Faktor Pemicu Stunting Pada Anak

PAUDPEDIA—Ayah, Bunda dan Sobat PAUD, kebutuhan gizi anak sangat penting untuk dipenuhi agar ia dapat tumbuh dan kembang dengan baik. Kelalaian dalam memenuhi kebutuhan gizi ini bisa saja menyebabkan stunting pada anak kita. Stunting (kerdil) adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Kondisi ini diukur dengan panjang atau tinggi badan yang lebih dari minus dua standar deviasi median standar pertumbuhan anak dari WHO.

Balita stunting termasuk masalah gizi kronik yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kondisi sosial ekonomi, gizi ibu saat hamil, kesakitan pada bayi, dan kurangnya asupan gizi pada bayi. Balita stunting di masa yang akan datang akan mengalami kesulitan dalam mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal. Ada beberapa hal yang dapat sebagai pemicu stunting yaitu seperti yang diuraikan berikut ini:

  1. Minimnya pengetahuan keluarga khususnya orang tua juga dapat sebagai pemicu stunting anak. Selain itu, hidup terpisah dengan orang tua juga dapat menyebabkan terjadinya stunting, baik perceraian maupun kematian, sehingga tidak ada yang memperhatikan proses tumbuh kembang anak, terutama pada pemenuhan kebutuhan gizinya.
  2. Kehamilan yang tidak disadari atau terlambat menyadari. Ketidaktahuan ini menyebabkan janin tidak mendapatkan pemeriksaan yang cukup selama masa kehamilan sehingga ibu tidak mengetahui perkembangan janin yang ada dalam kandugannya.
  3. Situasi Ibu dan calon Ibu. Kondisi kesehatan dan gizi ibu sebelum dan saat kehamilan serta setelah persalinan mempengaruhi pertumbuhan janin dan risiko terjadinya stunting. Faktor lainnya pada ibu yang mempengaruhi adalah postur tubuh ibu (pendek), jarak kehamilan yang terlalu dekat, ibu yang masih remaja, serta asupan nutrisi yang kurang pada saat kehamilan.

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 97 Tahun 2014 tentang Pelayanan Kesehatan Masa sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan, dan Masa sesudah Melahirkan, Penyelenggaraan Pelayanan Kontrasepsi, serta Pelayanan Kesehatan Seksual, faktor-faktor yang memperberat keadaan ibu hamil adalah terlalu muda, terlalu tua, terlalu sering melahirkan, dan terlalu dekat jarak kelahiran.

Usia kehamilan ibu yang terlalu muda (di bawah 20 tahun) berisiko melahirkan bayi dengan berat lahir rendah (BBLR). Bayi BBLR mempengaruhi sekitar 20% dari terjadinya stunting. Kondisi ibu sebelum masa kehamilan baik postur tubuh (berat badan dan tinggi badan) dan gizi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya stunting. Remaja putri sebagai calon ibu di masa depan seharusnya memiliki status gizi yang baik.

  1. Situasi bayi dan balita. Nutrisi yang diperoleh sejak bayi lahir tentunya sangat berpengaruh terhadap pertumbuhannya termasuk risiko terjadinya stunting. Tidak terlaksananya inisiasi menyusu dini (IMD), gagalnya pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif, dan proses penyapihan dini dapat menjadi salah satu faktor terjadinya stunting. Sedangkan dari sisi pemberian makanan pendamping ASI (MP ASI) hal yang perlu diperhatikan adalah kuantitas, kualitas, dan keamanan pangan yang diberikan. Asupan zat gizi pada balita sangat penting dalam mendukung pertumbuhan sesuai dengan grafik pertumbuhannya agar tidak terjadi gagal tumbuh (growth faltering) yang dapat menyebabkan stunting
  2. Kondisi sosial ekonomi dan sanitasi tempat tinggal juga berkaitan dengan terjadinya stunting. Kondisi ekonomi erat kaitannya dengan kemampuan dalam memenuhi asupan yang bergizi dan pelayanan kesehatan untuk ibu hamil dan balita. Sedangkan sanitasi dan keamanan pangan dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit infeksi. Penyakit infeksi yang disebabkan oleh higiene dan sanitasi yang buruk (misalnya diare dan kecacingan) dapat menganggu penyerapan nutrisi pada proses pencernaan. Beberapa penyakit infeksi yang diderita bayi dapat menyebabkan berat badan bayi turun. Jika kondisi ini terjadi dalam waktu yang cukup lama dan tidak disertai dengan pemberian asupan yang cukup untuk proses penyembuhan maka dapat mengakibatkan stunting.

 

Penulis      : Ifina Trimuliana. M. Pd

Foto           : Awang

Referensi                                                          

Woldehanna. 2017. The effect of early childhood stunting on children’s cognitive achievements: Evidence from young lives Ethiopia. Ethiop. J. Health Dev

Branca.2016. Childhood stunting: a global perspective. Department of Nutrition for Health and Development, World Health Organization, Geneva, Switzerland.

Bulletin data dan informasi Kesehatan.2018. situasi balita pendek (stunting) d Indonesia.

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar