Pondasi Profil Pelajar Pancasila Harus Kuat Sejak Anak di Jenjang Satuan Pendidikan Anak Usia Dini

PAUDPEDIA - Profil Pelajar Pancasila yang menjadi ruh program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka tidak dapat secara instan ada dalam diri anak Indonesia. Diperlukan proses, waktu, perjuangan serta upaya guna mewujudkan cita-cita mulia tersebut.

"Kementerian Pendidikan harus mengembangkan Profil Pelajar Pancasila dimulai sejak dijenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Karena usia 0 hingga 6 tahun merupakan usia dimana anak akan mengalami perkembangan dalam berbagai aspek secara signifikan sehingga dalam rentang usia tersebut biasa disebut dengan GOLD AGE (usia emas)," ujar Deputi Pengendalian dan Evaluasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Dr Rima Agustina dalam Workshop Penguatan Exstrakurikuler Bidang Kepemimpinan/KKP di Jakarta, Selasa (15/6).

Menurut dia pada rentang usia tersebut anak akan berusaha menyerap berbagai hal yang ada sekitarnya baik hal positif maupun hal negatif baik dalam bentuk audio, visual dan audio visual. Maka dari itu pada usia tersebut peran orang tua sangat menentukan bagaimana karakter anak tersebut kedepannya. Karakter yang tumbuh dalam diri anak diusia dini ibaratkan pondasi yang akan menentukan bagaimana perilaku dan sikapnya kelak

Dikatakan, sekolah sebagai lembaga pendidikan formal, memiliki peran strategis untuk membentuk jiwa kepemimpinan peserta didik. Kegiatan ekstrakurikuler di sekolah seperti OSIS, Pramuka, Jurnalistik, Palang Merah Remaja (PMR), Kerohanian, Klub Olahraga, dan sejenisnya, menjadi sarana untuk mengasah kemampuan siswa dalam mengimplementasikan nilai-nilai kepemimpinan tersebut.

Kawah Kepemimpinan Pelajar (KKP) adalah salah satu media untuk mengasah kemampuan kalian menjadi pemimpin masa depan

Dikatakan, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan Profil Pelajar Pancasila dengan akselerasi berbagai program di satuan kerja kementerian.

Salah satunya yang dilakukan oleh Direktorat Sekolah Menengah Atas (SMA), Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Ditjen PAUD, Dikdas dan Dikmen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dengan menggelar lokakarya (workshop) bertajuk penguatan ekstrakurikuler bidang kepemimpinan atau disebut dengan Kawah Kepemimpinan Pelajar (KKP) Tahap I.

Tujuan dilaksanakannya KKP antara lain adalah untuk (i) Menyosialisasikan kebijakan Direktorat SMA tentang pembinaan organisasi kesiswaan; (ii) Menginternalisasikan nilai luhur Pancasila dalam organisasi siswa di sekolah; (iii) Mengimplementasikan perubahan kepeminpinan Kesiswaan dan penggunaan media sosial guna pengembangan organisasi siswa dalam ranah Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM); (iv) Menerapkan Nilai Bela Negara; (v) Mengembangkan kemampuan pembina dalam strategi organisasi siswa di sekolah; (vi) Memperoleh masukan tentang praktik yang baik (best practice) dalam pengelolaan organisasi kesiswaan untuk pengembangan pedoman pembinaan kesiswaan.

Plt. Direktur SMA, Purwadi Sutanto menyampaikan apresiasi dengan terlaksananya lokakarya secara luar jaringan (luring), karena diyakini selama ini pelaksanaan kegiatan secara dalam jaringan (daring) tidak efektif. “Menurut survei yang telah dilaksanakan (oleh Direktorat SMA), kegiatan yang dilaksanakan secara daring, para peserta hanya menghidupkan kamera setelah itu menghilang”, ungkapnya.

“Lokakarya kiranya dapat memperlengkapi guru dengan pemahaman dalam menjadi salah satu garda untuk menanggulangi salah satu dari 3 (tiga) dosa besar pendidikan yang semakin meningkat terutama saat pembelajaran luring yaitu perundungan (bullying). “Karena perundungan acapkali terjadi di tempat-tempat yang tidak terjangkau, bahkan melalui media luring,” tegasnya saat memberikan arahan serta membuka lokakarya secara resmi di hadapan kurang lebih 100 orang peserta yang hadir secara fisik dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Dalam kesempatan yang sama Subkoordinator Bidang Peserta Didik, Direktorat SMA, Alex Firngadi, dalam laporannya menyampaikan bahwa peserta yang diundang dalam lokakarya meliputi unsur Dinas Pendidikan Provinsi sebagai pendamping, dan satuan pendidikan yang baru memiliki akreditasi selama 5 (lima) tahun terakhir, dan sekolah yang memiliki Akreditasi baik, dengan undangan kepada Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan atau Pendidik Pembina OSIS.

“Seusai lokakarya Pendidik dapat mengimplementasikan tentang kegiatan OSIS, seperti: Simulasi sidang, Struktur Organisasi OSIS, Struktur Organisasi Majelis Perwakilan Kelas (MPK) yang sesuai dengan perkembangan zaman,” harapnya.

Pelaksanaan KKP tahap I dilaksanakan pada tanggal 14 – 18 Juni 2021 bertempat di Hotel Grand Ussu, Bogor. Adapun propinsi sasaran yang diundang yaitu berasal dari 8 (delapan) propinsi yaitu: (1) Sumatera Selatan; (2) Lampung; (3) Jawa Barat; (4) DKI Jakarta; (5) Jawa Tengah; (6) Jawa Timur; (8) Banten; (7) D.I. Yogyakarta, dan (8) Bali.

 

Penulis : Eko

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar