Tips Menstimuli Anak Usia Dini untuk Menjadi Ilmuwan

Anggunpaud--Percayakah Anda, bahwa setiap anak punya bibit-bibit sebagai ilmuwan? Kegiatan bermain yang biasa dilakukan anak-anak usia dini, mencoba-hal-hal baru, memegang dan meraba segala sesuatu, membangun benteng dari kardus, masak-masakan, bermain pasir, bermain cairan-cairan, dan sebagainya, bukankah itu awal dari kegiatan seorang ilmuwan?

"Saat bermain, anak-anak menyelidiki dunia di sekitar mereka, bereksperimen, menemukan sesuatu, dan membangun teori tentang dunia di sekitarnya. Mereka juga lantas membangun keterampilan untuk mengeksplorasi dunia, "kata Ella Yulaelawati, pendiri dan pimpinan Yayasan Rumah Komunitas Kreatif, dalam sebuah webinar yang digelar Direktorat PAUD, Kemdikbud, beberapa waktu lalu.

Anak-anak juga mrembangun keterampilan ilmiah dengan melihat apa yang dilakukan anak yang lain dan orang dewasa, mencobanya, menirunya, dan mengajukan pertanyaan.
Menurut mantan direktur PAUD itu, berbagai penelitian membuktikan, pengalaman saat anak usia dini dalam melakukan kegiatan sains berkorelasi dengan keberhasilan sekolah.

Baca juga :

Agar apa yang dilakukan anak itu memotivasi anak untuk terus melakukan penelitian dan akhirnya menjadi ilmuwan yang sebenarnya kelak saat dewasa, Ella menyarankan beberapa hal penting yang harus dan bisa dilakukan orang tua.

Pertama, membiarkan anak melakukan ekplorasi dan menyediakan materi yang mendukungnya. Orang tua dapat memfasilitasi pertemuan beberapa anak usia dini, semua anak berkomunikasi menjelaskan misalnya fenomena ala, seperti hujan, panas, dan lainnya, atau daur hidup ulat menjadi kupu-kupu;

Kedua, orang tua dapat memberi isyarat, mendorong, mempertanyakan, mempercontohkan, berdiskusi dan menceritakan;

Ketiga, mengamati apa yang dilakukan anak, mengajukan pertanyaan, dan mendorong kreativitas;

Keempat, orang tua perlu membantu memperkuat pengetahuan, memperbaiki salah konsep, dan memperluas pemikiran anak-anak. Misalnya, saat anak membuat pesawat dari kertas, orang tua dapat mengajukan pertanyaan: Bagaimana agar pesawat bisa terbang lebih jauh? atau dapatkah membuat pesawat yang lebih mirip aslinya? Bantulah anak-anak melakukan penelitian, dan percobaan lebih lanjut;

Kelima, berikan dorongan dengan mengajukan beberapa pertanyaan, seperti :
-Apa yang sedang kamu kerjakan?
-Apa yang kamu perhatikan?
-Percobaan apa yang kamu lakukan?
-Apa yang terjadi bila.......?
-Bagaimana kalau.......?
-Apa yang akan dilakukan berikutnya ?
-Apa yang berbeda untuk kedua kalinya?
-dan sebagainya****

Yanuar Jatnika

 

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar