Potret Kesiapan PTM Terbatas di Bumi Cendrawasih, 459 Distrik/Kecamatan di Zona Hijau

PAUDPEDIA - Hasil analisis instrumen kesiapan pembelajaran yang akan dilakukan di satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang ada di 29 Kabupaten/Kota di Provinsi Papua dan Papua Barat sebanyak 97 % menyatakan siapa melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas.

Pengisian instrumen kesiapan pembelajaran disatuan PAUD dilakukan oleh 29 Kepala Bidang Pendidikan PAUD Dikdasmen Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota di Provinsi Papua dan Papua Barat serta Kepala Balai Pendidikan Masyarakat serta Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan dalam kegiatan Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Program PAUD Berkualitas Regional V Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis - Sabtu, 10 hingga 12 Juni 2021.

Hasil analisis instrumen disampaikan oleh Tim Teknis Direktorat PAUD, Dr Didik Yuswanto, MSi yang menyebutkan bahwa saaat ini berdasarkan peta resiko Covid-19 di Bumi Cendrawasih diketahui sebanyak 459 Distrik/Kecamatan atau sudah 90 % berada di Zona Hijau, sebanyak 32 Distrik atau 6% berada di zona kuning, 17 Distrik atau 3% berada di zona orange, dan hanya 7 Kecamatan atau 1% berada di zona merah.

“Terkait dengan program vaksinasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK), diketahui bahwa 90 % guru serta tenaga pendidik telah melakukan vaksinasi. Sebanyak 10 % PTK atau hanya Tiga Kabupaten/Kota para guru dan tenaga pendidiknya belum mendapat vaksinasi,” ujar Didik.

Sedangkan untuk rekomendasi pembelajaran diketahui, 24 Kabupaten/Kota atau 80% menyatakan siap melakukan PTM Terbatas, sebanyak satu Kabupaten meminta tetap melakukan Belajar Dari Rumah (BDR) karena berada di zona merah, sedangkan 5 Kabupaten/Kota menyatakan akan melakukan blanded atau memadukan PTM Terbatas dan BDR.

"Terkait dengan persiapan pelaksanan PTM Terbatas di Bumi Cendrawasih ternyata banyak kabupaten/kota telah mempersiapkan PTM secara matang, bahkan telah melaksanakan PTM secara penuh maupun terbatas," kata Didik.

Contoh pertama Kota Jayapura diketahui sejak Februari 2021 sudah melakukan sosialisasi dan menerbitkan instrumen Daftar Periksa Kesiapan PTM, memeriksa ketersediaan berbagai perlengkapan prokes, kurikulum di masa pandemi, dan lain-lain – ada 17 variabel periksa

Kedua, di Kabupaten Manokwari sejak Januari 2021 sudah melakukan persiapan, antara lain pertemuan dan membuat kesepakatan dengan orang tua, percepatan vaksinasi PTK, pembinaan terhadap kepala sekolah bagaimana mulai dari proses penerimaan siswa baru hingga pertemuan tatap muka.

Ketiga di Kabupaten Sorong Selatan sudah sejak 1 Februari 2021 Dinas Pendidikan melaksanakan PTM Terbatas, sesuai SE Bupati dan menindaklanjuti Edaran Gubernur Papua Barat, tetapi yang utama adalah adanya persetujuan orang tua. Sejak September 2020, sudah melakukan sosialisasi per distrik. Untuk melakukan sosialisasi di semua sekolah agar dapat melaksanakan PTM.

Semua satuan pendidikan diberikan bantuan Usaha Kesehatan Sekolah dan diminta untuk menyiapkan prokes. Setelah siap, sekolah melaporkan ke Dinas. Dinas melaksanakan monitoring, jika telah memenuhi syarat, Dinas memberikan rekomendasi PTM.

Keempat di Kabupaten Biak Numfor pada semester II diharapkan sudah PTM. BDR terkendala jaringan. Hasil evaluasi menunjukkan satuan PAUD dan orang tua sudah sangat menginginkan serta siap untuk melaksanakan PTM. Berkoordinasi dengan dinas kesehatan, puskesmas dan satgas Covid. Pelaksanaan PTM diprioritaskan bagi anak usia pra SD (5 – 6 tahun), sementara bagi anak usia di bawah 5 hanya masuk satu kali dalam satu minggu.

Kelima di Kabupaten Keerom saat ini regulasi masih dalam proses dan belum memiliki SOP, tetapi sudah melaksanakan PTM. Belum semua Pendidikan dan Tenaga Kependidikan sudah divaksin, tetapi Dinas sedang mengupayakan percepatan vaksinasi PTK.

Keenam di Kabupaten Boven Digoel diketahui PTM sudah dilaksanakan walaupun masih terdapat dua distrik dengan peta risiko merah. Setelah PTM, sempat terjadi kasus covid-19, tetapi terjadi di tingkat SD. PTM di PAUD sampai saat ini PTM sukses dan aman.

 

Penulis : Eko

 

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar