Tips Mengembangkan Kemampuan Pemecahan Masalah pada Anak

AnggunPaud—Sobat PAUD, ada banyak kemampuan matematika anak yang harus distimulasi dengan baik. Dalam kehidupan sehari-hari anak tidak hanya dituntut untuk bisa berhitung, tetapi juga penting agar anak mampu mencari solusi dari masalah yang ditemuinya. Inilah yang dinamakan dengan kemampuan pemecahan masalah/problem solving pada anak.

Apakah sobat PAUD sudah akrab dengan kemampuan ini? Berikut ini akan kita bahas tentang kemampuan tersebut.

 

Kemampuan pemecahan masalah merupakan bagian dari kemampuan matematika.  Dengan kemampuan ini anak mampu memecahkan suatu masalah dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu orang tua dan guru hendaknya dapat mengasah kemampuan ini dengan menciptakan situasi pembelajaran yang sesuai dengan usia perkembangan anak dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Berikut adalah tips yang dapat dilakukan orang tua dan guru untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah pada anak:

Bantu anak untuk menemukan jawaban dan solusi mereka sendiri, dengan membantu anak menemukan jawaban dan solusi mereka sendiri, orang tua berarti telah membantu anak untuk merasa percaya diri dengan kemampuan mereka dan mampu mengatasi masalah tersebut.

Contoh :  membuka tutup botol minuman merupakan salah satu contoh yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa orang tua akan cenderung langsung membukakan tutup botol tersebut sebelum anak mencoba terlebih dahulu. Seharusnya orang tua memberikan kesempatan untuk membuka sendiri. Apabila anak kesulitan maka orang tua mendorong anak untuk menemukan penyebab kenapa botol tersebut tidak bisa dibuka, apakah ia sudah memutar tutup botolnya dengan arah yang tepat. Biasakan bagi anak untuk ia menemukan solusinya sendirinya.

 

Ajari anak bagaimana mereka dapat “bertahan” dari perasaan sulit atau tidak menyenangkan, ada saatnya anak marah, kecewa dan sedih sehingga membuat merekea merasa tidak nyaman, dalam situasi yang seperti ini  anak perlu belajar bertahan dengan cara  mengelola perasaan tersebut dengan baik. Contoh: ketika anak dijauhi oleh temannya di sekolah, anak mungkin akan mengadu pada orang tuanya bahwa tidak ada yang mau berteman dengannya. Dalam situasi yang seperti ini orang tua perlu mengajak anak untuk memikirkan kenapa ia dijauhi oleh temannya? Dan bagaimana harusnya ia menempatkan diri di tengah teman-teman sebayanya sehingga ia dapat diterima oleh  dengan baik.  

Pahami perasaan anak ketika anak belum berhasil mencapai sesuatu yang diinginkannya, anak-anak akan senang apabila orang tua dapat memahami perasaannya. Maka apabila anak belum berhasil mencapai sesuatu yang diinginkannya sebaiknya orang tua belajar memahami perasaan tersebut  dan mendukung solusi yang ditemukannya.Contoh: anak ingin membuat menara menggunakan balok, tiba-tiba menaranya roboh sebelum ia berhasil menyelesainkannya. Maka sebaiknya orang tua mengucapkan  “bunda/ayah mengerti apa yang kamu rasakan, kamu bisa mencobanya sekali lagi”. Kata-kata yang seperti ini lebih baik dari pada orang tua langsung turun tangan membuatkan menara tersebut sambil mengucapkan “ begini cara membuat menaranya agar tidak roboh”. 

Cobalah untuk fokus pada kemampuan anak dengan tidak memaksakan kehendak orang tua, sediakan waktu untuk mendengarkan pendapat anak dan hindari memberikan solusi sesuai keinginan orang tua. Usahakan tidak memberikan solusi di awal sebelum anak mencoba untuk menemukan solusi sendiri. Contoh:  seperti halnya contoh pada point sebelumnya, ketika anak belum berhasil membangun menara, maka orang tua sebaiknya menghindari memaksakan anak  bahwa “membangun menara harusnya begini”, tapi berikan kesempatan pada anak untuk menemukan idenya sendiri agar menara tersebut dapat dibangun dengan baik. 

Dorong anak  untuk berpikir, merencanakan, dan menilai kembali sebelum bertindak, orang tua  membantu anak mengembangkan keterampilan hidup dengan mengajarkan mereka bahwa pemecahan masalah adalah proses yang berkelanjutan yang tidak didapatkan secara instan. Maka orang tua perlu mendorong anak agar dapat memikirkan terlebih dahulu apa yang akan ia lakukan.Contoh: orang tua berdiskusi dengan anak tentang rencana liburan ke puncak, orang tua dapat menanyakan pada anak apa yang perlu disiapkan untuk liburan tersebut. 

Berikan pujian pada anak, orang tua sebaiknya memberikan pujian apabila anak mampu memecahkan masalah yang ditemuinya dan juga berikan motivasi apabila anak belum mampu memecahkan masalah yang dihadapinya. 

Berikut kegiatan-kegiatang yang dapat mendorong kemampuan pemecahan masalah anak:

Bermain puzzle

Di saat bermain puzzle anak berpikir untuk menyusun puzzle dengan baik.  Oleh karena itu kegiatan ini bagus untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah pada anak. anak mencari solusi-solusi agar puzzle dapat disusun dengan baik. 

Bermain balok dan lego

Permainan ini merupakan sebuah tantangan karena membutuhkan pemikiran tentang apa yang harus dibangun dan bagaimana untuk menempatkan potongan yang sama untuk mendapatkan desain yang bagus. Berikan kesempatan pada anak berpikir sendiri mengeluarkan idenya.  Sebagai contoh:Anak membuat dua menara dengan jembatan bergabung dengan mereka bersama-samaMembangun makhluk yang berdiri sendiri dan memiliki 3 lengan. 

Mengikuti pola

Kegiatan sederhana ini dapat dimainkan dengan balok, kemudian membuat pola dengan balok dan meminta anak untuk melanjutkan pola tersebut. Variasikan pola dengan mengubah warna, bentuk, atau ukuran. Kegiatan ini akan melatih anak untuk menganalisis informasi yang diberikan, mengenali pola dan menciptakan  kembali pola yang baru  

Cerita dan pertanyaan

Biasakan untuk mengajukan pertanyaan selama bercerita bersama anak. hal ini dapat  mengembangkan keterampilan berpikir Higher-order thinking pada anak. Daripada hanya membaca dan anak secara pasif mendengarkan, mengajukan pertanyaandapat membuat anak  berkonsentrasi pada pemecahan masalah. Berikut adalah beberapa contoh:Mengapa menurut Anda beruang melakukan itu?Apakah Anda pikir temannya akan bahagia? Mengapa?Apa yang akan Anda lakukan jika Anda monyet?Menurut Anda bagaimana Petrus dapat membuat sesuatu lebih baik dengan temannya?Jika buaya telah memutuskan untuk tidak makan kelinci, bagaimana mungkin cerita telah berakhir? 

Permainan papan

Permainan papan adalah cara terbaik untuk mengembangkan keterampilan memecahkan masalah. Mulailah dengan permainan sederhana seperti Ludo dan ular dan tangga untuk mengajarkan keterampilan mengikuti aturan dan bergerak dalam urutan yang logis. Kemudian, perkenalkan permainan yang memerlukan perencanaan dan pemikiran yang lebih dalam, seperti Monopoly Junior. Meskipun monopoli Junior direkomendasikan dari usia 5 tahun, masih dapat dimainkan dengan anak yang lebih muda jika orangtua menjelaskan dan bermain bersama dengan anak. 

Referensi

https://www.melbournechildpsychology.com.au/blog/10-ways-to-help-your-child-solve-problems-without-lecturing-them/

https://empoweredparents.co/problem-solving-activities-preschoolers/

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar