Dampak dan Upaya Pencegahan Stunting

PAUDPEDIA—Ayah, Bunda dan Sobat PAUD, stunting membawa banyak dampak negatif bagi tumbuh kembang anak. Mereka tidak hanya memiliki postur tubuh yang lebih pendek, tetapi juga mengalami keterlambatan dalam berbagai aspek perkembangan. Tentu hal ini tidak bagus bagi perkembangan mereka. Sebelum terlambat, mari kita bahas di bawah ini agar Ayah, Bunda, dan Sobat PAUD dapat melakukan pencegahan dini:

Dampak Jangka Pendek.

  1. Peningkatan kejadian kesakitan dan kematian.
  2. Perkembangan kognitif, motorik, dan verbal pada anak tidak optimal, yaitu:
  • Menghambat pertumbuhan syaraf anak sehingga fungsi kognitif akan menurun.
  • Perkembangan motorik lebih lamban.
  • Kesulitan dalam mengungkapkan bahasa ekspresif
  1. Meningkatnya biaya kesehatan.

Baca juga :

Dampak Jangka Panjang.

  1. Postur tubuh yang tidak optimal saat dewasa (lebih pendek dibandingkan pada umumnya).
  2. Meningkatnya risiko obesitas dan penyakit lainnya.
  3. Menurunnya kesehatan reproduksi; d. Kapasitas belajar dan performa yang kurang optimal saat masa sekolah; dan e. Produktivitas dan kapasitas kerja yang tidak optimal.

Adapun pencegahan stunting dapat dilakukan melalui beberapa hal berikut ini:

Pada Ibu Hamil dan Proses Bersalin

  1. Intervensi pada 1.000 hari pertama kehidupan, merupakan suatu upaya perbaikan gizi pada masa kehamilan sampai anak berusia dua tahun.
  2. Mengupayakan jaminan mutu antenatal care (ANC) terpadu, merupakan salah satu program kunci dalam penapisan pelayanan KIA yang dimulai saat hamil sampai pada pasca nifas. Pelayanan tersebut sangat penting bagi ibu hamil yang bertujuan untuk mencegah terjadinya komplikasi pada masa kehamilan dan pascapersalinan.
  3. Meningkatkan persalinan di fasilitas Kesehatan.
  4. Menyelenggarakan program pemberian makanan tinggi kalori, protein, dan mikronutrien (TKPM).
  5. Deteksi dini penyakit (menular dan tidak menular).
  6. Pemberantasan kecacingan.
  7. Meningkatkan transformasi Kartu Menuju Sehat (KMS) ke dalam Buku KIA.
  8. Menyelenggarakan konseling Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan ASI eksklusif.
  9. Penyuluhan dan pelayanan KB.

Pada Balita

  1. Pemantauan pertumbuhan balita.
  2. Menyelenggarakan kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita.
  3. Menyelenggarakan stimulasi dini perkembangan anak; dan
  4. Memberikan pelayanan kesehatan yang optimal.

Pada Anak Usia Sekolah

  1. Melakukan revitalisasi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
  2. Menguatkan kelembagaan Tim Pembina UKS.
  3. Menyelenggarakan Program Gizi Anak Sekolah (PROGAS).
  4. Memberlakukan sekolah sebagai kawasan bebas rokok dan narkoba.

Pada Remaja

  1. Meningkatkan penyuluhan untuk perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), pola gizi seimbang, tidak merokok, dan mengonsumsi narkoba.
  2. Pendidikan kesehatan reproduksi.

Pada Dewasa Muda

  1. Penyuluhan dan pelayanan keluarga berencana (KB).
  2. Deteksi dini penyakit (menular dan tidak menular).
  3. Meningkatkan penyuluhan untuk PHBS, pola gizi seimbang, tidak merokok/mengonsumsi narkoba.

 

Penulis      : Ifina Trimuliana. M. Pd

Foto           : Awang

Referensi                                                          

Woldehanna. 2017. The effect of early childhood stunting on children’s cognitive achievements: Evidence from young lives Ethiopia. Ethiop. J. Health Dev

Branca.2016. Childhood stunting: a global perspective. Department of Nutrition for Health and Development, World Health Organization, Geneva, Switzerland.

Bulletin data dan informasi Kesehatan.2018. situasi balita pendek (stunting) d Indonesia.

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar