Testimoni Program Guru Penggerak di Jenjang Satuan PAUD Dikdasmen

PAUDPEDIA - Program Guru Penggerak yang dilaksanakan di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Dasar Menengah (PAUD Dikdasmen) telah menunjukkan kehadiran negara untuk memberikan perhatian secara proporsional serta menunjukan betapa besar komitmen pemerintah pusat untuk meningkatkan kompetensi guru pada satuan PAUD Dikdasmen di Indonesia.

 “Menurut saya, program ini menukik pada hal pokok dalam proses belajar mengajar. Guru diberikan modul pembelajaran tentang bagaimana strategi mendidik yang baik berdasarkan filosofi Ki Hajar Dewantara yang berfokus pada kebutuhan anak. Pemimpin pembelajaran adalah guru yang diarahkan dengan benar,” ungkap Bupati Garut, Rudi Gunawan dalam Dialog Virtual Program Guru Penggerak Bersama Media di Jakarta.

Sementara itu, Bupati Tulang Bawang Barat, Umar Ahmad juga menilai bahwa program PGP ini sangat luar biasa, karena dapat membangun peradaban Indonesia ke depan. “Kami siap mendukung program ini karena memberikan ruang kepada guru untuk melakukan diferensiasi pembelajaran kepada peserta didik,” ucapnya. 

Pada sesi pertama, salah satu calon Guru Pengerak Angkatan I dari SMP PGRI 2 Kota Denpasar, Bali yang juga seorang Guru IPA dan Plt. Kepala Sekolah, Ayu mengemukakan pendapatnya bahwa keikutsertaannya dalam PGP membuatnya menjadi lebih disiplin, mandiri, dan kreatif, karena terbiasa mengerjakan tugas modul PGP dengan waktu yang telah disediakan.

Selain itu, peserta juga mencari sendiri materi-materi ilmu baru untuk mempersiapkan diri sebelum mengajar, menyiapkan strategi belajar yang inovatif, menyenangkan, dan lebih demokratis agar peserta didik terpacu untuk berani berpendapat dan saling menghargai antarsesama. “Di sekolah saya bergerak bersama teman-teman guru untuk merancang program yang berdampak pada murid. Saya imbaskan materi yang ada di PGP dengan membuat RPP berdiferensiasi dan klinik pendampingan (coaching) dengan memanfaatkan aset yang ada di sekolah,” jelas Ayu.

Perubahan dalam proses pembelajaran itu dirasakan oleh siswanya yang bernama Gina. Gina merasa senang belajar dengan gurunya. “Bu Ayu sangat baik, sabar, dan kreatif. Suasana kelas menjadi jauh lebih bersemangat dan antusias. Beliau juga mengapresiasi siswa dalam belajar dan mengajak kami membuat kesepakatan kelas sehingga suasana belajar jadi lebih baik. Selain itu, cara pengumpulan tugas juga lebih berpihak kepada siswanya,” ujar Gina.

Pada kesempatan berikutnya, Rida, Calon Guru Penggerak Angkatan I dari SMAN Taruna Nala Kota Malang, Jawa Timur menceritakan dampak yang dirasakan setelah mengikuti PGP. Penerima beasiswa dari Humboldt State University, California itu mengalami perubahan pola pikir dan cara pandang dalam memberikan layanan pembelajaran kepada siswa.

“Hal tersebut terbawa dalam proses belajar. Jika sebelumnya saya hanya menyelesaikan materi, sekarang saya lebih memikirkan strategi belajar yang memfasilitasi kebutuhan belajar murid. Perubahan komunikasi dengan murid, orang tua, dan rekan-rekan guru menjadi lebih terbuka dan reflektif. Kemudian, di tengah komunitas, ada keinginan saya untuk terus belajar, menerima masukan, dan saling berbagi metode pembelajaran,” kata guru Bahasa Inggris yang menggagas program “Saling Berbagi Saling Belajar” (Sabe Sabe) dan dijadikan program tahunan SMAN Taruna Nala. 

Testimoni Murid

Salah satu peserta didiknya, Noval yang duduk di kelas 12 menjabarkan perubahan yang ia alami ketika diajar oleh  Rida. “Bu Rida mengajak kami untuk membuat kesepakatan kelas yang didiskusikan bersama. Di awal pembelajaran, Bu Rida menanyakan harapan kami dalam belajar. Menurut saya, apa yang dilakukan Bu Rida sangat baik karena guru mengetahui cara belajar yang kami inginkan dan dapat membentuk koneksi antara murid dan guru sehingga kami tertarik untuk belajar,” terangnya.

“Kami diajak untuk bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Kami tidak dituntut untuk bisa bahasa Inggris, tetapi kami dibimbing sehingga kami terpacu untuk belajar bahasa Inggris. Di akhir pembelajaran, ada refleksi di mana kami kembali mengingat apa yang kami lakukan pada hari itu. Media belajar dan kegiatannya juga lebih bervariasi dengan menggunakan aplikasi dan tautan internet yang mendukung kebutuhan belajar sehingga minat belajar saya terpenuhi,” lanjut Noval.

Mendengarkan cerita dari peserta PGP dan juga para siswanya tersebut, Dirjen Iwan mengatakan, Guru Penggerak telah menghasilkan ribuan karya refleksi, demonstrasi, dan aksi nyata serta hadirnya keluarga baru dari proses Program Guru Penggerak. Saati ini, ribuan video karya Calon Guru Penggerak sudah banyak diunggah melalui YouTube. Video tersebut berupa konten refleksi dan demonstrasi atas setiap modul yang diberikan, seperti pembuatan buku, puisi, dan lagu baik oleh individu maupun kelompok.

“Adanya berbagai proses pembelajaran ini membuat kita semua sangat berbangga hati, karena secara konsisten para guru-guru terpilih telah melakukan tanggung jawabnya menjadi bagian dari katalis pendidikan,” ujar Iwan.

Angkatan 2,3 dan 4

Dirjen Guru dan Tenaga Pendidikan, Iwan Syahrir menyampaikan bahwa program PGP untuk angkatan II, III, dan IV sudah mulai dibuka. PGP angkatan 2 dilaksanakan di 56 kabupaten dan kota, dan saat ini sudah memulai pendidikannya selama 4 bulan. Untuk PGP angkatan 3 yang juga dilaksanakan di 56 kabupaten dan kota, minggu depan akan dimulai pendidikannya. Sementara untuk PGP angkatan 4 yang dilaksanakan di 160 kabupaten dan kota, masih dalam proses seleksi yang ditargetkan mencapai 8.000 orang CGP, 1.600 pengajar praktik, dan 243 fasilitator.

Ia berharap, dengan berbagai respons positif dari program PGP, dunia pendidikan akan merasakan manfaat dari transformasi konsep Merdeka Belajar yang sedang diupayakan oleh pemerintah. “Saya percaya, anak-anak Indonesia adalah anak yang cerdas dan mempunyai berbagai keunggulan dan minatnya masing-masing. Sementara itu, kita bertugas untuk mendukung dan mengarahkan talenta-talenta yang ada pada diri mereka sehingga ke depannya kita memiliki generasi penerus yang penuh inovasi dan kreativitas,” tutup Dirjen Iwan.

Turut hadir pada dialog virtual itu, Sekretaris Ditjen GTK, Nunuk Suryani; Direktur GTK PAUD, Santi Ambarukmi; Direktur GTK Dikdas, Rachmadi; Direktur GTK Dikmen Diksus, Yaswardi; Direktur PPP GTK, Praptono; Tim Pokja PGP; 56 kepala daerah sasaran PGP Angkatan I; 1.2460 serta Calon Guru Penggerak, 487 Pengajar Praktik, 147 Fasilitator, dan Instruktur.

 

Penulis : Eko

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar