Menumbuhkan Suka Baca pada Anak Usia Dini

AnggunPaud - “Ayo anak-anak hari ini bu guru akan membacakan cerita” “Cepet bacakan, Bu guru” anak-anak tampak tidak sabar untuk segera dibacakan cerita. “Ga mau, Bu guru” tiba-tiba Dinda menolak. “Ga asyik”.

Ayah Bunda, dalam mengenalkan buku kepada anak-anak sebagai usaha mengenalkan keaksaraan awal pada anak usia dini kadang menemui kendala. Seperti dalam dialog di atas, beberapa anak begitu antusias saat diajak mendengarkan cerita, namun ada juga anak yang tampak enggan mendengarkan cerita yang saya bacakan. Jangankan mendengarkan cerita, setiap hari Dinda belum ada minat atau suka dengan buku.

Jika anak-anak lain saat melihat buku berserakan di kelas (sengaja saya lakukan), mereka akan berebut, walau hanya dilihat-lihat gambarnya saja. Sedangkan Dinda lebih suka bermain bola atau ayunan. Setelah dicari penyebabnya ternyata saat di rumah, orang tua belum mengarahkan Dinda untuk mengenal buku bacaan.

Hal ini disebabkan orang tuanya yang sibuk mencari uang berjualan dari pagi sampai menjelang sore. Ayah Bunda menumbuhkan kesukaan anak akan buku apalagi minat membaca, bukan hal yang mudah dilakukan. Orang tua dan guru harus bersabar dan hendaknya memberikan stimulus secara terus menerus. Memperkenalkan buku-buku pada anak-anak dan pada akhirnya bertujuan mengembangkan cinta akan buku-buku bacaan yang baik merupakan usaha dalam menumbuhkan aspek perkembangan bahasa anak, serta membantu anak dalam melakukan interaksi dan menambah pengalaman belajar sesuai usia dan perkembangannya Berbagai literatur bacaan untuk anak dapat menjadi bahan eksploitasi anak dalam berbagai aspek perkembangannya.

Hal ini juga menunjang dalam menumbuhkan motivasi anak salah satunya agar senang membaca buku. Untuk tahap awal bagi anak usia dini adalah suka dengan buku, setelah itu anak-anak dapat diarahkan pada proses yang lebih tinggi yakni mampu membaca, tentunya sesuai dengan usia dan perkembangann anak. Hal-hal berikut yang dapat dilakukan orang tua atau guru dalam menumbuhkan minat anak agar suka buku bacaan antara lain :

1. Orang tua atau guru hendaknya membangkitkan rasa ingin tahu anak dengan memberi pertanyaan sederhana, misal “Binatang berkaki empat apa saja ya?, yuk kita lihat di buku”

2. Mengajak teman-teman sebaya atau secara berkelompok bermain mencari buku-buku kesukaan. Secara bersama-sama pula membuka halaman demi halaman isi dari buku masing-masing. Membiarkan anak saat memanfaatkan buku sebagai alat bermain sesuai imajinasinya. Kadang kita menuumpai anak menjadikan buku sebagai benda layaknya laptop, tempat tidur atau benda imajinatif sesuai dalam pikirannya. Menghadapi hal demikian hendaknya Ayah Bunda bersikap bijaksana sebab sesungguhnya pada diri anak sedang tumbuh rasa suka terhadap buku.

3. Menanyakan siapa yang hari ini sudah membuka buku? Saat saya memberikan pertanyaan ini di kelas, esok harinya anak-anak secara spontan mengatakan, “Bu guru, tadi malam saya belajar huruf”, “Bu guru tadi malam aku dibacakan cerita sama ibu”.

4. Ciptakan lingkungan sekolah atau keluarga dengan banyak buku, misal dengan memajang buku di setiap sudut ruangan yang mudah dilihat dan dijangkau anak. Biarkan anak mengambil sendiri dan menunjukkan kesukaan pada buku. Orang tua atau guru dapat membacakan buku kepada anak jika anak menghendaki.

5. Buku hendaknya berisi hal yang menarik bagi anak, misal warna yang menarik edan berisi tema yang disukai anak, misal tentang dunia binatang, aneka kendaraan dan sebagainya. Selanjutnya libatkan anak secara aktif agar mengemukakan pemahamannya tentang isi buku baik melalui berpikir kreatif dengan pertanyaan-pertanyaan sederhana. Pada akhirnya anak akan merasa penasaran isi buku yang dilihat maupun yang dibacakan dan hal ini mengindikasikan dalam diri anak sudah mulai tumbuh rasa suka terhadap buku.

6. Berikan buku dengan halaman depan (cover) yang menarik bagi anak. Warna yang mencolok dan desain yang bagus membuat anak semakin penasaran dengan isi buku.

7. Mengajak ke perpustakaan atau ke toko buku dan membiarkan anak memilih buku yang disukai.

8. Ayah Bunda atau guru hendaknya menciptakan kegiatan bermain yang menarik menyenangkan agar anak senang terhadap buku. Seperti dalam permainan “Ambikan Buku Itu”, dimana anak diajak untuk mengambil buku sesuai perintah, misal buku berdasarkan warna, tebal atau tipis.

9. Membacakan cerita atau dongeng yang menarik. Melakukan diskusi sederhana tentang isi buku dengan pertanyaan sederhana. Ayah Bunda atau guru dapat memberikan reward agar motivasi anak untuk suka buku, dan pada akhirnya mau belajar dalam menumbuhkan minat baca anak semakin baik.

10. Teladan dan model orang tua di rumah menjadi penting dalam menumbuhkan kesukaan anak terhadap buku, demikian juga guru adalah contoh bagi anak setelah orang tua di rumah.

Jika dalam diri anak-anak sudah menunjukkan ketertarikan dengan buku, maka akan membantu dalam perkembangan bahasa, kognitif maupun sosial emosinya. Hal ini dapat dilihat pada indikator sebagai berikut :

Pertama, anak yang suka buku akan bertambah kosa kata dan perbendaharaan bahasanya karena mereka akan banyak bertanya, memberikan tanggapan atau ide, mampu mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya dengan bahasa sendiri.

Kedua, kemampuan dalam berimajinasi dan memberikan solusi saat menghadapi masalah berdasarkan pengalaman belajar yang didapatnya melalui buku. Kemampuan kreatifitas dalam berpikir maupun bertindak semakin baik, anak mampu membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik.

Ketiga, anak tidak malu-malu mengemukakan pendapatnya di depan umum. Dalam hal belajar semakin mudah karena pengetahuan dan wawasan lebih luas. Dari membaca buku anak lebih cepat memahami hal-hal yang kadang menurut anak seusianya sulit.

Keempat, dapat mengelola waktu luangnya dengan membaca atau melihat buku-buku kesukaannya. Hal ini akan memberi kesempatan pada anak untuk mempelajari banyak hal dalam rentang kehidupannya.

Kelima, memberi kesempatan kepada anak dalam menumbuhkan rasa percaya diri dalam bersosialisasi. Pada akhirnya anak mampu berkomunikasi dengan baik karena kematangannya dalam belajar.

Ayah Bunda dan guru hendaknya selalu siap dalam memberikan kondisi yang dapat meningkatkan kematangan belajar anak melalui buku. Orang tua atau guru yang baik adalah yang memberikan bekal untuk kebaikan anak-anak, salah satunya adalah dengan buku bacaan berkualitas dan menumbuhkan anak suka buku dan pada akhirnya belajar dari apa yang dibaca. *

*(Sikhah, Guru Taman Kanak Kanak Pertiwi Bobosan Purwokerto Utara Banyumas) 

sumber gambar : https://www.momooze.com/

Bagikan Artikel Ini

Komentar (1)

  • Tamara Putri

    Bagus banget kak, saya akan coba terapkan.

    2019-11-13 10:50:00

Silahkan Login untuk memberi komentar