Melatih Kemandirian Anak Disabilitas Pendengaran (ADP)

PAUDPEDIA -Ayah Bunda dan Sobat PAUD, memiliki Anak Disabilitas Pendengaran (ADP) sebaiknya kita sikapi dengan lapang dada, tidak berkecil hati atau menyalahkan keadaan. Membesarkan ADP adalah pengalaman yang menantang bagi setiap orang tua. Memiliki ADP bukan aib dan juga bukan akhir segalanya. Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk membantu ADP dapat mandiri dan mencapai potensi maksimal mereka.

Tips 1 : Pemeriksaan Telinga

Melakukan pemeriksaan telinga sejak bayi baru lahir sangat penting untuk mengetahui apakah ada gangguan pendengaran sehingga orang tua bisa mengambil langkah yang tepat.

  • Pemeriksaan awal bisa dilaksanakan secara sederhana, dengan memperhatikan reaksi ADP ketika mendengar bunyi di sekitarnya atau bunyi yang kita ciptakan. Misalnya, botol atau gelas dipukul dengan sendok.
  • Periksakan ADP ke dokter THT untuk dites secara objektif dengan tes audiometer.
  • Bacalah hasil tes tersebut pada audiogram untuk melihat jenis dan tingkat ketulian (ringan, sedang,berat atau sangat berat/total.
  • Gunakan hasil pengukuran tersebut untuk membelian alat bantu dengar (ABD) konvensional.
  • Terapi wicara. Dapat dilakukan untuk membantu ADP dengan berbagai kategori dalam meningkatkan kemampuan komunikasi dan penguasaan bahasa. Membutuhkan proses yang tidak instan dan keterlibatan tinggi dari orang tua.
  • Meskipun bahasa isyarat tidak dianjurkan, kategori ketulian ADP jenis sedang atau berat dapat menggunakan ABD konvensional.

Tips 2 : Teknologi Amplifikasi

Teknologi dapat membantu ADP untuk mendengar. Pelatihan pendengaran bagi ADP yang menggunakan ABD diberi nama Pengembangan Komunikasi Persepsi Bunyi dan Irama (PKPBI). Meliputi 4 tahap, yaitu:

  1. Latihan mendeteksi bunyi Latihan kesadaran untuk meningkatkan daya sensitvitas terhadap bunyi
  2. Latihan diskriminasi bunyi Latihan membedakan bunyi
  3. Latihan identifikasi bunyi Latihan untuk mengenal dan menyebutkan bunyibunyi tertentu.
  4. Latihan komprehensi bunyi Latihan memahami bahasa, menangkap makna dari bunyi yang didapatinya.

Pengembangan Wicara

Tingkat keberhasilan pengembangan wicara dipengaruhi oleh tingkat pendengaran ADP dan juga seberapa besar penerimaan orang tua terhadap kondisi anak

Apa yang harus orang tua perhatikan?

  • Kesadaran fonologis (mendeteksi kata, suku kata dan onsetrime) dan pengetahuan tentang huruf A-Z
  • Artikulasi suara bicara (bunyi bahasa yang memanfaatkan organ bicara)
  • Prosodi (ritme, melodi) dan intonasi (saat bicara dan juga berbahasa yang kurang formal, misalnya membaca puisi atau pidato)
  • Kualitas suara merupakan aspek lain dari bicara yang terkadang menjadi masalah bagi ADP. ADP seringkali tidak dapat memantau suara mereka sendiri secara efektif dan mungkin berbicara terlalu pelan atau keras. ADP mungkin juga harus mengendalikan napas saat berbicara

Tips 3 : Pengembangan Bahasa dan Proses Mendengar

ADP sering tidak dapat belajar mengembangkan bahasa dan berbicara dengan cara alami. Orang tua perlu mengajarkan ADP tata bahasa dan susunan kata dalam kalimat.

  • Orang tua perlu menyadari bahwa keterampilan memori pendengaran dan bahasa yang komprehensif mungkin tertunda, karena belum memahami nama kata benda atau kata sifat. Penggunaan sarana yang beragam, misalnya membaca, menulis, berbahasa isyarat dan media visual dapat mengembangkan keterampilan bahasa
  • Orang tua cenderung mencegah bahasa isyarat dan gerakan bibir agar ADP mencoba untuk mengembangkan proses mendengar, kemudian akan memfasilitasi terapi perkembangan mendengar dan bahasa.

Tips 4 : Mempersiapkan Diri Memasuki ke PAUD Inklusi/Reguler

Mengubah cara berkomunikasi di rumah atau di PAUD. Orang tua dan guru harus memiliki pengetahuan dan keterampilan berinteraksi dengan ADP.

  • Orang tua perlu tahu karaktersitik ADP saat berkomunikasi dan berbicara. Misalnya, berbicara dengan jelas atau jika dibutuhkan menggunakan gerakan, tanda atau media visual untuk membantu ADP berkomunikasi.
  • Orang tua juga perlu memperhatikan lingkungan fisik dan penerangan di sekitarnya dalam berkomunikas. Di daerah yang penerangannya kurang baik dan di mana ada kebisingan suara, maka ADP yang memakai ABD dapat terganggu melihat gerak bibir lawan bicara.
  • Masukkan ADP dalam lingkungan yang aktif berbicara, sehingga meningkatkan kemampuan bahasa reseptif dan melatih kemampuan interaksi sosialnya.

Baca juga :

Tips 5 : Metode Pengajaran Universal

  • Salah satu cara untuk menciptakan sebuah kegiatan pembelajaran yang dapat memfasilitasi perbedaan karakteristik perilaku ADP adalah Universal Design for Learning (UDL). Pengertian UDL adalah sebuah konsep penerapan untuk merancang metode pembelajaran, bahan ajar, kegiatan pembelajaran, dan prosedur evaluasi dalam upaya untuk membantu ADP dengan perbedaan besar dalam kemampuannya untuk melihat, mendengar, berbicara, bergerak, membaca, menulis, memahami bahasa, hadir, mengatur, terlibat, dan mengingat dengan bahasa yang sederhana dan praktis
  • UDL mampu untuk mengurangi kegagalan ADP dalam belajar dikarenakan proses pembelajaran yang diberikan orang tua sebagai pendidik akan disesuaikan dengan metode universal agar proses belajar mengajar ADP menjadi lebih mudah. Contoh penggunaan bahan ajar visual, yaitu media cetak gambar atau poster, video ada subttitle text atau bahasa isyarat, menulis dan membaca

Tips 6 : Latihan Perkenalan Diri dan Melakukan Percakapan

  • Metode mendadak. ADP secara tiba-tiba diminta untuk berbicara. Kita tidak boleh menuntut uraian yang jelas dan runtut
  • Metode tanpa persiapan naskah lengkap. Ada waktu bagi ADP untuk mempersiapkan diri, namun tidak akan maksimal untuk ADP yang belum berpengalaman
  • Metode membaca naskah. Membaca naskah yang sudah ditulis, baik oleh diri sendiri maupun orang lain. Metode ini jarang digunakan oleh ADP
  • Metode menghafal; ADP berbicara untuk menghafalkan teks pidato yang telah disusun. Teksnya bahasa sederhana dan singkat

Tips 7 : Mendengarkan Musik, Latihan Vokal, dan Menyuarakan Lirik Lagu dengan Karaoke 

Mengenalkan musik pada ADP penting untuk merangsang saraf pendengaran di otak. ADP masih bisa merasakan musik melalui gerakan tubuhnya dan juga gelombang getaran musik melalui kedua tangan dan tulang-tulangnya. Karena itu, orang tua jangan ragu untuk mengajak ADP menikmati musik, lirik lagu atau latihan vokal dengan karaoke. Persepsi gelombang getaran musik pada ADP sama dengan anak dengar. Ternyata, aktivitas otak ADP dan anak dengar sama-sama aktif saat mendengarkan musik. ADP merasakan gelombang getaran musik ke tubuhnya langsung. ADP memang tak bisa menangkap suara yang diantarkan ke otak. Melainkan, otaklah yang merespons gelombang getaran suara oleh tubuh dan dianggap sebagai irama dan ritme.

Penulis       : Ifina Trimuliana, M. Pd

Foto           : Awang

Referensi   :

Orang Tua Sukses, Anak Sukses (Peran Orang Tua terhadap Anak Disabilitas Pendengaran sebagai Dasar Kuat Menuju Kesiapan Belajar di PAUD Inklusi/Reguler). 2020. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini

 

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar