Menstimulasi Perkembangan Moral Anak

PAUDPEDIA – Ayah, Bunda, dan Sobat PAUD pasti ingin agar anak memiliki karakter yang baik. Agar bisa membentuk karakter yang baik, anak perlu memiliki pengetahuan tentang moral yang mumpuni. Moral sendiri dapat diartikan sebagai ajaran tentang baik buruknya suatu perbuatan yang erat kaitannya dengan nilai dan budaya yang berlaku di masyarakat. Dengan mengenalkan nilai-nilai yang berkaitan dengan moralitas, anak dapat melakukan berbagai tindakan dengan pertimbangan yang lebih bijak.

Untuk menstimulasi perkembangan moral anak, kita perlu mengetahui beberapa level perkembangan moral. Ada tiga level perkembangan moral menurut Lawrence Kohlberg, berikut penjelasannya :

  • Level Prakonvensional

Level ini umumnya terjadi saat usia anak-anak. Moralitas dipahami sebagai baik atau buruk yang berdasarkan pada konsekuensi dan penghargaan. Pemahaman dan pembiasaan pada anak di level ini, diwujudkan dalam kegiatan atau rutinitas anak sehari-hari dan masih didampingi oleh orang dewasa disekitar anak. Contoh : anak dipuji karena membantu membereskan mainannya setelah selesai bermain. Pujian yang diberikan akan memahamkan anak bahwa tindakannya adalah tindakan yang benar dan merupakan tindakan yang mendapat dukungan dari orang sekitar.

  • Level Konvensional

Level konvensional sudah lebih kompleks dari level sebelumnya dan cenderung ada pada diri remaja hingga orang dewasa. Pada level ini seseorang sudah mempertimbangkan penilaian masyarakat saat melakukan tindakan. Contoh : jika ada kerja bakti di kampung,  seseorang merasa perlu membantu karena merasa itu bagian dari tanggung jawab sosial.

  • Level Pascakonvensional

Level ini juga disebut sebagai level prinsip. Artinya selain mempertimbangkan penilaian masyarakat, seseorang juga memiliki prinsip pribadi yang tak terpengaruh oleh pihak luar. Level ini umumnya ada pada orang dewasa, yang sudah memiliki pendirian dan menghargai perbedaan pendapat.

 Baca juga :

Sobat PAUD memahami level perkembangan moral pada anak dengan baik, sangat diperlukan.  Dengan bekal pemahaman  tersebut, maka Sobat PAUD  dapat melakukan langkah tepat untuk menstimulasi perkembangan moral anak. Tentu dengan metode sederhana yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik anak.

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menstimulasi perkembangan moral anak di satuan PAUD :

Memberi kesempatan pada anak untuk mengambil keputusan. Perkembangan moral anak akan terbiasa dan berkembang dengan baik saat diberikan kesempatan untuk mengambil keputusan dalam situasi dan kondisi yang melibatkan nilai-nilai moral Contoh : jika ada salah satu anak yang lupa membawa bekal makanan, guru mengajak diskusi tindakan apa yang harus dilakukan anak-anak.

Gunakan media cerita. Membacakan cerita dapat membantu anak untuk memahami nilai dan pengetahuan moral. Di dalam cerita terdapat karakter-karakter yang melakukan tindakan dengan pertimbangan moral atau sebaliknya. Hal itu bisa dijadikan bahan diskusi dengan anak. Misal, Sobat PAUD bisa mendiskusikan pada anak perilaku tokoh dalam cerita yang baik dan kurang baik..

Berinteraksi dengan anak dari berbagai usia dan budaya. Memberikan kesempatan pada anak untuk berinteraksi dengan anak lain dari berbagai latar belakang dan budaya. Interaksi ini dapat membuat anak terbiasa menyikapi dan menerima perbedaan.

Berikan contoh melalui tindakan. Anak memiliki kecenderungan untuk menirukan sesuatu yang ia lihat. Oleh karena itu, Ayah, Bunda dan Sobat PAUD perlu memberikan contoh perilaku dan tindakan sesuai dengan nilai-nilai moral yang baik, agar anak dapat melihat dan bisa menirukannya.

 

Penulis : Hammam Izzuddin

Editor dan Kurator :  Dona Piramita, S.Psi, M. Pd

Referensi

 

Morrison, George S. 2012. Dasar-Dasar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Jakarta: Indeks.

Kohlberg, L., & Hersh, R. H. (1977). Moral development: A review of the theory. Theory Into Practice, 16(2), 53–59. doi:10.1080/00405847709542675

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar