Jujur agar Berintegritas

AnggunPaud - Nilai-nilai pendidikan yang baik idealnya tumbuh sejak kecil. Perilaku yang baik dan tidak baik dapat membawa anak sampai ia tumbuh dewasa. Hal ini tentu harus dicegah, karena anak-anak adalah generasi dan pemimpin masa depan yang akan tumbuh dan hidup bermasyarakat.

Saat ini banyak nilai pendidikan seperti rasa percaya dan sikap jujur sulit tumbuh pada anak-anak yang sering dihadapkan pada kecurangan, atau pengkhianatan dari orang dewasa dan sekitarnya, terutama dari orangtuanya. Anak-anak yang tumbuh menyaksikan kecurangan-kecurangan cenderung membentuk persepsi yang salah tentang nilai moral. Hal ini lama-lama bisa mengakibatkan bergesernya nilai-nilai di dalam dirinya.

Tidak jarang kita ditunjukkan orang dewasa yang berbuat curang persis di depan anak-anak, misalnya menerobos lampu merah. Apabila anak-anak tidak bisa mengenali batas antara kecurangan dan kejujuran, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang pragmatis dan mudah mendapat pengaruh negatif. Orang tua dalam memberikan pengajaran kejujuran memerlukan perhatian besar bagi anaknya.

Meskipun begitu, ada beberapa prinsip yang membangun kejujuran untuk anak, di antaranya;

Pertama, mengajarkan tentang Hak. Hak secara sederhana adalah batas-batas seseorang memiliki sesuatu. Orang tua perlu mengajarkan konsep hak yaitu memberikan pengertian milik orang tua dan milik anak. Pemahaman sederhana ini di contohkan dengan keteladanan di dalam rumah tangga. Misalnya orang tua memberikan sandal kecil untuk anak. Kemudian orang tua sebaiknya memberitahu bahwa sandal yang lebih besar adalah milik kakaknya. Orang tua dapat memberikan pengajaran kesopanan kepada anak dengan lebih baik. Ajarkan anak untuk dapat meminjam dengan sopan saat sandalnya tertinggal atau hilang.

Dengan begitu, anak akan memahami bahwa setiap orang memiliki hak kepemilikan sehingga ia dapat mempelajari hal tersebut. konsep hak dan kepemilikan dapat diajarkan pada anak-anak dengan materi yang sesuai dengan usia anak. Misalnya dengan meminta anak untuk memilih dan membandingkan barang yang dimilikinya dengan orang lain. Dengan mengetahui barang miliki sendiri anak akan mengerti dirinya memiliki kewajiban memelihara atau merawat dan menjaga. Begitu pun yang dilakukan orang lain, akan melakukan hal yang sama seperti dirinya. Hak dan kepemilikan ini akan membuat anak menghargai dan memiliki rasa hormat terhadap sesuatu.

Rasa menghargai tersebut muncul dengan tidak berlaku sewenang-wenang terhadap orang lain. Ia akan memiliki rasa menghargai orang lain dan orang lain pun akan menghargainya. Di sinilah ia akan memahami tentang hak atau kepemilikan yang wajar. Dengan pengetahuan hak atau kepemilikan anak akan berlaku wajar terhadap orang lain. Sejak dini anak yang ditanamkan untuk menghargai orang lain dan menaruh rasa hormat akan tumbuh karakter yang baik.

Kedua, memberikan pengetahuan. Salah satu hal yang menyebabkan orang melakukan hal buruk adalah ketidaktahuan. Pengetahuan sangat penting untuk membantu memberikan arahan bagi setiap orang baik orang tua terlebih anak-anak. Anak-anak sejak dini membutuhkan pengetahuan untuk mengantarnya pada sesuatu yang hendak dicapai.

Orang tua sebagai orang dewasa perlu mengajarkan tentang kejujuran baik secara umum atau khusus. Contoh lampu merah sebagai tanda berhenti laju kendaraan adalah penting untuk diajarkan kepada anak. Hal ini mengajarkan kejujuran pada kepentingan umum yaitu berkendara. Meskipun hal tersebut juga menyangkut kepentingan diri sendiri agar terhindar dari kecelakaan.

Orang tua juga dapat menceritakan kejujuran tokoh-tokoh bangsa Indonesia. Bercerita menjadi metode praktis yang mudah untuk memberitahu anak sejak dini mengenai bagaimana tindakan-tindakan dan sikap yang berintegritas adalah hal yang sangat dibutuhkan. Pengetahuan sangat penting untuk diajarkan kepada anak-anak sebagai bekal kehidupan.

Setiap anak akan memperoleh pengalaman dan menemui beragam persoalan yang memberikannya pilihan termasuk bersikap jujur atau curang. Di sinilah pengetahuan berfungsi sebagai media untuk memberikan pilihan yang paling baik untuk diri sendiri dan juga semua orang. Dengan memberikan pengetahuan, anak akan memiliki kesadaran yang cukup untuk bertindak dan bersikap sesuai yang diinginkannya. Tentulah keinginan tersebut ditunjukkan dengan hal yang benar.

Dari penjelasan-penjelasan tersebut menunjukkan bahwa prinsip kejujuran sangat penting untuk menyetir anak kepada tindakan-tindakan yang benar. Dengan bersikap jujur, anak-anak dapat menjadi teladan bagi teman-temannya. Di sinilah orang tua memiliki peran penting dalam menumbuhkan kepribadian bagi anak-anaknya.

Setelah mengetahui prinsip kejujuran kejujuran tersebut. Kita akan mempelajari manfaat dari kejujuran itu sendiri, di antaranya;

Pertama, menjadi percaya diri. Percaya diri sangat penting untuk dapat berinteraksi dengan orang lain. Dengan bersikap jujur, anak akan memiliki rasa percaya diri yang baik saat berinteraksi dengan orang lain atau teman lainnya. Orang lain akan senang dan memberikan kepercayaan penuh terhadap orang yang jujur. Tentulah hal ini sangat bermanfaat bagi anak. Apalagi hal ini bisa menjadi contoh bagi teman-teman lainnya untuk dapat bersikap jujur.

Kedua, meningkatkan keberanian. Kebaikan dari sikap jujur untuk diri sendiri adalah termasuk menambah keberanian. Anak-anak yang tumbuh dengan sikap dan perilaku jujur akan meningkatkan keberanian dalam menghadapi situasi apapun. Anak akan berani untuk menolak kecurangan dan hal yang menyimpang lainnya.

Ketiga, menjadi teladan teman. Anak-anak tentu membutuhkan replika teladan kebaikan di sekitarnya. Orang tua yang sudah menumbuhkan kejujuran pada anaknya akan melihat anaknya memiliki banyak teman. Bersikap jujur akan menyenangkan banyak orang termasuk teman-teman di sekitarnya.

Keempat, menumbuhkan kesederhanaan. Dengan kepribadian jujur, anak-anak akan memiliki kesederhanaan. Ia akan tumbuh dengan tidak berlebih-lebihan dihadapan orang lain atau temannya.

Di sinilah pentingnya kejujuran dan beragam manfaat yang baik untuk anak. Orang tua sebaiknya mengajarkan kejujuran sejak dini agar anak memperoleh kebaikan. Kepribadian jujur sangat diperlukan untuk bekal dewasa nanti. Tokoh-tokoh bangsa Indonesia banyak sekali memberikan teladan mengenai kejujuran. Sebutlah Mohammad Hatta, Polisi Hoegong dan pahlawan lainnya.

Kejujuran yang dicontohkan para tokoh bangsa terdahulu menyiratkan pentingnya kejujuran menjadi bagian penting dalam diri seseorang. Kejujuran yang ditanamkan sejak dini bahkan dicontohkan secara langsung oleh orang tua akan menjadi kesadaran yang tertanam penuh oleh anak. Sehingga hal tersebut menjadikan anak untuk memamahi pentingnya kejujuran baik untuk diri sendiri maupun untuk oranglain. Anak-anak akan tumbuh dengan kepribadian yang baik.

 

sumber gambar : http://clipart-library.com

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar