Pencegahan Radikalisme Pada Pendidikan Anak Usia Dini

PAUDPEDIA—Ayah, Bunda, dan Sobat PAUD, saling menyalahkan dan merasa paling benar di antara yang lain adalah salah satu ciri radikalisme. Ia tidak bisa menerima dan menghargai suatu perbedaan. Tentu sikap yang seperti tidak baik untuk Negera kita yang terkenal dengan keanekaragamannya. Sobat PAUD, jangan biarkan anak kita tumbuh sebagai sosok yang seperti ini. Oleh karena itu, mari kita bahas pencegahan radikalisme pada Pendidikan Anak Usia Dini seperti halnya berikut ini:

Menanamkan kecintaan kepada tanah air/nilai-nilai kebangsaan sejak usia dini, dengan menceritakan pada anak hal-hal yang membanggakan yang ada di negara kita, misalnya  misalnya 17.000 pulau di Indonesia, kekayaan alam (tanaman dan hewan, sumber daya alam) dan pemandangan yang beragam dan indah, banyak suku bangsa dengan pakaian Adat kesenian dan kuliner yang beragam.

Menanamkan Ketaatan Kepada Aturan Sebagai Warga Negara, dapat dilakukan dengan mengajak merapikan kembali mainan ke tempat semula, mandi pagi dan sore mengambil makanan seperlunya dan menghabiskannya, mendengar/menyimak ketika orang lain berbicara, tidak mengambil hak orang lain, membuang sampah pada tempatnya, memakai helm dan masker ketika berpergian dengan membonceng motor.

Mengenalkan Simbol-Simbol Kenegaraan, seperti mengenalkan bendera merah putih Lambang negara Garuda Pancasila Undang-undang dasar 1945, bahasa Indonesia Pimpinan pemerintahan, yaitupresiden-wakil presiden, gubernur, bupati/walikota, dst.

Menanamkan Nilai-Nilai Keberagamaan Sejak Usia Dini, Indonesia merupakan negara multikultural yang memiliki keaneka ragaman agama, suku, ras dan budaya. Oleh karena itu, guru harus mampu menanamkan keragaman budaya ini pada anak agar ia mampu menghargai satu sama lain. Selain itu, hal ini juga sebagai proses mengembangkan dalam diri semua anak tentang sebuah apresiasi dan pemahaman akan budaya Indonesia.

Membangun Kemampuan Berpikir Kritis Pada Anak Sejak Usia Dini, berpikir kritis sering dikaitkan dengan kemampuan untuk menelaah informasi, pesan, dan ide. Dengan mengembangkan kemampuan berpikir kritis anak akan terbiasa untuk mempertanyakan, menganalisis, dan menelusuri sumber dari suatu informasi dan ide. Ketika anak mampu berpikir kritis, anak akan lebih bersifat terbuka dan menerima perbedaan. Ketika anak mematuhi suatu aturan/perintah, ia mengetahui alasannya.

 

Penulis             : Ifina Trimuliana, M. Pd

Foto                  : Awang

Referensi

Buku saku. Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini. 2020. Pencegahan Radikalisme Pada Pendidikan Anak Usia Dini

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar