Situasi Sulit Akibat Covid-19, Anak Butuh Dukungan Psikologi Awal (DPA)

AnggunpaudWabah virus Korona atau Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia, sejak awal tahun 2020 lalu, menimbulkan situasi sulit bagi semua orang. Jutaan orang terdampak. Karyawan banyak mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), pengusaha besar dan kecil mengalami penurunan omzet sampai harus gulung tikar dan berbagai situasi sulit lainnya.

Situasi sulit itu menimbulkan suasana hati tidak nyaman. Orang tua kesulitan menjalankan peran sebagai orang tua. Penyebabnya bisa kesibukan pekerjaan, konflik dengan rekan kerja, pelanggan yang berkurang, kerugian usaha, gagal usaha dan yang lainnya akibat terdampak virus korona. Bahkan tak sedikit orang tua yang kehilangan pekerjaan, dan berkurangnya penghasilan. Disisi lain, anak juga harus berlajar dari rumah dan butuh pendampingan orang tua. Akibatnya, timbul ketidaksiapan membagi waktu antara bekerja di rumah, mengurus rumah tangga, dan mendampingi belajar anak

Situasi sulit itu tentunya menimbulkan suasana hati tidak nyaman yang menyebabkan timbulnya kepanikan, kekecewaan, kejenuhan, kecemasan dan ketakutan. Akibat lanjutannya emosi mudah tersulut. Marah tanpa sebab, kelelahan fisik dan psikis dan kebingungan menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi.

Tak hanya orang tua, anak juga mengalami hal yang sama. Anak mengalami kebosanan karena tidak bisa ketemu teman dan harus tinggal di rumah karena aktivitas di luar dibatasi.

Berlarut-larutnya situasi tidak nyaman tersebut menimbulkan ketegangan. Suasana hati tidak stabil, emosi mudah meledak, dan perasaan-perasaan negatif lainnya, baik bagi orang tua maupun bagi anak-anak.

Dalam situasi sulit seperti itulah, perlu ada orang yang memberi dukungan moril agar situasi sulit itu bisa dilewati. Inilah yang disebut Dukungan Psikologi Awal (DPA). “Dukungan Psikologis Awal (DPA) merupakan bentuk  dukungan yang diberikan seseorang kepada orang lain agar mampu menghadapi masalah atau situasi sulit, “kata Psikolog Nana Maznah, dan Webinar Orang Tua Berbagi episode III bertajuk : “Dukungan Psikologis Awal Selama Belajar Dari Rumah”, yang diselenggarakan Direktorat PAUD pada Sabtu, 18 Juli kemarin.

Menurut pendiri lembaga bantuan psikologi dan pengembangan diri SATU Consulting ini, DPA bisa dianalogikan dengan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan ( P3K) dari sisi psikologis.

“DPA ini bisa dilakukan oleh siapapun yang sudah terlatih dengan tujuan mengajarkan apa yang bisa dilakukan pada diri sendiri juga membantu orang lain ketika menghadapi situasi sulit, mengurangi dampak psikologis yang lebih buruk, mempercepat proses pemulihan agar kesehatan mentalnya tetap terjaga, “kata Nana.

Orang tua, kata Nana, perlu memiliki kemampuan DPA ini untuk menolong keluarganya, terutama anak-anak melewati situasi sulit di tengah wabah Korona ini. Namun, untuk memiliki kemampuan DPA tersebut, jelas Nana, orang tua perlu mengetahui kondisi psikologis diri terlebih dahulu serta memiliki kemampuan dan cara untuk mengelola situasi sulit. “Bila itu sudah dikuasai, orang tua akan mampu membantu mendampingi anak saat mengalami kesulitan, “katanya. Ifina Trimuliana

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar