Tips Berinteraksi dan Berkomunikasi dengan ADP

PAUDPEDIA—Ayah, Bunda dan Sobat PAUD, anak adalah amanah sekaligus karunia dari Tuhan yang perlu kita syukuri, kita jaga, lindungi, didik, dan kembangkan seluruh potensinya, termasuk Anak Disabilitas Pendengaran (ADP). ADP adalah seseorang yang mengalami gangguan pendengaran, baik sebagian atau seluruhnya, dan biasanya mengalami hambatan dalam berbicara dan berbahasa.

Secara sosial budaya ADP bukan merupakan kecacatan, bukan pula disabilitas fisik, walaupun sebagian besar masyarakat menilai ADP adalah anak yang tidak bisa mendengar. Mereka adalah kelompok minoritas linguistik pengguna bahasa isyarat. Setiap orang tua pasti mengharapkan anaknya lahir dalam keadaan sempurna, Ayah Bunda tidak perlu berkecil hati dengan ADP. Penerimaan Ayah Bunda sangat menentukan masa depan mereka. Membesarkan ADP adalah pengalaman yang menantang bagi setiap orang tua ataupun bagi anak itu sendiri. Orang tua perlu memastikan ADP mendapatkan dukungan yang tepat untuk mengembangkan potensi penuh mereka. Orang tua harus bisa semaksimal mungkin membantu mereka bisa berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Baca juga :

Lalu, Bagaimana berinteraksi dan berkomunikasi dengan ADP? Berikut adalah beberapa tips yang dapat Ayah, Bunda dan Sobat PAUD lakukan:

  1. 3S (Sentuh, Salam & Sapa)

Bila ADP tidak bertatap muka dengan orang tua atau orang dewasa, sentuh/tepuk pundak ADP agar tahu bahwa kita sedang mengajaknya berbicara. Berikut beberapa yang boleh dilakuan:

  • Tepuk ADP di bagian bahu perlahan
  • Dalam keadaan darurat, boleh menggoyangkan bahu ADP jika diperlukan

Yang tidak boleh dilakukan:

  • Menarik ADP dan menepuk keras-keras bahunya
  • Menggunakan kaki untuk menendang atau menyentuh kaki ADP
  • Menepuk kepala, wajah, dada, atau pinggul, atau bagian tubuh lainnya
  • Menggunakan barang untuk menepuk ADP
  1. Melambaikan Tangan

Gunakan lambaian tangan untuk mengembalikan perhatian ADP kepada anda, atau gunakan cahaya bila berada dalam suatu pertemuan dengan banyak orang. Adapun yang boleh dilakukan:

  • Melambai dengan satu tangan
  • Terus melambai sampai ADP benar-benar memperhatikan
  • Melambai dengan jarak satu meter di depan atau di sebelah ADP

Yang tidak boleh dilakukan:

  • Melambai dengan menggunakan kedua tangan, kecuali dalam keadaan darurat.
  • Melambai terlalu lebar.
  • Melambai terlalu dekat dengan wajah ADP. Ini bisa saja melukainya.
  1. Mengetukkan Kaki ke Lantai

Yang boleh dilakukan:

  • Ketukkan kaki secukupnya di lantai kayu
  • Ketukkan kaki agak lebih keras untuk mendapatkan lebih banyak perhatian
  • Ketukkan kaki beberapa kali, kadang-kadang sekali saja tidak cukup

Yang tidak boleh dilakukan:

  • Mengetukkan kaki lebih dari beberapa kali saat tidak mendapatkan perhatian
  • Mengetukkan kaki di lantai yang keras, karena percuma tidak menimbulkan getaran.
  • Mengetukkan kaki di tempat-tempat yang seharusnya sepi. Seperti di perpustakaan, dan rumah sakit, atau tempat lainnya di mana banyak orang bisa mendengar hentakan kakimu.
  • Mengetukkan kaki dengan ekspresi mata melotot. Hal ini menyebabkan ADP takut
  1. Mematikan dan Menghidupkan Lampu

Yang boleh dilakukan

  • Mematikan dan menyalakan lampu dengan cepat hanya satu kali
  • Jika ADP tidak merespon bisa mematikan lampu lebih dari satu kali

Yang tidak boleh dilakukan

  • Mematikan dan menghidupkan lampu terlalu lama, terutama kalau ruangannya sangat gelap, anda malah bisa menyebabkan ADP takut
  1. Kontak Mata
  • Jagalah kontak mata dan usahakan posisi mata kita sejajar dengan ADP.
  • Berlututlah jika berbicara dengan merendah ketika ADP sedang duduk atau berdiri.
  1. Mimik atau Gerakan Bibir
  • Gerakkan bibir dengan jelas dan berbicara perlahan
  • Jika dianggap masih belum mengerti, cobalah untuk mengulang perkataan atau informasi dapat ditulis di kertas dengan kalimat sederhana.
  • Gunakan bahasa tubuh atau ekspresi wajah untuk membantu berkomunikasi
  • Gunakan media visual, misalnya dengan bahasa isyarat, coretan, gambar, buku cerita bergambar yang menarik.
  • Pelajari dan ajarkan bahasa isyarat untuk percakapan secara penuh
  • Ajarkan berbahasa yang santun, ramah, dan sopanlah kepada ADP
  1. Berbicara dengan ADP

Yang boleh dilakukan:

  • Berbicaralah dengan wajah saling menatap, gerakan bibir yang jelas, dan pelan
  • Ikut sertakan ADP untuk masuk ke dalam satu topik pembicaraan.
  • Tidak perlu berteriak ketika berbicara dengan ADP
  • Untuk Ayah atau guru laki-laki, jika ada kumis terlalu lebat, cukurlah kumis agar bentuk gerak bibirnya terlihat jelas. Untuk ibu atau guru perempuan, pergunakan pewarna bibir atau lipstik yang sewajarnya, agar ADP dapat berkonsentrasi membaca gerak bibir

Yang tidak boleh dilakukan:

  • Mengalihkan pandangan dan meremehkan saat berbicara dengan ADP
  • Memasukkan sesuatu ke dalam mulut saat berbicara.
  • Terlalu dekat ketika berbicara, letupan udara yang keluar akan mengganggu mata ADP.

 

Penulis      : Ifina Trimuliana, M. Pd

Foto           Awang

Referensi  :

Orang Tua Sukses, Anak Sukses (Peran Orang Tua terhadap Anak Disabilitas Pendengaran sebagai Dasar Kuat Menuju Kesiapan Belajar di PAUD Inklusi/Reguler). 2020. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar