Peran Bunda PAUD Cegah Stunting Ditunggu, Perlu Langkah Preventif dan Mitigatif

PAUDPEDIA – Kehadiran Bunda Pendidikan Anak Usia Dini atau Bunda PAUD mulai di tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota hingga Bunda PAUD tingkat Desa, Kelurahan dan Kecamatan, di tanah air memiliki tugas mulia dalam melahirkan generasi emas anak Indonesia.

Selain bertugas untuk mendorong meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK)  PAUD dengan mengajak orangtua membawa anaknya belajar dan bermain di satuan PAUD, Bunda PAUD juga berperan  mengawal kualitas pendidikan anak-anak usia dini, juga  mengupayakan penanggulangan stunting (kekerdilan) pada anak.

Presiden Joko Widodo telah memberikan instruksi kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim untuk menurunkan angka stunting atau kondisi gagal tumbuh menjadi 14 persen pada 2024. Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menempatkan penanggulangan stunting sebagai salah satu program utama jenjang Pendidikan Usia Dini (PAUD) melalui terciptanya PAUD Holistik Integratif.

Dengan menekan angka stunting mulai dari PAUD, pemerintah berharap Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia semakin maju.  Disadari bahwa anak usia dini merupakan usia emas tumbuh kembang anak sehingga investasi pada usia dini merupakan investasi bernilai paling tingg

Persoalan stunting masih membayangi jutaan anak di Indonesia. Pada survey Status Gizi Balita pada 2019, prevalensi stunting Indonesia tercatat sebesar 27,67 persen, di atas batas 20 persen yang ditetapkan WHO. Hal itu membuat Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kemdikbud Ristek, melalui program PAUD Berkualitas, berupaya untuk menangani hal ini secara serius.

Topik stunting menjadi pembahasan dalam materi PAUD Berkualitas pada agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD yang diselenggarakan di Yogyakarta, 9-11 Juni 2021. Dr Nurbiani Dhieni selaku pemateri menjelaskan bahwa stunting adalah permasalahan seumur hidup. Jika anak mengalaminya, selain mendapat kendala pertumbuhan fisik juga akan mengalami kendala kemampuan otak.

Secara umum stunting dikenal sebagai gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadahi. Anak dikategorikan stunted (pendek) jika tinggi badan mereka lebih rendah dari anak seusianya. Kategorisasi tinggi badan menurut usia dan jenis kelamin tercantum dalam buku KIA yang dirilis Kementerian Kesehatan RI.

Sayangnya, masih banyak orang tua yang beranggapan bahwa pertumbuhan anak hanya dipengaruhi faktor keturunan. Padahal faktanya tidak demikian. “Faktor keturunan itu hanya berpengaruh setelah usia lima tahun, sedangkan potensi stunting sudah muncul sejak 1000 hari pertama kehidupan,” tegas akademisi dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tersebut, Kamis (10/6/2021).

Padahal jika dirinci lebih lanjut, banyak sekali dampak yang dapat ditimbulkan stunting yang memengaruhi masa depan anak. Mulai dari pertumbuhan dan perkembangan terhambat, kecerdasan tidak berkembang, produktivitas rendah, hingga rentang terserang penyakit degenerative.

Merespons realita yang ada di lapangan, Direktorat PAUD melalui program PAUD Berkualitas memiliki dua langkah untuk menuntaskan stunting. Pertama melalui tindakan preventif PAUD Berkualitas dalam mendukung pencegahan dan penangan stunting. Kedua melalui tindakan mitigatif PAUD Berkualitas dalam mendukung pencegahan dan penanganan stunting.

Pada agenda ini, Direktorat PAUD juga memberikan arahan pada Pokja Bunda PAUD untuk berperan dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting. Peran yang dapat dilakukan Pokja Bunda PAUD dijelaskan sebagai berikut :

  • Perencanaan, membantu pemikiran, dukungan, koordinasi dan sosialisasi program percepatan penurunan angka stunting.
  • Pelaksanaan, memastikan program berjalan sesuai dengan perencanaan, melakukan pendampingan, dan memberikan motivasi.
  • Monitoring dan evaluasi, membantu melakukan identifikasi berbagai kendala serta solusinya untuk perbaikan/penyempurnaan program.

Agenda Bimtek Penguatan Pokja Bunda PAUD dilakukan dalam rangka lembaga/mitra PAUD memperoleh peningkatan kapasitas . Dilaksanakan secara luring terbatas dan daring via Zoom dari 9 hingga 11 Juni 2021 yang diisi delapan sesi materi dengan berbagai topik.

Penulis : Hammam

Editor   : Eko

 

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar