Mendongeng itu Gampang dan Murah, Tapi Dampaknya Luar Biasa

Paudpedia- Ayah bunda, pernahkah mendongeng untuk anak-anak di rumah? Banyak lho manfaatnya, dan mudah melakukannya. Tidak percaya? Coba dengar apa yang dituturkan oleh Indriyani, seorang ibu dari Ananda Nasywa Aisyah, siswa PAUD Rumah Kreatif Wadas Kelir, Purwokerto, Jawa Tengah.

Indriyani menjadi narasumber perwakilan orang tua pada Webinar Orang Tua Berbagi : Sekolahku Rumahku Episode 9 yang digelar Direktorat Pembinaan PAUD, Kemdikbud, pada 12 September lalu.

Menurut Indriyani, kebiasaan mendongeng pada Nasywa sebenarnya dimulai dari sekolah anaknya di PAUD Rumah Kreatif Wadas Kelir.

“Rumah Kreatif Wadas Kelir ini merupakan gudangnya buku bacaan anak, dan ada program peminjaman buku cerita untuk dibacakan pada anak di rumah. Ini menjadi kegiatan rutin dan akhirnya saya terbiasa mendongeng pada anak, “kata Indriyani.

Namun, dalam mendongeng, Indriyani tidak terpaku hanya pada buku cerita. Ia juga kerap menggunakan berbagai alat peraga.Salah satunya yang selalu digunakan tatkala mendongeng adalah boneka berbentuk wayang karakter yang dibuat sendiri dari kain flanel. “Gampang dibuatnya, dan gampang dimainkan saat mendongeng pada anak, “ujarnya.

Baca juga :

Mendongeng pun dilakukan Indriyani tidak asal mendongeng, tapi ada tahapannya. Pertama atau pembukaan dilakukan Indriyani dengan mengenalkan judul buku, warna cover buku, gambar di cover buku dan sebagainya. Berikutnya adalah baru mendongeng sesuai isi buku. Pada tahapan inilah, mendongeng dilakukan sambal divisualkan dengan alat peraga juga sambil tanya jawab.

Pada tahapan terakhir, anak-anak diminta menjawab pertanyaan Indriyani tentang isi cerita dan anak diminta untuk menceritakannya Kembali. “Dalam mendongeng itu, saya sedikit memberikan pengenalan mengenai warna, bentuk, huruf, angka, dan sebagainya, “kata Indriyani.

Saat mendongeng itu juga, indriyani mengenalkan karakter yang ada dalam cerita. Misalnya ada karakter baik, bagaimana dampaknya terhadap orang lain dan lingkungan. Sebaliknya kalau karakter buruk, apa resikonya.

“Agar menarik, kita harus mendongeng dengan suara yang nyaring, intonasi yang bervariasi, misalnya bagaimana kalau marah, bagaimana kalau menangis, dan lainnya. Kita harus kreatif memainkan ekspresi wajah, Gerakan tangan, atau menggunakan alat peraga, di selang-selingi dengan tanya jawab, “jelasnya.

Indriyani mengaku sungguh kaget dan terpesona, ternyata dampak membacakan buku cerita atau mendongeng itu sangat kuat pada anak. Dikatakannya, mendongeng dapat membentuk karakter anak sesuai yang orang tua inginkan. “ Reaksi anak saya saat saya mendongeng, anak jadi lebih ekspresif, menjadi tenang, senang bertanya dan lebih fokus, “tambahnya.

Dampak berikutnya, terjalin kedekatan dengan anak, imajinasi anak berkembang, kosa kata anak bertambah, mampu mengaktualisasikan karakter tentang diri, dan perhatian yang lebih baik.

Indriyani mengatakan, bahwa mendongeng merupakan salah satu metode yang ampuh untuk mentransfer nilai-nilai edukasi tanpa menggurui. “Saya mengajak para orang tua untuk mendongeng atau membacakan buku pada anak-anak sedini mungkin sebab manfaatnya banyak sekali, “ujarnya. Yanuar Jatnika

 

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar