Melatih Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi di Satuan PAUD

PAUDPEDIA – Ayah, Bunda, dan Sobat PAUD, gempa bumi merupakan salah satu bencana alam paling membahayakan di dunia. Kemudian Indonesia terletak di antara tiga lempeng tektonik dunia yakni Australasia, Pasifik, dan Eurasia yang menyebabkan Indonesia merupakan salah satu negara paling rawan terkena gempa bumi. Oleh karenanya, penting bagi Sobat PAUD untuk mengenalkan pembelajaran mengenai bumi pada anak.

Kesiapsiagaan bencana merupakan salah satu topik penting di Satuan PAUD dan merupakan diversifikasi dari Kurikulum PAUD. Pendidikan kebencanaan di Satuan PAUD, termasuk tentang gempa bumi  harus dilakukan secara sederhana dan sesuai usia anak agar mudah dipahami.

Berikut langkah yang bisa dilakukan Sobat PAUD untuk melatih kesiapsiagaan AUD pada gempa bumi :

  1. Mengenalkan Konsep Dasar Gempa Bumi

Gempa bumi terjadi karena pergesekan antar lempeng tektonik yang berada di bawah permukaan bumi. Dampak dari pergesekan itu menimbulkan energi luar biasa dan menimbulkan goncangan di permukaan dan seringkali menimbulkan kerusakan. Jelaskan hal ini dengan deskripsi yang sederhana.

Contoh :

  • Guru menanyakan, “Anak-anak, apakah kalian tahu apa itu gempa bumi?” Anak-anak akan merespon dengan berbagai jawaban. “Ya betul, gempa bumi itu seperti yang kita lihat di televisi, tanah bergetar dan menyebabkan bangunan rusak.”
  1. Mengenalkan bunyi tanda peringatan gempa bumi

Masyarakat di tingkat RT, RW, dan Desa biasanya memiliki kesepakatan untuk menggunakan bunyi-bunyian seperti kentongan sebagai peringatan bencana. Sobat PAUD bisa mengenalkan anak pada tanda peringatan bencana yang disepakati di lingkungan tersebut. Selain kentongan, tanda peringatan bencana bisa juga berupa pengumuman melalui pengeras suara di masjid atau balai desa.

  1. Mengenalkan simbol-simbol evakuasi gempa bumi

Di berbagai tempat, termasuk gedung Satuan PAUD idealnya terdapat simbol-simbol terkait kebencanaan. Simbol tersebut berupa simbol jalur evakuasi dan titik kumpul.  Kenalkan anak makna terkait simbol-simbol tersebut. Diskusikan dengan mereka apa langkah yang harus dilakukan ketika terjadi gempa bumi.

Contoh :

  • Guru mengenalkan makna simbol hijau sebagai jalur evakuasi. Kemudian tanyakan pada anak, “Apakah kalian tahu artinya evakuasi?”
  • Anak akan merespon dengan berbagai jawaban, kemudian jelaskan makna evakuasi yakni mengungsi ketika gempa bumi datang.
  1. Berlindung ke tempat lapang

Sobat PAUD dapat mengenalkan efek gempa bumi pada lingkungan. Gempa bumi menimbulkan getaran besar sehingga bisa merobohohkan bangunan dan pepohonan. Maka dari itu, ajak anak berdiskusi bagaimana cara agar terhindar dari bahaya tersebut.

Contoh :

  • Guru mengajak anak berdiskusi, “Di televisi kita melihat kalau gempa bumi bisa membuat rumah roboh, sekolah rusak, bagaimana cara supaya kita tidak terluka karena itu?”
  • Anak kemudian memberikan berbagai jawaban. Setelah itu, guru menambahkan, “Jadi jika terjadi gempa bumi, segera cari jalan ke luar menuju tempat lapang yang jauh dari bangunan dan pohon besar.”
  1. Berlindung di bawah meja

Pada situasi tertentu, gempa bumi terjadi begitu cepat dan membuat kita sulit untuk keluar dari bangunan. Sobat PAUD perlu mengenalkan cara melindungi diri jika tidak bisa ke luar bangunan saat gempa. Hal itu bisa dilakukan dengan berlindung di bawah meja dengan mengutamakan perlindungan pada bagian kepala, leher, dan dada.

Contoh :

  • Guru mendiskusikan situasi yang membuat sulit untuk ke luar bangunan, “Jika kita tidak bisa ke luar bangunan karena pintunya terkunci, bagaimana cara agar tetap aman?”
  • Anak akan merespon dengan berbagai jawaban. Lalu tunjuk meja sebagai tempat berlindung. Kemudian berikan contoh cara berlindung di bawah meja.

 Baca juga :

  1. Mengenalkan petugas kebencanaan

Saat gempa bumi, anak mungkin saja terpisah dengan keluarga, teman seusia, dan orang yang dikenalinya. Kenalkan anak dengan ciri-ciri petugas kebencanaan, seperti Tim SAR yang berbaju oranye, polisi, atau TNI. Beritahu bahwa mereka selalu siap membantu ketika terjadi gempa bumi.

Contoh :

  • Guru mengajak anak berdiskusi tentang situasi saat gempa bumi, “Tadi kalian sudah tahu bahwa saat gempa bumi, harus pergi menuju tempat evakuasi, Bapak/Ibu Guru akan memastikan semua anak sudah aman, jadi jika belum ada Bapak/Ibu guru sampai, jangan khawatir, ada petugas yang menemani kalian.”

 

 

Penulis : Hammam Izzuddin

Kurator : Dona Paramitha 

Referensi

Buku Seri Aku Tangguh Bencana : Yang Perlu Dilakukan Saat Gempa Bumi. Ditjen PAUD Kemdikbud. 2019.

Pedoman Pendidikan Kebencanaan di Satuan PAUD. Ditjen PAUD Kemdikbud. 2019

Panduan Kesiapsiagaan Bencana untuk Keluarga. Badan Nasional Penanggulangan Bencana. 2018

 

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar