Hasil Rakor Direktorat PAUD dan SEAMEO CECCEP, Penurunan Angka Stunting Jadi Target Piloting

PAUDPEDIA - Direktur Pendidikan Anak Usia Dini, Dr Muhammad Hasbi berharap sinergi dan kolaborasi yang dilakukan oleh SEAMEO CECCEP akan terus berlanjut dan semakin intens dilakukan guna menghasilkan  inovasi program layanan tidak saja terkait dengàn program pendidikan keluarga (parenting) atau keorangtuaan saja, lebih dari juga terlibat dalam pengembangan PAUD Indonesia dimasa depan.

"Saya harapkan kedepan akan lebih banyak inovasi program terkait dengàn pengembangan PAUD dapat dilakukan lewat sinergi dan kerjasama yang dibuat sehingga pembelajaran terpetik program PAUD di Indonesia bisa diperkenalkan di seluruh kawasan ASEAN. Apalagi lembaga SEAMEO CECCEP ini mempunyai ikatan batin yang kuat dengàn Ditjen PAUD dan Dikmas karena keberadaanya diinisiasi oleh PP PAUD Dikmas Jawa Barat," ujarnya.

SEAMEO CECCEP atau Southeast Asian Ministers Of Education Organization Center Of Early Childhood Care Education and Parenting memiliki 27 center yang tersebar di Asia Tenggara, tujuh diantaranya berada di Indonesia.

SEAMEO CECCEP sendiri memiliki dua misi dalam dunia pendidikan, yaitu terakait dengan pendidikan usia dini dan pendidikan keluarga. “Kami memiliki tugas untuk membantu, bagaimana guru pra sekolah atau PAUD, dan sejenisnya se-Asia Tenggara. Kami berkewajiban untuk meningkatkan kompetensi mereka, sehingga anak- anak di Asia Tenggara ini memiliki perkembangan potensi secara optimal dari guru-guru yang professional,” jelas direktur SEAMEO CECCEP, Dr. Dwi Priyono, M.Ed.

Hasil Rakor Piloting

Kegiatan Rapat Koordinasi Piloting Fasilitasi Pendampingan Kapasitas Keorangtuaan yang berlangsung tanggal 5 – 7 Maret 2021 di Setiabudhi Bandung menghasilkan sejumlah kesepakatan antara lain  fokus dari piloting adalah memberikan stimulasi kepada orang tua dalam hal pengasuhan yang berimbas pada aspek gizi dan kesehatan.

"Sehingga diharapkan piloting ini juga dapat berkontribusi positif terhadap penurunan angka stunting. Piloting ini akan memanfaatkan peran guru-guru sebagai pelatih (trainer) dan akan diberikan pelatihan dahulu sebelum menyampaikan modul-modul kepada para orang tua," ujar Dr Elis Rosdiawati M.Pd, Deputi Direktur Administrasi SEAMEO CECCEP yang menyampaikan hasil Rakor, Rabu (7/3).

Dikatakan, dalam pelatihan training of trainers nanti modul yang akan digunakan pada piloting ini akan menggabungkan 3 materi, yaitu Mindful Parenting, ECCNE, dan modul terkait 1000 hari pertama kehidupan yang selaras dengan tujuan dari piloting ini.

"Terdapat 3 lokus piloting yang menjadi representasi Indonesia yakni Lombok Timur, Kabupaten Ogan Ilir, dan Kabupaten Bandung," katanya.

Dari 3 materi Modul Mindful parenting, ECCNE dan 1000 hari pertama kehidupan akan disatukan dan menjadi bahan untuk Kegiatan Training of Trainer dengan beberapa penyesuaian dan penyempurnaan. Fokus utama piloting ini adalah membantu menurunkan angka stunting dan meningkatkan kesejahteraan keluarga secara fisik, mental, sosial bagi orang tua dan anak .

Panitia perlu melakukan komunikasi intents dengan dinas terkait guna memperoleh data mengenai data guru yang berada di lokus masing-masing agar dapat memetakan kegiatan secara lebih akurat. Bila memungkinkan, tidak hanya guru yang dilatih untuk menjadi trainer pada piloting ini, tetapi juga melibatkan unsur orang tua yang aktif dalam komunitas, ormit, dan stakeholder PAUD lainnya.

 

Penulis : Eko Schoolmedia

Editor   : Hammam

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar