Pentingnya Mengenal Jenis-jenis Emosi

PAUDPEDIA - Ayah dan Bunda, dan Sobat PAUD, anak usia 2 - 6 tahun termasuk dalam tahapan Anak Usia dini. Pada tahapan ini, anak masih belajar mengontrol emosi dan perilaku mereka. Mereka masih butuh orang tua untuk membimbing cara mengelola emosi yang tepat. Saat kegiatan atau proses pengasuhan, ketika orang tua bisa mengelola emosinya, orang tua akan lebih siap mengajarkan anak untuk mengelola emosi. Dengan demikian, anak akan mendapatkan contoh tentang bagaimana cara mengelola emosi yang baik dari lingkungan terdekat, yaitu orang tua. Untuk itu, orang tua perlu mengetahui dan mampu mengelola emosi dalam kehidupannya sehari-hari.

Emosi sendiri artinya yaitu perasaan yang kita miliki ketika berada dalam situasi tertentu atau ketika berhubungan dengan seseorang yang dianggap penting. Secara garis besar emosi dipengaruhi oleh dua hal, yaitu:

  1. Faktor dari dalam diri (kondisi fisik, temperamen, sistem saraf, dan struktur otak)
  2. Faktor dari luar diri (misalnya pola asuh, kebudayaan, atur an dari keluarga tentang kapan, dimana dan bagaimana emosi harus diungkapkan).

Kedua faktor ini saling memengaruhi. Misalnya ketika orang tua menenangkan anak yang menangis, sebetulnya orang tua sedang membantu anak menurunkan kadar hormon stres mereka.

Baca juga :

Adapun Jenis-jenis emosi ini terbagi menjadi dua, yaitu emosi negatif dan emosi positif.

  1. Emosi negatif adalah perasaan tidak menyenangkan, mengganggu dan biasanya diekspresikan sebagai bentuk ketidaksukaan seseorang terhadap sesuatu. Misalnya cemas, marah, merasa bersalah, dan sedih.
  2. Emosi positif adalah perasaan ketika kita mengalami sesuatu yang menyenangkan atau membawa dampak positif dalam diri kita. Misalnya bahagia saat mendapat hal yang kita mau, merasa lega ketika terhindar dari bahaya, atau merasa bersyukur dengan kondisi yang kita miliki.

Ada juga ahli yang membagi emosi ke dalam enam jenis emosi dasar, yang terdiri atas sebagai berikut ini:

Bahagia, emosi yang kita rasakan ketika senang, puas dan sejahtera

Sedih, emosi saat kita merasa tidak senang karena kehilangan sesuatu yang sangat berarti.

Marah, emosi yang muncul karena adanya perasaan frustasi, merasa disakiti, atau merasa diperlakukan tidak adil.

Takut, emosi saat kita merasa terancam.

Jijik, emosi yang muncul saat kita merasa sangat enggan atau tidak suka terhadap sesuatu atau seseorang. Misalnya enggan melihat sesuatu atau mencium bau sesuatu.

Terkejut, emosi ketika kita melihat sesuatu di luar perkiraan atau sesuatu yang sangat baru dalam kehidupan kita.

Ayah dan Bunda, kita akan lebih mudah mengungkapkan emosi jika tahu kata-kata yang bisa mewakili emosi kita. Ini adalah contoh kata-kata yang bisa digunakan untuk mengungkapkan emosi kita :bangga, benci, berani, berenergi, berharap, berkecil hati, bermusuhan, bersalah, bersyukur, berubah-ubah, sikap, biasa saja, bingung, bosan,  canggung, cemburu, ceria, curiga, malu, mampu, senang, dll.

 

Penulis            : Ifina Trimuliana, M. Pd

Foto                 : Dhio Dhafin

Referensi:

Mengelola Emosi Orang Tua Dalam Proses Pengasuhan. 2020. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini

Teresa. (2016). Child Development And Education. , Columbia. Pearson Education.

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar