Sambut Pembelajaran Tatap Muka dengan Melatih Anak Menjaga Kebersihan dan Kesehatan

PAUDPEDIA—Ayah, Bunda dan Sobat PAUD, berdasarkan SKB 4 Menteri tentang penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemic covid 19 pemerintah telah mendorong akselerasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat. Adapun satuan pendidikan yang sudah ataupun dalam proses melakukan PTM terbatas walau pendidik dan tenaga kependidikannya belum divaksinasi tetap diperbolehkan melakukan PTM terbatas yaitu dengan jumlah maksimal lima orang anak/kelas.

Meski demikian penting untuk tetap mengikuti protokol kesehatan dan sesuai izin pemerintah daerah setempat. Salah satu protokol kesehatan yang tidak boleh diabaikan adalah menjaga kebersihan dan kesehatan. Mengapa anak harus aktif menjaga kebersihan dan kesehatan dirinya? Ayah, Bunda perlu kita ketahui bahwa:

  • Anak belum mengerti bahaya Covid-19
  • Anak suka bermain dengan anak lainnya dan orang lain.
  • Anak mudah tertular virus Covid-19
  • Anak belum terbiasa memakai masker, sering mencuci tangan, dan menjaga jarak.
  • Anak perlu membiasakan menjaga kebersihan ketika masuk sekolah.
  • Orang tua tidak mungkin mengawasi anaknya terus-menerus.

Ayo, Ayah dan Bunda mulai sekarang, berilah contoh kepada anak tentang cara menjaga kebersihan dan kesehatan setiap hari. Proses belajar anak adalah dengan melihat, mendengar, meniru, mengulang, kemudian membiasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga :

Pertama yang harus dilakukan oleh Ayah dan Bunda adalah memberikan informasi tentang Covid-19.

Sebagai orang tua, kita mungkin sudah banyak membaca informasi Covid-19. Ingat, anak-anak belum tentu memiliki informasi ini sebanyak kita. Cobalah memberikan pertanyaan sederhana seperti: "Apakah adik sudah tahu apa itu virus corona?" "Apakah adik sudah mendengar tentang virus corona?"

Bila Ananda belum mengerti:

  • Beri penjelasan tentang apa itu virus Covid-19 secara sederhana.
  • Jika sulit menjelaskan, orang tua bisa mencari media edukasi untuk anak-anak tentang Covid-19.

Bila anak mengerti atau mungkin cemas: Itu saat yang tepat untuk menjelaskan kepada anak pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan agar tidak tertular Covid-19.

Selanjutnya, jelaskan kepada anak cara menjaga kebersihan dan Kesehatan

Cara menjaga kebersihan dan kesehatan salah satunya yaitu mencuci tangan dengan benar. Korona bermain adalah di tangan. Oleh karenanya, penting sekali untuk sering melakukan cuci tangan terutama setelah bermain, hendak makan, dari luar rumah, dari toilet, atau beraktivitas lainnya. Berikut adalah langkah mencuci tangan yang benar:

  1. Basahi tangan dengan air
  2. Tuangkan sabun secukupnya
  3. Gosok telapak tangan yang satu ke telapak tangan yang lain
  4. Gosok bagian tangan punggung dan sela jari bergantian
  5. Gosok punggung jari ke telapak tangan dengan posisi saling mencuci
  6. Genggam dan gosok ibu jari dengan posisi memutar
  7. Gosok bagian ujung jari ke telapak tangan agar kuku terkena air dan sabun
  8. Nyalakan kran, Bilas tangan dengan air mengalir
  9. Keringkan tangan dengan lap sekali pakai
  10. Gunakan lap yang telah kamu pakai untuk menutup kran agar tanganmu tetap bersih
  11. Lakukan langkah-langkah mencuci tangan ini dalam waktu minimal 20 detik.

Selain itu, Ayah Bunda juga perlu mengetahui kiat mengenalkan cuci tangan yang benar kepada Ananda sebagaimana berikut ini:

  • Anak menirukan mencuci tangan ketika orangtua mencuci tangan
  • Bisa sambil menyanyikan lagu kesukaan anak.
  • Orang tua memberi contoh langsung tahapan mencuci tangan dengan benar.
  • Memberi pujian jika anak bisa melakukan dengan baik.
  • Mencoba berlatih lagi jika anak masih belum bisa melakukannya di hari berikutnya.

 

Penulis            : Ifina Trimuliana, M. Pd

Foto                 : Awang

Referensi

Buku saku Melatih Anak Menjaga Kebersihan Dan Kesehatan Selama Pandemi Covid-19. 2020. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar