaku bertanggung jawab
  • Berinteraksi secara aktif dengan anak-anak lain
  • Menunjukkan perilaku prososial atau mau membantu orang lain
  • Menunjukkan keberanian untuk mengeksplorasi lingkungan

Kesiapan Emosional, seperti:

  • Mengenali emosi sesaat yang dirasakan
  • Berusaha mengelola emosi dan mengekspresikannya dengan cara yang dapat diterima oleh lingkungan (misalnya mengekspresikan rasa kecewa, marah, sedih, senang dengan cara yang tidak berlebihan)

 

Baca juga:

 

Sikap Belajar

Sikap belajar mencakup rasa ingin tahu, kreativitas, kemandirian, dan ketekunan belajar

  • Menunjukkan rasa ingin tahu terhadap hal-hal baru.
  • Berusaha menyelesaikan tugas yang diberikan dengan baik
  • Memusatkan perhatiannya ketika melakukan aktivitas
  • Menunjukkan semangat berprestasi

Ketiga dimensi tersebut penting dan harus bekerja sama satu sama lain. Sehubungan dengan sekolah kesiapan, masa transisi diartikan sebagai penyesuain anak pindah dari jenjang PAUD ke jenjang SD dan menyesuaikan diri dengan pembelajaran baru di sekolah tersebut. Maka lingkungan keluarga belajar untuk bekerja dengan sistem sosiokultural (yaitu pendidikan), dan sekolah. 

Menjelang dimulainya sekolah beberapa aktivitas yang dapat diberikan pada anak

  • Tingkatkan harapan anak tentang tugas perawatan diri seperti berpakaian, buang air, makan, dan bersiap untuk meninggalkan rumah. Berikan hanya 'bantuan' verbal daripada fisik untuk menyelesaikan tugasnya
  • Keterampilan sosial: Dorong anak untuk mengembangkan hubungan dengan teman sebaya, dan mengatur 'area bermain' yang sesuai untuk praktek interaksi sosial di mana orang dewasa secara aktif memfasilitasi latihan bermain ini.
  • Buku: bimbing anak untuk mempersiapkan mereka melek huruf
  • Mulailah mempersiapkan anak untuk sekolah pada usia 4 tahun dengan berbicara tentang ekspektasi di sekolah, perilaku yang sesuai, dan secara teratur terlibat dalam kegiatan 'duduk'.
  • Kolaborasi: Bekerja samalah dengan guru prasekolah anak untuk mengidentifikasi tanda-tanda atau perkembangan anak sehingga dapat ditargetkan sebelum anak mulai bersekolah.
  • Gunakan visual (seperti jadwal dengan gambar menarik) untuk membantu anak memahami rutinitas hari mereka baik di rumah maupun di prasekolah (taman kanak-kanak).
  • Tamasya: Persiapkan anak untuk tamasya sekolah dengan pergi ke tempat-tempat seperti perpustakaan, kebun binatang, pusat perbelanjaan dan bantu anak untuk memahami perilaku yang sesuai di lingkungan ini. Kunjungan ke tempat bermain sekolah,  toilet dan pintu ruang kelas pada akhir pekan atau selama liburan sekolah sebelum sekolah mulai juga dapat membantu untuk membiasakan anak dengan lingkungan sekolah.
  • Pengembangan keterampilan motorik halus:  mengembangkan keterampilan ini akan memungkinkan anak untuk berpartisipasi dalam kegiatan dengan lebih mudah. Hal ini dapat dilakukan melalui berlatih memotong, mewarnai, menggambar, dan menulis nama mereka.  

 

Referensi 

UNICEF. 2017. School readiness A Conceptual Framework.

Kids Sense. https://childdevelopment.com.au/areas-of-concern/school-readiness/ 

 

Penulis  : Ifina Trimuliana

Editor   : Yanuar Jatnika

Kurator : Dona Paramitha     

 

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar