Ibadah Ramadan Momentum Tingkatkan Produktivitas Bagi ASN dan Pemangku Kepentingan PAUD

PAUDPEDIA - Ibadah Puasa Ramadan diharapkan tidak mengurangi  produktivitas, kinerja,  semangat pelayanan serta disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) pada khususnya serta seluruh  pemangku kepentingan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam menjalankan tugas serta pengabdian kepada masyarakat.

"Justru di dalam bulan baik ini, dimana semua amal dan ibadah akan dilipatgandakan seluruh kita perlu berlomba berbuat baik serta istiqomah dalam melaksanakan tugas. Mari kita jadikan diri kita berarti dan bermanfaat bagi banyak orang," ujar Widyaprada Utama Kemdikbud, Harris Iskandar Ph.D dalam Kegiatan Peningkatan dan Pengembangan SDM ASN Direktorat PAUD di Jakata, Senin (12/3).

Sementara itu, Ahli  Madya Peraturan Perundang-undangan Direktorat Perundang-undangan Badan Kepegawaian Negara, Ahmad Setiyanto dalam acara itu menegaskan terdapat 17 Kewajiban dan 15 Larangan yang harus dipahami oleh seluruh ASN.

Dikatakan, semuanya itu terkait dengan disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau  kesanggupan ASN untuk menaati kewajiban dan menghindari larangan yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan dan/atau peraturan kedinasan yang apabila tidak ditaati atau dilanggar dijatuhi hukuman disiplin.

"Seperti yang disampaikan bapak pmpinan seyogyanya ibadah Puasa Ramadan menjadikan kita istiqomah dalam meningkatkan produktivitas serta pelayanan kepada masyarakat. 17 Kewajiban dan 15 larangan bagi ASN tentunya menjadi pedoman  dalam menjalankan tugas," ujarnya.

Dijelaskan untuk mewujudkan PNS yang handal, professional dan bermoral sebagai penyelenggara pemerintahan yang menerapkan prinsip-prinsip kepemerintahan yang baik (good governance), maka PNS sebagai unsur Aparatur Negara di tuntut untuk setia dan taat pada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan pemerintah serta bersikap disiplin, jujur, adil, transparan, dan akuntabel dalam melaksanakan tugas.

Sedangkan Dirjen PAUD Dikdasmen, Jumeri dalam pesannya mengatakan menjadi abdi negara pasa hakikatnya seperti menanam padi  yang pada setiap bagian atau rangkaiannya memiliki makna atau hikmah tersendiri.

Kalau menanam padi dilakukan secara maju, tentu padi yang sudah ditanam akan terinjak-injak dan rusak. Walaupun mundur, sebenarnya mereka maju, dalam arti nantinya petani akan memperoleh kemajuan. Yaitu akan memanen padi, akan bisa makan nasi, atau padinya dijual untuk kebutuhan lainnya.

Demikian halnya dalam hidup, adakalanya kita harus mundur (mengalah). Mengalah untuk menang, mengalah untuk kebaikan bersama. Jika saat menanam dilakukan dengan berdiri, tentu bibit padinya tidak bisa tertanam. Karena itu menanam padi harus merunduk, berjalan  mundur, dan itu sangat berat tentunya. Hikmah yang dapat kita petik adalah bahwa untuk meraih segala sesuatu haruslah kerja keras.

 

Penulis : Eko

Editor   : Hammam Izzuddin

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar