Kiat Menumbuhkan Karakter Anak Usia Dini

PAUDPEDIA - Ayah, Bunda,dan Sobat PAUD, karakter adalah sifat batin dalam diri anak usia dini yang berupa tata nilai kebaikan yang dapat diketahui melalui perkataan dan perbuatan anak dalam kesehariannya. Karakter anak usia dini terbentuk atas potensi (fitrah) baik dalam diri yang telah dibekali Tuhan dengan nilai, akhlak, dan moral yang diajarkan oleh lingkungan terdekatnya. Jadi Ayah dan Bunda harus ingat bahwa setiap anak usia dini itu potensinya adalah anak yang berkarakter baik. Tetapi, potensi baiknya itu harus diwujudkan melalui pendidikan karakter yang dilakukan oleh Ayah-Bunda dengan terus menerus. Pendidikan yang diwujudkan dalam berbagai kegiatan baik antara Ayah dan Bunda dengan anak. Dari sinilah anak-anak usia dini akan tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang berkarakter baik.

Menumbuhkan karakter berarti menjadikan atau menyebabkan tumbuhnya karakter yang ada dalam diri anak. Pada dasarnya sifat baik (karakter) anak sudah ada dalam diri anak usia dini. Keberadaannya inilah yang kemudian perlu ditumbuhkan terus-menerus. Dari karakter yang tumbuh dalam diri anak inilah, maka lama kelamaan karakter akan menguat dalam diri anak usia dini. Jika sudah tumbuh dan menguat dapat dikatakan bahwa karakter anak sudah menjadi bagian dari kepribadiannya yang tampak dalam prilakunya sehari-hari.

Penumbuhan dan penguatan karakter anak usia dini dapat dilakukan melalui tiga hal: pengetahuan karakter, penghayatan karakter, dan perbuatan karakter, sebagaimana berikut ini:

A. Pengetahuan Karakter

Karakter anak dibentuk dari pengetahuannya. Jika telah tahu dan paham tentang nilai-nilai baik yang membentuk karakter, maka anak-anak akan menyerap dan mempraktikkannya dalam kegiatan sehari-hari. Maka, kenalkan kelima nilai karakter utama di atas dengan cara-cara yang disukai anak. Ayah-Bunda bisa menumbuhkan pengetahuan karakter anak usia dini dengan cara:

  1. Membacakan buku yang bermuatan karakter.
  2. Menjelaskan aturan-aturan yang harus dipatuhi pada anak.
  3. Menerangkan nilai baik pada anak.
  4. Menonton bersama.
  5. acara yang mengandung keteladanan.
  6. Mendiskusikan dengan anak tentang perbuatan baik dan tidak baik. Memperkenalkan norma-norma yang berlaku pada anak.

B. Penghayatan Karakter

Setelah anak mengetahui banyak hal tentang nilai karakter, maka tugas Ayah-Bunda selanjutnya adalah mengondisikan anak untuk menghayati nilai-nilai itu dengan baik sehingga timbul kesadaran untuk berbuat baik. Pengondisian ini adalah suatu kegiatan menanamkan penghayatan atas nilai baik yang telah diketahui oleh anak. Ayah-Bunda bisa menumbuhkan penghayatan karakter anak usia dini ini dengan cara:

  1. Membagikan pengalaman tentang kegiatan yang sedih dan bahagia hari ini. Menceritakan kejadian yang tidak menguntungkan dapat membangun empati.
  2. Memberikan kesempatan pada anak untuk melihat kejadian yang menyadarkan anak.
  3. Mengondisikan anak untuk merenungkan kesalahan yang telah diperbuat.
  4. Menekankan penjelasan nilai karakter atas setiap perbutan yang dilakukan anak.

Baca juga :

C. Tindakan Karakter

Jika pengetahuan dan penghayatan telah terbentuk, maka tindakan dan perbuatan anak akan terlihat kehidupannya sehari-hari. Karakter ini akan menetap dan menjadi bagian dari kepribadian anak kelak jika anak mendapat dukungan dan panutan dari orang dewasa yang ada di lingkungan sekitarnya. Jika sosok yang dapat menjadi tauladan bagi anak nyata dapat dilihat dalam keseharian anak, dan didukung oleh lingkungannya secara bertahap dan berkelanjutan maka anak akan semakin teryakinkan dan termotivasi untuk menjadi anak yang berkarakter, yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila. Motivasi inilah yang kemudian akan menguatkan dan meyakinkan anak untuk berbuat baik.

Ayah-Bunda bisa menumbuhkan tindakan karakter anak usia dini dengan cara:

  1. Memberikan apresiasi atas kebaikan anak.
  2. Menjalankan peraturan di rumah dengan konsisten.
  3. Menjadi teladan yang baik bagi anak, bukan jadi “juru nasihat”.
  4. Menegakkan komitmen pada hasil kesepakatan bersama.
  5. Mendorong anak untuk melaksanakan kewajibannya dengan baik.
  6. Menghargai kejujuran, meskipun anak melakukan kekeliruan
  7. Memberikan kepercayaan pada anak dalam melakukan sesuatu

 

Ayah-Bunda, itulah tiga langkah penting dalam menanamkan dan menumbuhkan karakter pada anak. Prinsip kerjanya, dengan anak tahu, maka anak akan merasa, dengan merasa, maka anak akan bertindak. Tentu saja bertindak baik yang menunjukkan karakter utama anak.

 

Penulis                        : Ifina Trimuliana, M. Pd

Foto                             : Awang

 

Referensi       

 

Menumbuhkan dan Menguatkan Karakter Utama Anak Usia Dini. 2020. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini

Lickona, T. (2012). Action In Teacher Education Character Education?: Seven Crucial Issues. The Journal Of The Association Of Teacher Education, (October 2014), 37–41. Https://Doi.Org/10.1080/01626620.1999.10462937

Lickona, T. (2012). Character Matters. Jakarta: PT Bumi Aksara.

 

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar