Anak Belajar di Rumah, Orang Tua Perlu Aktif dan Kreatif

AnggunPaud,,- Sebuah postingan muncul di WA Grup, "Aku kangen  lagi ke sekolah, bermain Bersama teman-teman, ibuku  repot ngurusin aku karena juga harus bekerja dari rumah".  Beberapa waktu kemudian, muncul lagi postingan yang narasinya beda tapi nuansanya Serupa, "Beberapa Minggu anak melakukan pembelajaran di rumah. Hasilnya: anak tidak merasa nyaman,, ibu dan ayah tensinya naik karena tidak terbiasa membagi waktu antara mengerjakan pekerjaan kantor, pekerjaan rumah dan mendampingi anak, rumah pun berantakan".

Dua ungkapan itu dan ungkapan-ungkapan senada lainnya saat ini kerap muncul di Facebook, whatsapp, dan platform media sosial lainnya. Merebaknya wabah virus Corona atau Covid-19 membuat pemerintah memutuskan agar para siswa, mulai dari jenjang PAUD, Sekolah Dasar, sampai Perguruan Tinggi belajar di rumah. Proses pembelajaran dilakukan secara daring atau online. Begitu juga dengan pegawai yang diharuskan bekerja dari rumah.

Belajar di rumah, orang tua menjadi ikut berperan dalam mendampingi anak. Hal itu tidak mudah. Baik orang tua maupun anak akan mudah merasa bosan atau tidak menikmati proses belajar mengajar yang dilakukan di rumah.

Orang tua juga perlu ide kegiatan bermain yang menunjang pembelajaran anak di rumah sehingga kegiatan belajar mengajar tetap berjalan efektif.

Berikut adalah beberapa ide kegiatan pembelajaran di rumah untuk anak yang dapat dirancang oleh guru dan disampaikan kepada orang tua;

  1. Mengembangkan kemampuan pemecahan masalah, orang tua mengajak anak untuk bermain puzzle, berikan kesempatan pada anak untuk menemukan sendiri cara menyusun puzzle hingga utuh.
  2. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, misalkan mengajak anak bermain tebak-tebakkan suara binatang. Orang tua menirukan suara binatang tertentu, kemudian meminta anak untuk menebak binatang tersebut. Orang tua juga dapat mengajak anak bermain geometri, misalnya dengan bermain mencari benda-benda di lingkungan rumah yang benntuknya segitiga, lingkaran, segi empat dan bentuk-bentuk geometri lainnya. Selain itu orang tua dapat memberikan kesempatan pada anak untuk mengemukakan pendapat/ide dan keinginan pada kegiatan apakah ia ingin terlibat, misalnya membereskan kamar tidur, ruang tamu, merapikan lemari pakaian atau rak sepatu, juga kegiatan lainnya.
  3. Mengembangkan fisik motorik kasar anak, ajak anak olahraga ringan di pagi hari, main tradisional, seperti lompat tali, engklek ataupun permainan tradisional lainnya yang dapat memberikan ruang bagi anak untuk banyak bergerak.
  4. Mengembangkan kemampuan klasifikasi (pengelompokan), minta anak untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan warna bola yang sama, bisa juga mengelompokkan ukuran dan bentuk benda yang sama, misalnya mengelompokkan benda-benda di lemari pakaiannya, baju, celana, kaos kaki, dan lain sebagainya.
  5. Meningkatkan kreativitas, anak diberikan kesempatan untuk bereksperimen sederhana dalam rumah, misalnya mengajak anak bermain mencampur warna, melibatkan anak dalam kegiatan memasak, dan lain sebagainya. Ifina Trimuliana

 

Referensi

https://www.education.vic.gov.au/childhood/professionals/learning/Pages/Learning-from-home-in-an-early-childhood-setting.aspx

https://www.education.vic.gov.au/Documents/childhood/Learning-from-home-in-early-childhood-education.docx

https://www.verywellfamily.com/fun-learning-activities-kids-at-home-3128960

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar