Melindungi Anak dari Penyebab Radikalisme

PAUDPEDIA—Ayah, Bunda dan Sobat PAUD, seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki keberagaman agama, suku, dan ras. Nah, keberagaman ini hendaknya dikenalkan sedini mungkin agar anak terhindar dari paham radikalisme. Apakah Ayah Bunda sudah mengenali istilah ini? Radikalisme adalah suatu pandangan, paham dan gerakan yang menolak secara menyeluruh terhadap tatanan, tertib sosial, dan paham politik yang ada dengan cara perubahan atau perombakan secara besar-besaran melalui jalan kekerasan.

Paham radikalisme biasanya akan menganggap bahwa diri dan kelompoknya yang paling benar sehingga ia cenderung untuk menyalahkan kelompok lain. Tentu kita tidak ingin anak-anak tumbuh dengan jiwa yang seperti ini. Sebelum itu mari kita kenali faktor penyebab radikalisme pada anak seperti berikut ini:

  • Membatasi pergaulan, interaksi dan aktivitas bermain anak dengan lingkungan yang berbeda agama dan suku. Menananamkan nilai-nilai bahwa kelompok lain lebih rendah dan dianggap musuh, akibatnya anak bersikap negatif kepada kelompok lain.
  • Merasa kelompok sendiri paling benar dan kelompok lain selalu salah. Hal ini dapat menyebabkan anak juga terpapar rasa ketidaksukaan/kebencian orang tua, pendidik, dan/atau orang dewasa lainnya terhadap tatanan dan/atau individu dalam pemerintahan

Selain itu, penting juga untuk Sobat PAUD ketahui bahwa penyebab paham radikal pada AUD dapat melalui beberapa media berikut ini:

Buku-Buku, paham radikal dapat ditemukan dalam buku-buku, hal ini berpotensi menyebarkan paham tersebut pada anak. untuk menghindari hal itu, maka berikut tips yang dapat dilakukan:

  • Belilah buku yang telah lulus penilaian pemerintah (Pusat Kurikulum dan Perbukuan)
  • Apabila buku belum dinilai oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan, orang tua dan pendidik perlu mengecek isi buku sebelum membeli.
  • Pastikan isi buku tidak melanggar norma dan mengandung radikalisme. Jika orang tua menemukan hal tersebut dapat melaporkan ke pihak yang berwajib.

Televisi, orang tua perlu melindungi anak dari tayangan-tayangan yang mengandung unsur radikalisme agar anak tidak meniru hal tersebut. Caranya yaitu dampingi anak saat menonton video, film animasi, maupun TV. Pastikan tidak ada nilai-nilai radikalisme yang muncul pada bahan tontonan anak Jika ditemukan unsur radikalisme, beri penjelasan dan diskusikan dengan anak.

Baca juga :

Lirik lagu, lirik lagu yang mengandung pesan radikalisme akan membawa pengaruh buruk pada anak. Anak akan tumbuh sebagaimana makna yang ada dalam lirik lagu tersebut. contoh: lirik lagu yang tidak menghargai perbedaan, menegaskan pertentangan, merasa paling benar, dan mengandung permusuhan, serta menyudutkan atau menghina orang yang berbeda latar belakang. Orang tua dan pendidik dapat mengindari anak hal tersebut dengan memperhatikan lirik lagu yang sering didengar oleh anak

Media sosial, media yang mengandung konten radikalisme, misalnya yang mengandung ajakan atau adegan kekerasan serta ujaran kebencian, yang disebarkan melalui media sosial bisa berdampak buruk bagi perkembangan anak. Ketika anak menonton tanpa ada pendampingan, anak akan menganggap bahwa sikap/perilaku radikalisme yang ditonton adalah sesuatu yang wajar, maka pada waktu yang lain ia bisa saja akan menirukan sikap/perilaku tersebut.

Dengan demikian, orang dewasa adalah orang yang berperan penting untuk mencegah paham radikalisme, terutama bagi orang tua, ia merupakan pendidik utama dan pertama yang bertanggungjawab mengawasi, mendampingi dan mendidik anak. Orang tua yang mengerti bahaya radikalisme akan melindungi anak dari paham tersebut.

Penulis            : Ifina Trimuliana, M. Pd

Foto                 : Awang

 

Referensi:

Pencegahan Radikalisme Pada Pendidikan Anak Usia Dini. 2020. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini

Shah. 2020. Preventing radicalism in educational institutions: Pakistan a case in point. J Public Affairs. 2020;e2111.  John Wiley & Sons, Ltd 1 of 8 https://doi.org/10.1002/pa.211

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar