Tips Memenuhi Asupan Nutrisi Anak

PAUDPEDIA—Ayah Bunda dan Sobat PAUD, anak usia dini yang sehat tentu diawali dengan pemenuhan nutrisi yang baik. Nutrisi ini perlu dijaga, bahkan semenjak dalam kandungan, begitupun ketika mereka masih bayi, mereka perlu mendapatkan ASI  terbaik. Selain itu, dalam pemenuhan nutrisi ini Ayah Bunda haruslah bijak, bukan hanya memprioritaskan agar anak kenyang, tetapi pertimbangkan apakah makanan tersebut  sesuai dengan usia mereka? Makanan yang tidak sesuai usia bisa saja membahayakan kesehatannya. Agar hal ini tidak terjadi, alangkah baiknya kita bahas beberapa tips berikut ini:

1. Memberikan ASI yang terbaik, ASI adalah sumber nutrisi terbaik bagi bayi.  Di dalamnya terkandung protein, lemak, vitamin, karbohidrat, kalsium, dan zat besi yang lebih mudah diserap bayi. WHO merekomendasikan pemberian ASI eksklusif pada bayi selama 6 bulan. Artinya, selama 6 bulan pertama, bayi tidak perlu mendapatkan asupan selain ASI. Setelah itu, pemberian ASI dilanjutkan hingga anak berusia 2 tahun.

Saat bayi baru lahir, ibu memproduksi sedikit cairan pertama yang disebut sebagai kolostrum. Meskipun sedikit, kolostrum merupakan sumber nutrisi yang kaya faktor akan pelindung kekebalan tubuh dan faktor pertumbuhan. Susu formula bisa diberikan dalam kondisi tertentu dan setelah berkonsultasi dengan dokter. Biasanya, bayi prematur diberi tambahan susu formula untuk mempercepat pertumbuhan. Selain itu, ada beberapa kelainan metabolisme langka yang membuat bayi tidak dapat mencerna ASI. Kondisi ibu pun bisa menghalangi pemberian ASI. Ibu yang menderita beberapa penyakit berat, seperti HIV atau Tuberkulosis tidak disarankan untuk memberikan ASI, juga ibu yang menderita kanker dan sedang menjalani kemoterapi.

Baca juga : 

2. Makanan Pendamping ASI (MPASI), WHO merekomendasikan agar bayi mulai diberi makan pada usia 6 bulan. Pada umumnya, tubuh bayi berusia 6 bulan sudah siap menerima makanan, dengan ciri-ciri berikut :

  • Bayi sudah dapat duduk dengan leher tegak dan mengangkat kepala tanpa dibantu
  • Kemampuan motorik sudah baik, bisa meraih dan menggenggam makanan dan memasukkannya ke mulut
  • Apabila bayi masih berumur di bawah 6 bulan, namun  terlihat lapar dan tertarik pada makanan, pemberian MPASI pada usia ini tidak dianjurkan, karena usus bayi belum mampu mencerna makanan selain ASI dan susu formula. Bayi dapat mengalami kembung, diare, sembelit, alergi makanan, yang dapat berakibat pada kematian bayi. Ada beberapa perkecualian bagi bayi dengan kondisi khusus, seperti bayi kurang gizi atau kurang berat badan. Namun, pemberian MPASI sebelum waktunya harus dilakukan setelah berkonsultasi dengan dokter anak. Pemberian MPASI bisa mengikuti pedoman gizi seimbang yang akan dijelaskan berikutnya.

3. Memberikan gizi seimbang, gizi seimbang adalah susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat-zat gizi dengan jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip/pilar gizi seimbang.

 

Penulis                  : Ifina Trimuliana

Foto                       : Awang

Referensi 

Buku Saku Menjaga Kesehatan Anak Usia Dini. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini 2020

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar