Mengenal Jenis-Jenis Gerak pada Anak  

PAUDPEDIA—Ayah, Bunda, dan Sobat PAUD, salah satu aspek perkembangan anak ialah aspek motorik, di antaranya yaitu motorik kasar. Motorik kasar merupakan gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar, baik sebagian atau seluruh anggota tubuh. Gerak ini menjadi suatu hal yang tidak bisa dipisahkan dari pertumbuhan dan perkembangan anak. Setiap harinya anak akan tumbuh dan berkembang melalui bergerak. Oleh karena itu perlu kita pahami jenis-jenis gerak pada Anak Usia Dini diantaranya yaitu sebagai berikut:

Non lokomotor yaitu gerak yang melibatkan anggota tubuh  atau bagian tubuh tertentu untuk tetap di tempat atau hanya bergerak berputar di sekitar pusat tubuh saja. Dengan demikian gerakan ini tidak menyebabkan terjadinya perpindahan tempat, ini juga dikenal sebagai gerakan aksial. Gerakan aksial artinya gerakan yang berporos pada satu sendi putar. Contohnya: membungkuk, melakukan peregangan, memutar, bergoyang, berbelok, mendorong, menarik,  dan lain-lain.

Gerak lokomotor mengacu pada gerakan tubuh yang terkoordinasi dari satu titik ke titik lainnya, secara horizontal sehingga menyebabkan terjadinya perpindahan tempat atau posisi (misalnya, berjalan, berlari, merangkak) atau secara vertikal, misalnya melompat dan memanjat.

Gerak manipulative yakni salah satu bentuk aktivitas gerak dasar yang dilakukan anggota badannya dengan menggunakan objek. Contoh: memantulkan bola, melempar dan menangkap.

Baca juga :

Untuk menstimulasi gerak lokomotor, non lokomotor dan manipulative ini membutuhkan ruang, peralatan atau sumber daya yang lebih memadai, karena anak akan berpindah tempat dan bergerak bebas. Selain itu, Ayah, Bunda dan Sobat PAUD juga perlu tahu bahwa ada beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menstimulasi keterampilan gerak anak yaitu:

Ciptakan aktivitas fisik, jadikan aktivitas fisik sebagai rutinitas anak, libatkan mereka dalam pekerjaan rumah tangga,  misalnya membersihkan meja dengan spons sabun sebelum dan sesudah makan, menyapu rumah, melipat pakaian dan lain-lain. Selain itu juga ajak mereka bermain bersama, seperti melempar dan menangkap bola, berlari, ataupun permainan tradisional seperti lompat tali, engklek, engrang dan lain sebagainya. 

Sediakan fasilitas yang mendukung, agar anak-anak tetap tertarik dengan aktivitas tersebut, sediakan alat-alat bermain yang menarik dan bervariasi untuk memperkuat otot-otot mereka, misalnya bola, papan titian, tali dan lain-lain. 

Sesuaikan aktivitas dengan perkembangan anak, artinya perlu mempertimbangkan perkembangan anak sebelum memilih aktivitas bermain, sehingga anak-anak merasa tertantang tetapi tidak stress atau merasa kesulitan untuk mengikutinya. Perhatikan juga motivasi dan kegigihan anak-anak untuk melakukan aktivitas fisik yang ia gemari. 

 

Penulis    : Ifina Trimuliana, M. Pd 

Foto         : Awang

Referensi

Carla Poole. 2020. Ages & Stages: How Children Develop Motor Skills. Scholastic. https://www.scholastic.com/teachers/articles/teaching-content/ages-stages-how-children-develop-motor-skills/

Bautista, A., Moreno-Núñez, A., Vijayakumar, P., Quek, E., & Bull, R. (2020). Gross motor teaching in preschool education: where, what and how do Singapore educators teach? (Enseñanza de la motricidad gruesa en educación infantil: ¿dónde, qué y cómo enseñan las maestras en Singapur?). Journal for the Study of Education and Development, 43(2), 443–482. https://doi.org/10.1080/02103702.2019.1653057

                                                                                                             

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar