PAUD Penting Untuk Persiapan Anak di Jenjang Pendidikan Dasar

Anggunpaud Sebelum anak memasuki jenjang pendidikan dasar, alangkah lebih baik bila orang tua memasukkannya ke  lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD). Ada banyak manfaat yang akan diperoleh anak saat berada di PAUD sebagai persiapan memasuki jenjang pendidikan dasar.

Mari kita pelajari pengalaman Sri Fitriani, seorang orang tua siswa Taman Kanak-Kanak Negeri Pembina Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sri merupakan salah satu narasumber pada kegiatan Seri Webinar Orang Tua Berbagai Episode II : Rumahku Sekolahku,   dengan tajuk “Penguatan Peran Orang Tua Dalam  PPDB PAUD”, Sabtu, 11 Juli 2020 lalu.

Sri bercerita mengenai pengalamannya mendidik tiga orang anaknya. Menurut Sri, saat anak pertamanya dimasukkan ke lembaga PAUD, anaknya sangat susah bersosialisasi dengan orang lain, tapi setelah mengikuti PAUD, jadi berubah dan meningkat kemampuan sosialisasinya.

Sedangkan anak ke duanya, sebelum masuk ke lembaga PAUD, kemampuan bicaranya belum berkembang dengan optimal, tapi setelah masuk PAUD, kemampuan bicaranya meningkat, kosa katanya meningkat sehingga bisa berbicara dengan lancar.

“Menurut saya, ini  disebabkan karena di sekolah anak bersosialisasi dengan guru dan teman-temannya yang membutuhkan interaksi satu sama lain sehingga di sana anak terlatih untuk berbicara, “kata Sri.

Lain lagi dengan anak ke tiganya. Sebelum masuk ke lembaga PAUD, sangat hiperaktif dan selalu memaksakan kehendaknya, tapi setelah masuk PAUD, perilakunya lebih bisa terkontrol.

Berdasarkan pengalamannya pada tiga orang anaknya itu, Sri menilai penting memasukkan anaknya ke lembaga PAUD, termasuk saat ini di tengah adanya pandemi Covid-19. “Walaupun kita berada pada masa sulit  karena Covid-19, orang tua tetap harus memasukkan anak ke lembaga PAUD, karena apabila tidak memasukkan anak ke lembaga PAUD orang tua sama halnya dengan menunda kegiatan belajar anak, “jelasnya.

Dikatakannya, sebagian besar orang tua kemungkinan agak kesulitan dalam  mendidik dan menstimulasi tumbuh kembang anak. Menurut Sri,  orang tua bisa memberikan cinta dan kasih sayang pada anak, tapi tidak tahu dan tidak paham bagaimana cara mendidik dan memberikan rangsangan pendidikan yang tepat. “Karena itu sangat penting sekali peran seorang guru untuk memberikan arahan dan sharing dengan orang tua dalam mendidik dan mengasuh anak, “kata Sri.

Sri juga menyinggung tentang situasi saat ini, yakni instruksi pemerintah agar anak tidak boleh pergi ke sekolah tapi belajar bersama orang tua di rumah sehingga muncul jargon ‘Rumahku Sekolahku’. Jargon itu mengandung arti, anak bisa memperoleh layanan pendidikan di rumah bersama orang tuanya.

Sri mengingatkan semua orang tua, bahwa di tengah Pandemi Covid-19 ini, rumahlah yang menjadi sekolah bagi anak, dan orang tualah yang menjadi gurunya. Agar orang tua dan anak tidak bingung, orang tua dan guru di sekolah harus saling berbagi peran, berbagi pengetahuan dan pengalaman. Kerjasama antara orang tua dan guru penting agar dapat memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan tumbuh kembang anak.

Ia juga meminta orang tua untuk tidak  mempermasalahkan ketidakhadiran anak di sekolah, sebab yang terpenting adalah kebutuhan tumbuh kembang anak terpenuhi. “Orang tua akan mendapatkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran harian (RPPH) dari guru yang memudahkan dan mengarahkan orang tua dalam memberikan kegiatan belajar untuk anak. tentu RPPH yang diberikan guru ini terpercaya karena memang disusun oleh orang ahli yang sesuai dengan kompetensinya, “jelas Sri.

Selain itu, Sri juga menjelaskan, setiap keluarga memiliki pola asuh yang berbeda, sehingga menimbulkan kebingungan dalam menetapkan pola asuh yang tepat untuk anak. Hal ini bisa dicari solusinya apabila orang tua saling berbagi pengetahuan dan pengalaman  dengan guru. “Ayo masukkan anak ke lembaga PAUD karena anak yang hebat terlahir dari orang tua yang peduli “pungkas Sri. Ifina Trimuliana.

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar