Serapan Dana BOP PAUD 2020 Capai 99,66 Persen

PAUDPEDIA- Serapan Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD  tahun anggaran 2020 mencapai 99,66 persen. Sebelumnya, dana BOP PAUD telah dianggarkan dengan pagu sebesar Rp 4,014 Triliun yang dialokasikan untuk 6.691.207 peserta didik, yang tercatat di dalam dapodik sekitar 203 ribu lembaga/satuan PAUD. Sampai dengan akhir tahun anggaran 2020, dana BOP PAUD yang telah terserap sebesar 4,001 Triliun (99,66%) dengan jumlah peserta didik yang terlayani sebanyak 6.668.448 orang.                                                                                                              

Muhammad Ngasmawi selaku Koordinator Fungsi Tata Kelola Direktorat PAUD, Kemendikbud Ristek menyebutkan sejumlah kendala yang dialami selama proses penyaluran bantuan ke daerah.  “Ada beberapa daerah yang tidak melaporkan penggunaan BOP PAUD pada tahap I. Sehingga pada tahap II, daerah tersebut tidak menerima transfer BOP PAUD dari RKUN melalui RKUD,” ungkapnya.

Berdasarkan Permendikbud Nomor 20 Tahun 2020 tentang Perubahan Permendikbud  Nomor 13 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Dana Alokasi Khusus Nonfisik Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Kesetaraan Tahun Anggaran 2020 dijelaskan pula bahwa untuk dapat ditetapkan sebagai penerima dana BOP PAUD, salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah lembaga/satuan PAUD tersebut harus memiliki NPSN dan peserta didiknya terinput di Dapodik.

Sebagai informasi, BOP PAUD merupakan bantuan pemerintah yang bertujuan untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan sekaligus meningkatkan akses layanan pendidikan anak usia dini.

“Perubahan Permendikbud Nomor 13 ke Nomor 20 sangat membantu lembaga/satuan, karena dalam penyesuaianya, pembelanjaan BOP PAUD diperbolehkan untuk membeli barang-barang pencegahan covid 19,” tuturnya. Perubahan peraturan tersebut menimbang dan memperhatikan situasi Covid-19 yang terjadi di Indonesia. Permendikbud Nomor 13 Tahun 2020 dipandang belum mengakomodir penggunaan dana untuk operasional pembelajaran dari rumah, sehingga perlu diubah. Perubahan permendikbud tersebut merupakan upaya untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran dari rumah sebagai akibat dari meningkatnya dampak penyebaran Covid-19 terhadap pembelajaran pada satuan PAUD.

Salah satu perubahan ketentuan dalam Permendikbud 20 tahun 2020 adalah di antara Pasal 9 dan Pasal 10 disisipkan 1 (satu) pasal yakni Pasal 9A yang secara garis besar menyatakan bahwa:

  1. Selama masa penetapan status Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19 yang ditetapkan Pemerintah Pusat, DAK Nonfisik BOP PAUD dapat digunakan:

(a) komponen kegiatan pembelajaran dan bermain dapat digunakan untuk:

  • pembelian pulsa atau paket data bagi pendidik dan peserta didik dalam pelaksanaan pembelajaran dari rumah; dan/atau
  • layanan pendidikan daring berbayar;

(b) komponen kegiatan pendukung dapat digunakan untuk:

  • pembiayaan honor pendidik dalam pelaksanaan pembelajaran dari rumah; dan/atau
  • pembelian cairan atau sabun pembersih tangan, pembasmi kuman (disinfectant), masker, atau penunjang kebersihan lainnya.

Hal di atas, lebih diperkuat dengan pernyataan yang pernah disampaikan oleh Direktur PAUD, Ditjen PAUD Dikdas, dan Dikmen Kemendikbud Ristek, Muhammad Hasbi, dalam acara webinar penyaluran BOP PAUD Tahap II, bahwa anggaran BOP PAUD juga dapat digunakan untuk honor pendidik yang melaksanakan program pembelajaran dari rumah (BDR).

Yang terakhir, Ngasmawi juga berpesan, kepada lembaga/satuan penerima dana BOP PAUD, agar dapat menggunakan dana tersebut sesuai petunjuk teknis yang telah diterbitkan oleh Kemendikbud Ristek.

 

Penulis : Rio Kencono

Editor   : Hammam

Foto     : Awang

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar