Dr Muhammad Hasbi : Antisipasi Generasi Anak Bangsa yang Hilang, Pegiat PAUD Harus Jadi Pelopor Cegah Learning loss

PAUDPEDIA - Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat pandemi Covid-19 dinilai menimbulkan learning loss atau menurunnya kompetensi belajar siswa. Salah satunya kemampuan anak membaca dan berhitung akan berkurang signifikan. Penyesuaian kurikulum penting disiapkan saat sekolah kembali dibuka.

Pandemi Covid-19 telah merugikan banyak aspek kehidupan termasuk pendidikan. Salah satunya menghambat proses belajar mengajar siswa.Learning loss dapat diatasi dengan menyusun dan menerapkan beberapa hal krusial. Salah satunya dengan memprioritaskan pondasi pembelajaran seperti menyusun kurikulum yang sesuai dengan kondisi saat sekolah dibuka kembali.

Sekolah harus menilai kemampuan belajar anak, mengadaptasi pembelajaran baru, dan melakukan perbaikan yang efektif saat program belajar mengajar dimulai.

“Oleh sebab itu saya mengajak para pelaku dan pegiat pendidikan agar menjadi pelopor untuk mencegah learning loss”,  ujar Dr Muhamad Hasbi, Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ketika membuka  kegiatan Bimbingan Teknis Calon Penerima Bantuan Sarana Pembelajaran/Alat Permainan Edukasi (APE) Tahun 2021 Angkatan ke V.

Dikatakan,  learning loss memiliki dampak yang sangat besar bukan hanya terhadap peserta didik, akan tetapi juga bagi nasib dan majunya bangsa kita ini. Jika learning loss terus terjadi dankita tidak segera mengatasinya, maka dalam waktu kurang lebih 15 tahun lagi bangsa ini akan mengalami kehilangan generasi penerus yang berkualitas.

Menurut dia, potensi learning loss adalah suatu hal yang sulit dihindari saat diberlakukan dimasa diberlakukannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). PJJ yang saat berjalan malah lebih terkesan Penugasan jarak Jauh, bukan pembelajaran Jarak Jauh, lebih banyak memberikan tugas yang tidak dimengerti para peserta didik sehingga orang tua harus turun tangan langsung.

Kendala lain PJJ adalah jaringan internet, hal ini disebabkan karena banyak peserta didik yang tinggal di daerah yang cukup sulit jangkauan sinyal, sehingga ini menyulitkan mereka untuk melakukan PJJ. Kendala lainnya adalah banyak siswa yang tidak memiliki gawai, komputer, dan laptop sehingga ini cukup menyulitkan dalam pelaksanaan PJJ. Ada juga punya gawai, sinyal kuat tapi tidak memiliki uang untuk membeli paket  kuota internet.

Selain itu, lanutnya sangat sulit memberlakukanPJJ pada anak usia dini, anak atau peserta didik baru sebentar mengikuti PJJ melalui gawai sudah tidak betah ingn bermain. Serta kemampuan para tenaga pendidik yang belum merata dan masih banyak para orang tua yang minim pengetahuan akan PAUD.

Disebutkan, langkah utama dan terpenting adalah sekolah yang sangat sulit melakukan PJJ itu harus masuk sekolah kembali. "Ini adalah satu-satunya solusi untuk biar mereka tidak lebih lagi ketertinggalan. Namun harus sesuai dengan protokol kesehatan, seperti : menggunakan masker, mencuci tangan menjaga jarak saat pemberlakuan tatap muka dan sebagainya," ujar Hasbi menutup arahannya.

 

Penulis dan Foto : Fariz

Penyunting         : Eko

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar