Mendukung Layanan Berkualitas Melalui Pemberian Bantuan Sarana dan Prasarana PAUD

PAUDPEDIA – Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) telah menyalurkan bantuan sarana pembelajaran/Alat Permainan Edukatif (APE) PAUD kepada 400 lembaga PAUD penerima bantuan pada tahun anggaran 2020, alokasi bantuan sarana pembelajaran/APE sebesar  Rp8.000.000.000 yang diberikan dalam bentuk barang/APE.

Meski di tengah situasi pandemi, penyaluran bantuan sarana pembelajaran/APE PAUD ini terlaksana dengan prinsip terbuka (transparan), objektif, akuntabel, tepat sasaran, efisien, dan efektif berdasarkan ketentuan pedoman bantuan. Nor Ilman Saputra, selaku Sub Koordinator Fungsi Sarana Prasarana di Direktorat PAUD, menyapaikan tahun 2020 bahwa usulan bantuan dilakukan melalui aplikasi e-proposal yang terhubung dengan data pokok pendidikan (dapodik) PAUD, dan secara pertanggungjawaban bantuan sarana pembelajaran/APE PAUD penerima bantuan hanya diminta untuk menandatangani dan menyampaikan berita acara serah terima barang ke Direktorat PAUD. “Pertanggungjawaban lembaga PAUD hanya perlu menyampaikan berita acara serah terima barang,” jelasnya.

Sebagai informasi, sarana pembelajaran/APE PAUD merupakan seperangkat bahan dan media belajar untuk mendukung kegiatan belajar melalui bermain, sehingga menjadi lebih efektif dalam rangka mengoptimalkan perkembangan anak. Bantuan Sarana Pembelajaran/APE PAUD merupakan bantuan pemerintah yang diberikan kepada satuan penyelenggara program PAUD berupa sarana Pembelajaran/APE yang mendukung pembelajaran PAUD.

Dalam menentukan jenis  Alat Permainan Edukatif (APE), Direktorat PAUD melakukan kajian dengan melibatkan para ahli perkembangan anak, dan tenaga ahli lain yang relevan di bidangnya. Adapun ketentuan APE tersebut sebagai berikut :

  1. Mempertimbangkan tingkat perkembangan anak ;
  2. Memperhatikan aspek keamanan mainan ber-SNI dan diutamakan produk dalam negeri;
  3. Mengembangkan 6 lingkup pengembangan anak (nilai agama dan moral, fisik motorik, bahasa, kognitif, sosial emosional, dan seni);
  4. Memfasilitasi 3 jenis main (main sensorimotor, main peran, dan main pembangunan);
  5. Memenuhi kebutuhan anak laki-laki dan anak perempuan (responsive gender).

Pasca penyaluran bantuan, penyerahan laporan penerimaan oleh lembaga penerima juga berjalan dengan baik. Direktorat PAUD melaksanakan pertemuan mengundang penerima bantuan untuk memberikan pemahaman mengenai penggunaan, pemeliharan dan pertanggungjawaban bantuan, dan meminta penerima bantuan untuk mengisi instrumen  sebagai evaluasi pelaksanaan penyaluran bantuan. “Namun evaluasi secara umum tentang dampak bantuan APE bagi lembaga-lembaga PAUD di daerah akan kami laksanakan di tahun depan,” tambah Ilman.

Penyaluran bantuan sarana pembelajaran/APE PAUD merupakan program yang masuk pada Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) ketiga Direktorat PAUD yakni Jumlah Kab/Kota dengan Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD di atas 53,10 persen. IKK tersebut merupakan tujuh dari sembilan yang dimasukkan dalam perjanjian kinerja Direktorat PAUD 2020.

Penulis : Hammam 

Foto     : Awang

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar