Peringatan HAI 2020 Berikan Apresiasi Kepada Pegiat, Tokoh Publik, Aktivis dan Pemerintah Daerah

Anggunpaud- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan apresiasi kepada sejumlah pegiat, tokoh masyarakat, aktivis sosial hingga pemerintah daerah yang dinilai berjasa serta berkontribusi terhadap program keaksaraan atau literasi.

Pemberian penghargaan akan dilakukan secara virtual pada puncak peringatan HAI 2020 yang dilaksanakan di Taman Mini Indonesia Indah, Selasa (8/9).
Rangkaian pelaksana HAI di Indonesia dilakukan dalam kegiatan Festival Literasi Indonesia (FLI) 2020 yang merupakan kegiatan kolaborasi antara Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Juga bekerja sama dengan Forum Taman Bacaan Masyarakat, pegiat literasi, sastrawan serta elemen masyarakat lainnya.

Penyelenggaraan FLI 2020 mengangkat tema “Pembelajaran Literasi pada Masa Pandemi, Momentum Perubahan Paradigma Pendidikan” sesuai dengan tema UNESCO yang menyoroti perubahan peran pendidik dan pedagogi dalam program literasi anak muda/remaja dan orang dewasa.

Literasi masa Pandemi Covid-19
UNESCO telah merilis tema besar Hari Aksara Internasional 2020 yang berfokus pada pengajaran dan pembelajaran literasi pada masa krisis COVID-19 dan setelahnya dengan fokus pada peran pendidik dan perubahan pedagogi. Pembelajaran literasi dalam perspektif pembelajaran seumur hidup menjadi sorotan UNESCO pada Hari Aksara Internasional tahun ini. Oleh karenanya, anak muda/remaja dan dewasa menjadi fokus dalam mempersiapkan pembangunan berkelanjutan untuk pendidikan.

Bagi UNESCO, permasalahan metodologi pengajaran dan pedagogi merupakan jantung dari program yang sukses. Ada beragam model pedagogis untuk literasi anak muda dan orang dewasa yang bisa diambil pelajaran. Misalnya, keefektifan pendekatan pedagogis yang berpusat pada peserta didik yang mengenali kebutuhan belajar khusus orang dewasa.Teori humanistis andragogi yang dicontohkan Malcolm Knowles, secara luas diakui oleh pembuat kebijakan, praktisi dan peneliti.

Program literasi yang akan datang juga dapat mengambil manfaat dari pengembangan teknologi dan ilmiah, termasuk pengajaran dan pembelajaran yang didukung teknologi digital dan pengadopsian pengetahuan dan wawasan terbaru yang dihasilkan dalam berbagai bidang seperti sains kognitif.

Pada akhirnya, UNESCO akan memberikan kesempatan untuk merenungkan dan membahas bagaimana metodologi pengajaran dan pedagogi yang inovatif dan efektif dapat digunakan dalam program-program literasi anak muda dan orang dewasa untuk menghadapi pandemi ini dan setelahnya pada Hari Aksara Internasional 2020. Eko/Yanuar

 

 

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar