Belajar Seni Kriya, Cara Siswa PAUD Belajar Selama Pandemi Covid-19

AnggunPaud- Kebijakan pemerintah agar para siswa di semua jenjang pendidikan melakukan proses pembelajaran dari rumah merupakan salah satu cara memutus mata rantai penularan virus Corona. Dalam proses belajar dari rumah tersebut, kerjasama guru dan orang tua mutlak perlu. 
 
Di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini(PAUD), kegiatan belajar tentu saja dilakukan melalui bermain untuk mengembangkan seluruh aspek perkembangan, sensori motor, karakter dan keterampilan lainnya pada anak.
 
Salah satu kegiatan belajar melalui bermain yang menyenangkan bagi anak adalah Seni kriya. Kegiatan ini menghasilkan karya seni dengan menggunakan tangan melalui beragam media-media seni. 
 
 
Kegiatan seni kriya dapat merangsang seluruh aspek perkembangan termasuk pengembangan konsep diri, kemampuan kerjasama, kolaborasi, identitas budaya dan apresiasi. Seni kriya itu mencakup :
 
  1. Membuat patung dari bahan-bahan yang gampang diperoleh di rumah seperti batu-batu kecil, tusuk gigi, kardus bekas, roll tisue, ranting dan lain-lainnya ;
  2. Menghasilkan seni kriya dengan berbagai bentuk balok. Bahannnya juga gampang di dapat di rumah, seperti potongan kayu, triplek, sponge (Busa), tutup botol, lego, pipa paralon bekas, dan sebagainya;
  3. Melukis dengan alat atau dengan jari. Manfaatkan seperti sponge, bulu ayam, korek telinga (cotton bud), daun/ranting pohon, benang pelepah pisang, batu-batuan, kulit kerang. Gunakan juga krayon, cat air, pewarna makanan, spidol, arang, dll. Sebagai medianya, bisa memanfaatkan kertas, kardus bekas, daun pisang, daun-daun kering, kain perca, atau papan/triplek bekas
  4. Berkreasi dengan tanah liat dan pasir. Kalau tidak ada tanah liat, bisa menggunakan playdough buatan pabrik atau buatan guru/orang tua, tepung terigu dan lain sebagainya.
 
Baca Juga : Bibit Sikap Ilmuwan Jika Anak Banyak Bertanya atau Membongkar Mainan.

 

Agar anak-anak bersemangat, orang tua hendaknya merespon positif apapun hasil karya anak. Beberapa hal yang dianjurkan untuk dilakukan guru atau orang tua ;

  1. Berikan anak kebebasan dalam berkarya.
  2. Dampingi anak.
  3. Sepakati aturan dalam bermain, misalnya berbagi bahan dengan teman/adik/kakak, bergantian menggunakan alat dan bahan dan beres-beres setelah bermain
  4. Berikan pujian sesuai dengan yang anak kerjakan.
  5. Gunakan kalimat positif ketika berkomunikasi dengan anak
  6. Jangan mencela hasil karya anak. Menerima, memahami dan merespon positif apapun yang anak hasilkan. Respon ini menandakan bahwa guru/orang tua memberikan kesempatan penuh kepada anak untuk merefleksikan ide dan imajinasinya yang unik.
  7. Ajak anak untuk mengapresiasi hasil karyanya dan hasil karya teman/adik/kakaknya
  8. Dengarkan dengan seksama cerita anak akan hasil karyanya, tentang apa yang dia lihat, pikirkan, dan rasakan. Hal ini akan membantu guru/orang tua memahami dengan baik apa yang anak tahu dan pengalaman mereka tentang dunia sekitarnya 
  9. Gunakan kesempatan untuk bertanya di saat yang tepat. Pertanyaan yang guru/orang tua ajukan dapat membangun kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah sederhana pada anak
  10. Tunggu dan dengarkan jawaban dari anak. Guru/orang tua sebaiknya menunggu jawaban dari anak, jangan memberikan jawaban sendiri dan jangan mendesak anak untuk segera merespon.  
 
Penulis : Yanuar Jatnika
Kurator : Dona  Paramitha
 
Referensi :
Buku Saku “Bermain Seni Kriya”, Direktorat PAUD, 2020
 
 

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar